Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 11. Aisyah selalu khawatir


__ADS_3

Ammar sibuk sekali dengan pekerjaan nya di kantor, semenjak kantor ia ambil alih kepemimpinan nya banyak sekali perusahaan yang ingin bekerja sama dengan nya. Ammar belajar dari om nya Hamdan sang pengusaha sukses sejak muda. Ammar dan Ameer mempunyai sifat berbeda juga mempunyai kesenangan yang beda.


" Pasti bunda akan marah jika aku pulang malam lagi". gumam Ammar masih berkutat dengan laptopnya.


Di rapihkan nya berkas-berkas di meja kemudian ia masukkan laptop di tas nya. Ammar berjalan cepat karena senja sebentar lagi akan tenggelam. ia pasti takut jika bunda nya tidak ridho.


" Saya kira anda akan lembur lagi pak". tanya security yang berjaga.


" tidak pak saya mau pulang bunda sudah menunggu". security pak Maman itu tersenyum.


" seneng ya pak bos masih punya orang tua yang memeperhatikan, saya sudah dari SD di tinggal ibu saya."


" Alhamdulillah pak Allah masih memberi kesempatan saya untuk berbakti".


" iya pak bos mumpung orang tua masih ada bahagia kan beliau pak." Ammar tersenyum yang jarang sekali ia lontarkan kepada karyawan nya, tapi entah kepada pak Maman ia bisa tersenyum seperti itu.


" terima kasih pak atas nasehatnya insyaallah saya akan selalu nurut sama orang tua saya." pak Maman membalas senyum. Ammar kemudian pamit pulang takut sampai rumah senja sudah tenggelam.


Ammar melajukan mobilnya cepat takut Maghrib belum sampai rumah, bunda nya pasti akan menghubungi nya terus. Ia lega jalanan sudah lenggang tak macet lagi.


" kenapa bunda duduk sini, dari tadi mondar mandir".


" Ammar kok belum pulang sih mas, apa lembur lagi." Aisyah merasa gelisah.


" Kenapa sekhawatir itu sayang, Ammar sudah dewasa tak perlu risau ia pasti tau kapan saatnya pulang. Ameer saja pulangnya pagi bunda ngga khawatir". ucap Azzam.


" Beda dong mas, Ameer memang pekerjaan nya begitu tapi dia kan pakai sift tadi siang di rumah. sore memang harus dinas sama jadwalnya seperti ayah, bunda sudah hafal. berbeda sama Ammar mas, Ammar dari pagi seharusnya jam kantor sore habis ashar itu sudah pulang." ucap bunda lalu duduk di samping Azzam.


" kamu tuh begitu selalu khawatir berlebihan sama anakmu". Azzam mengusap kepala Aisyah.


" Namanya seorang ibu mas, "


" tapi jangan begitu khawatir sayang, Allah itu mengikuti prasangka hambanya Lo. doakan saja anak kita semoga ia selamat sehat hingga sampai rumah." Aisyah terdiam mungkin benar Aisyah terlalu khawatir dengan anak-anaknya.


" maaf mas".

__ADS_1


" sudha sekarang bunda doakan keselamatan Ammar semoga cepat pulang, batin seorang ibu pasti terasa pada Ammar ". Aisyah mengangguk ia lalu memejamkan mata dan berdoa dalam hati.


Suara deru mobil terdengar Aisyah langsung melihat mobil siapa yang pulang, senyum mengembang ternyata Ammar sudah sampai di rumah sebelum adzan Maghrib berkumandang. Aisyah langsung berdiri menyambut anak sulungnya itu.


" assalamu'alaikum bunda."


" wa'alaikumsalam nak". Ammar langsung mencium tangan ibunya tak lupa kecupan untuk sang ibu. meski sikap nya cuek dingin tapi jika sama Bunda nya Ammar tidak seperti itu.


" ngga lembur lagi nak." tanya azzam sang ayah.


" sebenarnya pekerjaan Ammar banyak ayah tapi takut bunda khawatir lagi jadi pulang saja." ucap Ammar.


" bekerja ya bekerja nak tapi saat nya pulang kamu juga harus pulang, harus ada waktu untuk keluarga mu. Keluarga di atas segalanya nak, apa kamu ngga kasihan melihat bunda yang selalu khawatir begini ".


" maaf bunda ayah, Ammar masih berusaha membangun perusahaan kembali, kali ini kepemimpinan Ammar yang pegang jadi Ammar harus bekerja keras ".


" iya nak bunda tau tapi kamu harus ingat waktu, tak boleh terlena dengan sibuknya dunia nak. Hingga kamu lupa ada hak untuk tubuh mu juga, ia butuh di istirahat kan". jelas Aisyah agar Ammar bisa memprioritaskan mana yang dulu lebih berhak.


" iya bunda". ucap Ammar lalu ia pamit naik ke atas untuk bebersih.


Azzam mengusap punggung Aisyah ia tak mau istrinya mengekang anaknya sesuai dengan keinginan nya. Kehidupan anak zaman sekarang berbeda meski Ammar itu penurut dengan ucapan orang tua nya tapi yang namanya seorang anak pasti ia juga ingin punya kebebasan untuk berkarya.


" Maaf mas, aku terlalu khawatir ". Azzam lalu merangkul bahu istrinya lalu di usap-usap agar tenang.


__


Dengan motor bebek nya Abah datang sebelum adzan Maghrib berkumandang. Pastilah Khalid yang begitu antusias menunggu sang aki, ia senang karena aki meski suka banyol tapi nasehat nya sangat di nanti oleh cucunya. Senyum Khalid mengembang melihat akinya datang, meski sudah tua masih kuat bawa motor gonceng emak pun masih bisa.


" jagoan aki sudah siap-siap nih". tanya aki menghampiri Khalid setelah mengucap salam.


" iya aki, Khalid mau adzan ke masjid sebentar lagi Maghrib ".


" hebat cucu aki, ya sudah sana aki masuk dulu nanti nyusul sama Abi mu".


" siap aki, ". Abah mengusap kepala cucunya yang kini sudah besar.

__ADS_1


" masyaallah mantan pacar emak datang". alira, Barra serta Khansa menoleh suara emak yang melengking. semuanya tertawa yang di maksud emak ternyata Abah. Ketiganya sempat berfikir siapa mantan emak, yang ada security sama tukang kebun laki-laki di sini.


" Baru berapa jam Mak sudah rindu sama Abah".


" pasti lah bah, ." emak terkekeh.


" aki sehat." tanya Khansa.


" Alhamdulillah sehat dong macam Al Ghazali " Khansa tergelak tawa.


" memang aki Khansa tak ada duanya." Abah mengangkat kerah kokonya. semuanya tertawa lagi, lalu mereka semua Salim. kedatangan kedua orang tuanya membawa kebahagiaan di rumah Barra.


" cucu aki sudah gadis ni, sudah punya pacar." tanya aki.


" abah..." tegur alira. Abah terkekeh.


" Kata Abi pacaran itu haram aki tak boleh ".


" eh siapa bilang ini Nini mu mantan Abah". mata alira menyorot tajam.


" boleh pacaran Khansa tapi setelah menikah ya, pacaran halal." ucap Abah menerangkan.


" Abah kenapa ngomongin pacar sama cucu emak."


" Khansa itu sudah dewasa Mak pasti ia tau mana yang benar dan salah. buktinya itu tau jika pacaran itu ngga boleh dalam agama kita karena itu menjerumuskan kita dari dosa, tapi pacaran setelah menikah itu boleh Khansa. ".


" tapi Khansa kan belum mau menikah Abah." kata emak.


" siapa tau jodohnya sudah dekat iya kan".


" hus Abah sudah Khansa masih mau sekolah belum ada juga jodohnya".


" maaf Abah cuma senang liat cucu Abah jadi gadis cantik gini, mau Abah jodohiin Khansa".


" Abah ". emak dan alira melotot tajam tak senang dengan ucapan abahnya. Abah dan Barra pun terkekeh melihat dua wanita punya pemikiran yang sama.

__ADS_1


Pembicaraan berhenti karena suara Khalid yang sedang adzan terdengar. Abah dan Barra lalu ke masjid sedangkan ketiga perempuan berjamaah di rumah.


bersambung.


__ADS_2