
Kini waktunya pernikahan telah tiba, Khansa memakai gaun yang di rancang oleh ibunya sendiri. gaun pernikahan syar'i warna Latte dengan ekor sedikit panjang tak lupa hijab yang tetap menjulur hingga dadanya. khansa membuat pangling semua orang.
Selama khitbah itu berlangsung Ammar tak pernah berkomunikasi sama sekali dengan Khansa. Itu tak masalah dengan Khansa karena memang itu seharusnya sebelum kata sah terucap mereka tidak boleh saling bertemu. saking dinginnya sikap Ammar berkirim pesan pun Ammar tak pernah lakukan. tak ada komunikasi sama sekali sebelumnya.
Aisha sedang mendandani Ammar anaknya ia pakaikan jas untuk Ammar ada bulir air mata yang jatuh tanpa sengaja. Ammar melihat hal itu, ia paling tak bisa melihat bundanya menangis.
" Bunda kenapa." tanya Ammar.
" tak apa-apa nak bunda bahagia, akhirnya hari ini datang juga." ucap Aisha berusaha tersenyum.
" jangan nangis lagi bunda Ammar tak sanggup melihat bunda menangis." ucap Ammar mengusap air mata bundanya.
" tidak apa-apa, setelah kamu mengucapkan ijab kabul kini tanggung jawab Khansa sudah kamu pikul nak. sayangi dia perlakukan dia dengan baik, perlahan tumbuhkanlah cinta dalam hatimu hanya untuk nya." ucap Aisha menasehati Ammar.
" insyaallah bunda Ammar akan berusaha membahagiakan Khansa." ucap Ammar.
Aisha tersenyum merapikan jas Ammar kemudian ia keluar menemui saudara yang lain akan ikut mengantarkan Ammar.
__
Di dalam kamar Ameer berusaha untuk kuat jika bisa memilih tak ingin rasanya ia melihat pujaan hatinya menikah dengan kakaknya sendiri. Azzam dan Aisha selalu mengajarkan anaknya kasih sayang terhadap saudaranya. sebenarnya jika mungkin Ammar tau jika Ameer mencintai Khansa ia pasti akan memberikan untuk Ameer. tapi Ameer tidak ingin melakukan itu ia ingin kakaknya Ammar bahagia dengan orang yang tepat meski ia merasakan sakit hati.
Dengan menghirup nafas panjang dan dalam Ameer keluar dari kamar meski sesungguhnya pijakannya sangatlah rapuh. Ameer berusaha untuk kuat demi kebahagiaan keluarga nya terutama sang ibu. begitu sayang nya Ameer terhadap Bunda nya yang selalu berkorban untuk nya.
Semua sudah siap bahkan keluarga besar semua sudah menunggu di bawah untuk mengantar Ammar ke kediaman ustadz Barra. Ammar menghirup nafas panjang ini adalah akhir dari masa lajangnya ia akan mempersunting Khansa. Ameer bertemu Ammar saat mereka akan turun dari tangga, wajah yang sama itu saling tatap lalu mereka saling peluk. keduanya pun menitikkan air mata haru, biasa nya selalu bersama bahkan apa yang Ammar miliki juga Ameer miliki kini mereka harus menjalani kehidupan nya masing-masing.
" Setelah aku menikah kamu juga harus menikah Ameer." ucap Ammar.
" aku sudah ambil keputusan kak mau serius ambil spesialis ku dulu mumpung belum tua." Ameer terkekeh.
__ADS_1
" kenapa kamu curang katanya mau kenalin wanita yang kamu kagumi setelah aku dapet jodoh." Ammar meninju dada Ameer pelan.
" nanti kak setelah aku lulus spesialis ya. Turun yuk semua sudah menunggu ". keduanya tampak tampan. Ammar dengan stelan tuxedo nya rancangan dari sang mertua berwarna latte senada dengan Khansa.
" masyaallah calon pengantin tampan nya". suara dari tetangga dekat Azzam dan Aisha serta saudara.
Karena waktu sudah mulai siang matahari sudah mulai meninggi akhirnya mereka para rombongan berangkat. Ameer yang membawa mobil Ammar yang ia pakai kemanapun sehari-hari. kini mobil itu di hias di beri bunga kain sehingga mobil pengantin menjadi mobil yang sangat indah di pandang mata.
Ammar masih saja merasa kaku ia gugup, jika boleh di minta ia lebih baik ketemu dengan klien yang akan bertaruh memperebutkan proyek dari pada bertemu dengan Khansa. Saat ini memang cinta itu belum ada sama sekali belum tumbuh, yang dia lakukan adalah demi bunda. Ammar tak ingin bundanya setiap hari merajuk menyuruh dia untuk segera menikah.
Karena memang pakaian pengantin berwarna latte warna yang begitu lembut. kini para keluarga inti juga memakai pakaian yang senada hanya berbeda. jika gaun Khansa di rancang alira sebagai gaun pengantin yang indah karena menghabiskan banyak sekali bahan yang di pakai. namun untuk keluarga inti hanya di buatkan bak kebaya saja. baju Alira dengan Aisha sama dengan model dan manik-maniknya begitu juga pakaian Azzam dan Barra.
Di dalam mobil pengantin bagian depan Ammar dan Ameer hanya diam mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. berbeda dengan jok yang ada di belakangnya mereka berbincang, ada Azzam, Aisha, azkiya dan Oma yang baru pulang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh.
Tujuh mobil pribadi yang mengantar Ammar untuk pernikahan nya ke rumah keluarga Barra. itu semua adalah saudara dekat karena kerabat akan ada acara resepsi setelah akad di laksanakan yaitu selepas Zuhur. Barra orang terpandang dengan gelar ustadz nya dan juga sebagai pengasuh pondok pesantren miliknya. Sehingga acara tersebut sangatlah besar untuk resepsi di rumahnya. dan dua hari kemudian resepsi oleh keluarga Ammar yang akan di gelar di hotel yang di undang adalah kerabat Ameer dokter azzam serta rekan bisnis Ammar.
Mobil sampai di depan rumah Barra yang sudah di hias sedemikian rupa. Tenda menjulang sangat luas karena acara sakral ini juga di hadiri oleh para santri serta panti asuhan yang Barra kelola. Semua turun namun Ammar berhenti sejenak ia menetralkan dirinya agar tak gugup dan yakin untuk sekali lagi untuk menikahi Khansa.
" kak ayo turun". Ameer membukakan pintu mobil untuk Ammar.
" tisu tadi mana ya dek". ucap Ammar benar ia berkeringat pasti keringat dingin karena gugup.
" kan ada di dalam tadi kak". Ammar mencari padahal itu tisu sudah berada di tangannya. Ameer tertawa melihat kakaknya yang gugup.
" astaghfirullah hal adzim kak itu tisu sudah ditangan kakak." ucap Ameer menunjuk tangan Ammar.
" ya Allah kenapa kepala ku ngebleng gini."
" kakak ini terkena sindrom pengantin , tarik nafas kak istighfar. Zikir hingga masuk ke dalam jangan mikir aneh-aneh, itu nanti malam saja mikirnya". ucap Ameer. Ammar kemudian tertawa, tawa yang sangat jarang sekali di sunggingkan.
__ADS_1
' ya Allah berikan kebahagiaan untuk kakakku Ammar, tertawanya kini bisa lepas'. monolog hati Ameer.
Setelah Ammar yakin dirinya siap kemudian mereka masuk dengan di iringi azzam di samping kanan Ammar dan Aisha di Samping kiri. sedangkan azkiya dan Ameer ada di belakangnya serta di ikuti pengiring pengantin yang lain.
Penghulu sudah siap duduk di tempat yang akan di pakai untuk ijab kabul. Barra dan alira serta keluarga nya menyambut Ammar dan keluarga dokter azzam mereka saling bersalaman di iringi alunan musik pengantin yang mengiringi.
" khansa pengantin sudah datang." ucap Mahya yang ada di dalam menemani Khansa. khansa hanya tersenyum dirinya pun gugup, khansa berada di kamar rias ia boleh bertemu jika kata sah belum di kumandangkan.
Acara demi acara sudah di lalui kini saatnya pada acara inti yaitu ijab kabul. Barra sudah duduk di hadapan Ammar, Barra yang akan menikahkan sendiri putrinya. Gugup jelas di rasakan Ammar karena setelah ini ia akan memukul tanggung jawab terhadap istrinya Khansa. Keringat dingin tangannya pun berasa dingin jika boleh di minta ia ingin mengehentikan waktu untuk menghirup udara sejenak.
Tangan Ammar sudah menjabat tangan Barra, barra tau jika kini Ammar sedang gugup. Beberapa kali Ammar belajar di tuntun oleh penghulu untuk mengucapkan ijab kabul.
" sudah siap". ucap penghulu. Ammar mengangguk.
" Saya nikah kan anak saya Khansa aurelia Ar Rasyid binti Barra Ar Rasyid denganmu Muhammad Ammar bin Muhammad azzam dengan mas kawin kalung permata sepuluh gram dan uang 250 juta di bayar tunai ". ucap barra tegas dengan hentakan tangan yang cukup kuat.
" saya terima nikahnya Khansa Aurelia Ar Rasyid binti Barra Ar Rasyid dengan mas kawin kalung permata dan uang tunai 250 juta di bayar tunai". satu tarikan nafas mampu Ammar ucapkan.
" sahhh....". teriak Khalid. Nini yang ada di sampingnya memukul Khalid.
" bagaimana para saksi."
" sah..." Hamdan sebagai saksi dan ustadz Zaki.
" Alhamdulillah ". ucap beberapa orang ketika kata sah sudah di lantunkan menggetarkan Arsy nya Allah kini dua insan sudah disatukan dalam satu ikatan pernikahan yang sakral.
bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak like komentar serta hadiah ya. terima kasih.
__ADS_1