Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 87. Resepsi


__ADS_3

Rentetan kegiatan rumah sakit sudah di lakukan, kini Ameer dan Khansa makan dalam ruangan seperti biasa. Bercanda dan tertawa berdua kehidupan yang cukup bahagia.


" sayang setelah makan kita jenguk dokter salsabila ya."


" dokter salsabila kenapa kak." tanya Khansa.


" kata dokter Nino semalam masuk rumah sakit ".


" oh semoga lekas sehat." Khansa bersikap dingin ia masih merasa cemburu jika berkaitan dengan dokter salsabila.


" kenapa hemm,,, jika tak mau jenguk juga ngga apa-apa, kalau tak bersama istri ku tak mungkin aku jenguk dia hanya sebatas teman saja. Kita bekerja dalam rumah sakit yang sama, hanya sebagai silaturahmi saja. ". Ameer mengusap kepala Khansa.


" tidak apa-apa kak, nanti Kita jenguk setelah makan."


" tapi kalau cuma bikin istri ku sedih begini ngga jadi jenguk juga ngga apa-apa sayang."


" Khansa yakin sama kakak suamiku tak akan berpaling dari ku."


" tak akan sayang, kakak sangat mencintaimu." Ameer mencium kening Khansa.


" terima kasih kak atas cintamu, meskipun tak terbalas kakak masih tetap mencintai ku". Ucap Khansa mengusap dada suami nya.


" tapi kalau sekarang kakak yakin istriku mencintai ku jadi tak khawatir". Ucap Ameer. Khansa tersenyum benar saja seiring berjalannya waktu rasa cinta pada diri Khansa makin dalam untuk Ameer.


" ya sudah ayo kak kita jenguk sebentar sebelum jam makan siang habis". Ameer meraih tangan Khansa mereka berjalan bersama beriringan.


" Minum dulu obatnya salsa, kamu itu dokter suka bilang sama pasien agar cepat sembuh. Sekarang kamu cepat lah minum dulu sebelum aku paksa". Ucap dokter Nino dari semalam dia tak pulang menunggu salsabila.


" untuk apa aku sembuh dok tak ada yang peduli padaku lagi bahkan orang tua ku."


" ada salsa aku sangat peduli dengan mu jika tidak aku sudah pulang sejak dari tadi". Dokter Nino mendekat kan obat dan minuman.


" kenapa anda tak pulang saja dokter".


" sudah ku bilang karena aku peduli padamu salsabila ".


" assalamu'alaikum ". ucap Ameer mengetuk pintu ruangan Salsabila.


" wa'alaikumsalam". Jawab Nino di dalam.


" dokter Ameer dan mbak Khansa silahkan " ucap dokter Nino.


" gimana dokter Salsabila sudah sehat." tanya Ameer.

__ADS_1


" obatnya tak mau di minum mana akan segera sehat." ucap dokter Nino meletakkan gelas di nakas.


" kenapa, memang sakit apa."


" aku..." suara salsabila tercekat.


" Dokter salsabila kekurangan darah mungkin karena banyak pasien jadi dia kelelahan". Dusta Nino.


" dokter harus banyak istirahat jangan di forsir terus". Ucap Khansa mendekat.


" sudah ku bilang begitu, tapi obat ini tak mau dia minum ".


" minum dokter kasihan dokter Nino sejak semalam menunggu mu, jangan-jangan kalian ada hubungan khusus." ucap ameer. namun Nino hanya garuk-garuk kepala.


" iya kami juga akan segera menikah." ucap salsabila membuat Nino terkejut.


" selamat ya dokter kalian memang pantas bersanding" dokter Nino hanya nyengir saja.


" besok datang ya ke acara resepsi kami, ku harap dokter salsabila lekas sembuh."


" kami akan datang." ucap salsabila.


" makanya ayo di minum dulu obatnya salsa." Salsabila pun akhirnya mau menegak obatnya.


" apa yang kamu katakan tadi sama mereka salsa, tadi kamu menolak ku. apa karena dokter Ameer seseorang yang membuat mu patah hati". Salsabila mendongak ternyata Nino bisa menebak semua ini.


" maaf kan saya dokter Nino, ". Ucap salsabila.


dokter Nino mendekat ia lebih serius dari sebelumnya, netra Salsabila terkunci saat dokter Nino menatapnya lekat.


" Aku akan menerima mu apa adanya salsa, menikah lah dengan ku aku akan hapus hal terpait dalam hidupmu. percayalah kita sama-sama belajar untuk saling mencintai salsa. sekali lagi ku katakan padamu maukah menikah dengan ku salsabila " ucap dokter Nino kembali, salsabila pun tak berkutik bibirnya terasa kelu. Tiba-tiba salsabila mengangguk, dokter Nino lega.


" baiklah ayo lekas sembuh aku akan datangi orang tua mu ." Salsabila tiba-tiba tersenyum dokter Nino bisa menyembuhkan patah hatinya.


__


Resepsi


Begitu tampak mewah hotel milik Hamdan yang letaknya ada di dekat kota sebagai tempat resepsi pernikahan Khansa dan Ameer.


Tampak cantik Ameer dengan balutan tuxedo dan Khansa dengan gaun rancangan sang mertua tak lupa gadis kecil dengan gaun yang senada dengan Khansa.


Acara begitu meriah tak henti-hentinya Gaza tertawa riang, ia terus bermain dengan teman sebayanya.

__ADS_1


" sayang terima kasih". Bisik Ameer.


" terima kasih untuk apa kak, seharusnya khansa yang berterima kasih sudah memberi kebahagiaan untuk Khansa dan Gaza. Kakak lihat, tak hanya kami tapi keluarga besar kita semuanya tampak bahagia kak".


" kalian adalah hidupku sayang." Ameer mengecup tangan Khansa.


Kebahagiaan pun terpancar dari semua nya. Nino dan salsabila benar-benar datang ke acara Ameer dan Khansa mereka mengucapkan selamat untuk sang pengantin.


" terima kasih sudah bisa datang dokter."


" kami memang agendakan untuk datang kemari, selamat dokter Ameer dan mbak Khansa." mereka tersenyum.


Yang hadir sangat banyak hingga membuat gedung itu seperti lautan manusia karena mereka hanya membuat sesi satu kali saja.


" ayah ayo kita nyanyi." ajak Gaza, Gaza menarik ameer hingga ke panggung.


" ayah tak bisa menyanyi sayang". Ucap Ameer ia bingung mau nyanyi apa.


" ikuti Gaza ayah." semua tertawa Gaza menyanyi kan lagu anak-anak, Ameer pun mengikuti meski ia tak bisa. Khansa pun ikut tertawa melihat Ameer dan Gaza.


' mas ammar lihatlah Gaza ia sangat bahagia sekarang memiliki ayah seperti kak Ameer. Gaza sudah besar mas izinkan kami merawat nya seumur hidup kami. Kak ameer sangat menyayangi Gaza dan Khansa mas'. Monolog Khansa dalam hati ia mengusap air matanya yang nampak akan jatuh.


" eh calon istri ku datang juga." ucap Khalid kepada Aulia


" ngaco." ucap Aulia melenggang pergi.


" lihat saja nanti aku akan taklukkan dirimu Aulia." seringai Khalid.


Acara selesai semua lelah, Gaza tak mau di ajak pulang ia mau ke rumah alira bersama Khalid. Ia ingat apa yang Khalid katakan jika adiknya ingin cepat ada Gaza harus sering menginap di rumah Nini nya.


" sayang sini." Ameer menarik Khansa ia lalu memijit kaki Khansa.


" ngga usah kak ".


" ngga apa-apa kakak ingin pijitin kamu sayang." akhirnya Khansa menyerah Ameer memaksanya.


" Kepala Khansa pusing kak."


" ya sudah istirahat sayang, mau minum obat dulu".


" ngga mau tidur saja." lalu tangan Ameer memijit Kepala Khansa.


perlahan terlelap Khansa tertidur , Ameer menarik selimut untuk menutupi tubuh Khansa. Ameer mencium kening nya terlebih dahulu sebelum dirinya juga ikut terlelap.

__ADS_1


__


__ADS_2