
Seperti biasa Ameer akan mampir dulu ke supermarket atau sebuah toko mainan untuk sang putri. Ameer sangat senang jika melihat Gaza tertawa melihat kepulangan nya bersama Khansa dan oleh-oleh yang ia bawa meski hanya permen kaki.
Ameer menghentikan mobilnya di sebuah supermarket yang tentunya itu milik ustadz Barra. mencari tempat parkir yang nyaman untuk mobilnya.
" mau ikut ke dalam sayang." tanya Ameer kepada Khansa yang terasa lelah.
" kakak mau cari apa, Khansa tak ada yang di cari".
" cari sesuatu, mungkin kamu mau cari apa gitu atau cemilan atau lingerie ". Ucap Ameer menahan tawanya.
" ih kakak ". Khansa mencubit pinggang Ameer. Ameer pun akhirnya tertawa lebar.
" kakak benar-benar semalam tak menyangka kamu akan senakal itu sama kakak, tapi kakak suka jangan cuma punya satu beli lagi yuk".
" ah ngga ah itu juga kado dari Mahya ". ucap Khansa jujur.
" tak apa sayang menggoda suami itu berpahala loh, ya sudah kalau tak mau turun tunggu di sini sebentar ya". Khansa mengangguk ia pun tersenyum melihat punggung Ameer lalu masuk ke dalam supermarket.
Satu kantong Ameer bawa masuk ke dalam mobil, boneka kecil berbentuk gajah warna pink ia letakkan di jok belakang. dan satu kantong makanan ringan untuk orang di rumah, memang biasa Ameer membawa cemilan ke rumahnya.
" kakak jangan manjain Gaza terus, boneka nya sudah banyak yang kakak beli untuk nya". Ucap Ameer menghadap suaminya memasang sabu pengaman nya.
" tidak sayang, hanya sebuah boneka saja. Aku senang jika saat kakak pulang meski cuma hanya bawa permen Gaza terlihat bahagia. Giginya yang ompong berjejer rapih menyambut kepulangan ku."
" tapi kakak terlalu memanjakan nya".
" tidak sayang kakak janji Gaza akan tetap menjadi anak bertanggung jawab ". Ucap ameer tersenyum. Seketika ia mengingat apa yang belum Ameer berikan pada Khansa setelah pernikahan nya.
" ini bawalah di dalamnya sudah ada sedikit uang, setiap bulan nanti akan kakak transfer kan buat mu". ucap Ameer menyodorkan kartu ATM untuk Khansa.
" Khansa sudah punya kak, punya mas Ammar uang dari hasil perusahaan pun ada". Kata Khansa ingin menolak.
" itukan uang kalian sayang, kalau ini nafkah dari ku pakailah yang punya ku saja yang lain kamu simpan saja. Suatu saat kita akan membutuhkan nya untuk sekolah Gaza nanti ". Khansa akhirnya menerima nya ia masukkan ke dalam dompet miliknya lalu di masukkan ke dalam tas kerjanya.
Gaza sudah sejak tadi ada di halaman melihat mamang kebun yang sedang menyirami bunga juga menunggu kedua orang tuanya pulang.
" ayah pulang." pekik Gaza riang.
Ameer dan Khansa turun serta membawa boneka gajah untuk Gaza. Gaza pun tertawa ia yakin itu untuk dirinya.
" anak ayah." Ameer langsung meraih Gaza ke dalam gendongannya.
__ADS_1
" ini untuk Gaza ayah." tanya Gaza semangat.
" untuk putri ayah yang sangat cantik ". Gaza tertawa girang.
" cium ayah dulu dong " Gaza mencium ayahnya kedua pipi serta keningnya.
" sudah mandi nak." tanya Ameer menurunkan Gaza dalam gendongannya.
" sudah ayah, Oma cepat-cepat menyuruh Gaza mandi".
" nah gitu dong kan baunya jadi wangi gini, ya sudah main sana ayah sama bunda bebersih dulu ya " Gaza pun mengangguk ia turun dari gendongan ayahnya melerai dan berlari menemui kakek dan nenek yang duduk di teras samping.
" apa itu sayang." tanya azzam sang kakek.
" boneka gajah kakek, ayah yang belikan".
" coba kakek lihat sini". Pintanya..
Gaza mendekat menyerah kan boneka gajah yang lucu untuk nya.
" mirip kamu". Gaza mengerutkan keningnya.
" gemoy nya ". Semua tertawa Gaza pun menutup mulut ikut tertawa.
Ameer dan Khansa naik ke atas untuk bebersih diri seharian di rumah sakit semuanya pasti akan lengket terasa. Khansa menyiapkan pakaian santai untuk suaminya terlebih dahulu.
" mau mandi bareng sayang". Goda Ameer menaik turunkan alisnya.
" kakak dulu saja, Khansa mau beresin ini dulu." Khansa berpaling ia malu-malu saat suaminya menggoda.
" kakak mau di mandiin sama istri kakak".
" kakak,,,, udah sana masuk,". Khansa mendorong tubuh tinggi itu hingga masuk ke dalam kamar mandi, Ameer pun terkekeh melihat wajah malu istrinya.
__
Saatnya mereka akan menempati rumah baru, rumah yang tak jauh dari kediaman azzam. Ameer ingin dirinya dekat dengan orang tua nya, bisa mengawasi mereka dan Gaza pun tak akan kejauhan jika ingin ke rumah kakek nya saat ia bekerja.
" bagaimana sayang sudah siap semua". Tanya Ameer.
" sudah kak semua sudah Khansa masukkan." Ameer mengusap kepala Khansa terlebih dahulu sebelum beranjak keluar kamar.
__ADS_1
" terima kasih ya sudah mau berjuang bersama kakak." ucap nya.
" khansa yang berterima kasih kak sudah menerima Khansa yang Jan..." Ameer menutup mulutnya tak ingin ungkapan kata janda terucap lagi.
" jangan katakan itu lagi, kamu istriku yang aku cintai sayang." Ameer memeluk Khansa merasa perih mengingat kata janda karena itu akan mengingatkan sosok Ammar kembali.
Rumah dengan lantai dua aksen minimalis modern namun sebenarnya dalamnya cukup besar. Gaza turun sembari berlari masuk ke dalam mencari kamar yang sudah ia tentukan sebagai kamar miliknya.
" wah bagus sekali ayah ". Gaza melihat kamarnya yang sudah Ameer lukis seperti kamar seorang anak-anak.
" berani Bobo sendiri sayang". Gaza mengangguk.
" ayo kita liat kamar kita sayang". Ajak Ameer kamar yang letaknya ada di samping kamar Gaza.
Agar mereka bisa mengontrol Gaza saat tengah malam jadi Ameer memilih kamar nya berdampingan dengan kamar Gaza.
" suka tidak ." tanya Ameer merangkul pundak Khansa masuk ke dalam kamar utama nya.
" suka kak makasih ya." Ameer mengangguk.
mereka lalu masuk menata beberapa barang bawaan mereka. sudah langsung ada art bibik Yuli dan mang Asep pasangan suami istri yang merantau ke kota.
" sayang lusa kita adakan resepsi ya di hotel milik om Hamdan".
" tapi jangan hotel yang sama kak". Ucap Khansa tak ingin mengulang kenangan ammar.
" tidak kita di hotel yang dekat pantai saja ." Khansa mengangguk.
" maaf ya kak aku yang selalu mengingat kak ammar ". .
" tak apa sayang dia juga kakakku, takdir yang tak berpihak kepadanya. Dia sudah tenang di sana apalagi melihat mu dan Gaza bahagia ". Ucap Ameer memeluk Khansa ia tau Khansa sedih mengingat mendiang suaminya.
" iya kak, Khansa sekarang benar-benar sudah ikhlas. Sekuat apapun kita meminta semuanya milik Allah dan akan kembali kepada Allah jua."
" iya sayang kita cukup tetap beribadah kepadaNya ". Khansa memeluk lagi suaminya.
" ayah bunda, Gaza juga mau di peluk ". Gaza menyempil di antara mereka.
" begini ni nasibnya baru aja satu anak bagaimana kalau sebelas anak nyempil semua." Khansa tertawa di ikuti Gaza yang tak mengerti apa-apa, Ameer hanya bercanda sejati nya dia senang dan bahagia.
__
__ADS_1