Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 27. bertemu


__ADS_3

Ameer sudah resign dari kampus karena sebentar lagi berangkat, bunda dan ayah nya sibuk menyusun acara pernikahan Ammar. tak ada yang tau berapa sakitnya hati Ameer saat ini, ia benar-benar seperti tak ada semangat bahkan senyuman yang di layangkan nya pun terpaksa.


" kak nanti antar aku ke mall ya." ucap azkiya.


" mau ngapain dek".


" plis dong kak, aku mau cari sandal buat besok acara kak Ammar". ucap azkiya merayu kakaknya agar mau mengantar.


" Jam berapa."


" sepuluh ngga siang-siang kak biar bisa lama belanjanya".


" ya sudah cepat ganti baju sekarang aja kakak ngga mau Zuhur nanti belum sampai rumah." ucap Ameer.


" Nak jadi ke mall". ucap Bunda sembari berteriak.


" jadi bunda sama kak Ameer ". teriak azkiya yang berlari berganti pakaian.


" belikan kakak mu Ammar sekalian ya sepatu yang cocok untuk akad nikah, ukurannya sama dengan kak Ameer biar kak Ameer nanti yang cobain. kalau kakakmu Ammar bunda suruh ia tak akan mau."


" siap bunda, " jawab azkiya yang kini sudah siap dengan jilbab pasmina nya.


" ayo kak." aja azkiya.


Ameer lalu pergi dengan azkiya, mall tak jauh dari rumahnya. begitulah azkiya tak pernah di izinkan pergi sendirian karena dia perempuan. Azkiya sedang memilih yang dia mau, lalu Ameer memilihkan untuk Ammar sepatu yang cocok.


Bugh


Ameer tertabrak seseorang ketika masih memilih ia langsung menoleh siapa.


" maaf saya tak sengaja tadi mundur ngga tau ada anda." ucap wanita cantik.


" khansa." ucap ameer.


" pak Ameer sedang apa". tanya Khansa, melihat senyum Khansa dan suaranya Ameer meleleh lagi hatinya.


' begitu indah ciptaan Mu ya Allah '. monolog Ameer dalam hati.


" pak.." Khansa memanggil lagi ketika mendapati Ameer terbengong.


" maaf saya kaget saja ketemu calon pengantin di sini," Ameer memecah suasana.


" pak Ameer bisa saja".


" saya lagi belanja sama azkiya ini juga sedang Carikan sepatu buat kak Ammar. bisa minta tolong pilihkan". ucap Ameer. dekat begitu saja membuat hati Ameer senang.


" Kakak mu suka yang model seperti apa pak."


" jangan panggil saya pak lagi dong sebentar lagi saya jadi adik ipar kamu". mengatakan adik ipar membuat hati Ameer terasa perih.

__ADS_1


" saya belum terbiasa, merasa masih berada di kampus anda sebagai dosen saya." ucap Khansa, biasanya Khansa sedikit bicara jika bersama lawan jenis tapi saat ini entah apa yang membuat dia banyak bicara.


" panggil saja saya Ameer supaya lebih akrab ".


" baik Ameer". khansa terkekeh lidahnya merasa kaku.


" dari tiga model ini saya bingung mana yang cocok untuk kak Ammar." ucap Ameer memberitahu tiga modelnya.


khansa lalu memilih mana yang lebih bagus, Ameer terus menatap Khansa yang sedang memilih lalu ia istighfar ingat jika akan menjadi istri kakaknya.


" ini seperti nya cocok untuk pengantin kalau yang ini cocok untuk mu kak Ameer ". Ameer melihat ia senang Khansa juga memilihkan untuk nya.


" baik lah terima kasih ya Khansa, aku doakan sakinah mawadah warahmah bersama kak Ammar ".


" aamiin terima kasih doanya kak Ameer." khansa tak bisa memanggil dengan nama akhirnya ia tambah kan kak di depan nya.


" mba sudha selesai belum." tanya Khalid yang baru saja datang ia sedang memilih sesuatu di sebelah sana.


" sebentar lagi".


" Lo malah pacaran ". ucap Khalid melihat kakaknya bersama sosok yang kemarin mengkhitbah nya.


" hus ini kak Ameer bukan kak Ammar Khalid kami tak sengaja bertemu di sini, ia dosen kakak". ucap Khansa


" oh beda ya, masih bingung Khalid cara bedakannya ".


" oh iya beda kak Ammar lebih serem ".


" Khalid..." tegur Khansa. Ameer terkekeh.


" kak Ammar itu aslinya baik penyayang dia hanya saja begitu sifatnya lebih dingin serius tapi jangan khawatir kakakku itu penyayang banget kok. ". ucap Ameer. khansa tersenyum mendengar penjelasan Ameer.


" kak udah belum." azkiya muncul.


" udah dapet calon istrinya yang pilihin ".


" kak Khansa ". ucap azkiya ia Salim.


" kamu lagi cari apa dek".


" cari sandal mau di pakek pas acara nanti".


" oh bagus ini." azkiya nyengir yang ia beli tak kaleng-kaleng seharga satu juta lima ratus.


akhirnya mereka pamit satu sama lain, Ameer sejenak hilang rasa sakitnya apalagi dia berbincang sebentar dengan Khansa. Melihat Khansa terlihat bahagia iapun ikut bahagia juga, Khansa akan menjadi kakak iparnya.


Mahya dengar dari abinya jika Khansa akan menikah tanggal 5 bulan depan. tampak Khansa kesal kenapa Khansa tak memberitahu nya. Mahya akhirnya datang ke rumah Khansa meminta pertanggung jawaban karena ia tak di beri kabar langsung sama calon pengantin.


" eh nak Mahya." ucap bibik setelah membukakan pintu.

__ADS_1


" khansa mana bik".


" ada di atas baru pulang belanja Sama nak Khalid".


" Mahya ke atas ya bik." bibik mengangguk.


Mahya langsung mendorong pintu kamar Khansa, Khansa sedang menyusun barang-barang yang baru saja ia beli tadi.


" astaghfirullah Mahya kenapa tak ketuk dulu bikin aku kaget saja". ucap Khansa.


" Awas kamu ya kenapa kamu tak kabari aku sih. diam-diam mau menikah dasar penghianat." ucap Mahya.


" maaf Mahya belum sempat semuanya memang serba mendadak karena Khalid mau pergi ke Kairo jadi di percepat sama Abi."


" aku benar-benar kesel saat Abi di beri kabar sama ustadz barra si suruh mengisi pengajian acara kamu lusa."


" maaf bener aku Mahya, sahabat ku Dateng ya ke acara pernikahan ku".


" ogah males." Mahya sewot ia pura-pura marah


" Mahya sahabat ku yang cantik, aku mau menikah tanggal 5 besok tolong dengan sangat kamu dampingi aku". ucap Khansa merajuk. mahya melirik Khansa ia ingin tertawa jarang sekali Khansa merajuk seringnya dia yang merajuk.


Mahya lalu langsung memeluk Khansa erat, ia menitikkan air mata jelas air mata bahagia.


" aku ngga nyangka kamu akan cepat menikah seperti ini".


" harus bagaimana jodohnya sudah dekat Mahya aku tak bisa menolak apalagi Abi mengizinkan". ucap Khansa mengusap air mata Mahya.


" siapa calon suamimu Khansa".


" pak Ammar saudara kembar pak Ameer".ucap Khansa


" pak Ammar si dingin itu cuek bebek, kenapa kamu tak pilih pak Ameer saja Khansa".


" hus yang khitbah aku pak Ammar bukan pak Ameer tak mungkin lah, ini bukan pilihan tapi jodoh sudah di atur mahya". majya tersenyum.


" berati pak Ameer untuk ku saja ya." Mahya tersenyum jahil.


" ya semoga kalian berjodoh". Mahya justru tertawa.


" pak Ameer itu ramah seperti apa ya tipe calon istrinya" tanya Mahya.


" mana ku tahu, dia juga mau lanjutin spesialis nya ke Amerika".


" iya aku dengar dia udah resign untuk ngga mengajar".


" aku capek Mahya rebahan yuk." akhirnya keduanya berbincang sembari rebahan


bersambung

__ADS_1


__ADS_2