
Terdengar suara adzan di lantunkan ke telinga kanan dan Iqamah di telinga kiri sang bayi. Bayi yang berperawakan tampan telah lahir dari darah daging Ameer. Semua nampak bahagia, orang tua Ameer dan orang tua Khansa berkumpul untuk menyambut anggota baru di keluarga mereka.
" ayah...." terlihat Gaza berlari setelah Fauzan menjemputnya di sekolah.
" iya sayang..." Ameer langsung mencium anak gadisnya itu.
" ayah, bunda sakit ya." Gaza menelisik semua yang ada di sana tapi ia merasa aneh kenapa ada bayi kecil di gendongan Nini nya.
" itu siapa ayah." tanya Gaza polos pada sang ayah.
" coba tebak itu siapa." Gaza mendekat melihat lekat bayi mungil itu.
" Hidungnya mirip Gaza, matanya mirip ayah, bibirnya mirip bunda." Gaza lagi ngarang, semua tertawa.
" ini adik Gaza kan, ye.... Adik Gaza..." Gaza berteriak saking senangnya, semua ikut tertawa melihat kegembiraan Gaza.
" Gaza senang." tanya Ameer.
" iya ayah, nanti bikin lagi ya ayah". Semua tertawa.
" memang mau adik berapa ".
" dua saja ayah laki-laki semua, Gaza ngga mau ada yang lebih cantik dari Gaza. Cukup putri Gaza saja." semua tertawa mendengar celotehan Gaza.
" cuci tangan dulu kalau mau pegang adik ya sayang". Gaza lalu berlari ke toilet ia mencuci tangan nya.
Nampak keluarga begitu bahagia hari ini, karena Khansa lahiran dengan keadaan normal boleh pulang saat sore itu juga. Dokter Mala memeriksa keadaan Khansa dan di perbolehkan untuk pulang karena yakin ada dokter Ameer sebagai pendamping sang istri.
__
Khansa membereskan pakaian bayi nya, ia susun di keranjang bayi. Lemari kecil yang letaknya tak jauh dari ranjang.
Jangan di tanya di mana Gaza ia tak mau jauh dari adik kecilnya. Ameer melihat sang istri dari tadi tak mau berhenti mengerjakan aktivitas nya
" sayang istirahat dulu, kamu sejak tadi tak istirahat loh apa tidak lelah." Ameer meraih pakaian-pakaian kecil yang ada di tangan Khansa.
" iya kakak sayang suamiku, kalau berhenti aku ngantuk kak."
__ADS_1
" tak apa-apa tidurlah nanti ku bangunkan saat Gani minta susu."
" Gani..." Khansa mengerutkan keningnya nampaknya ia belum memberi nama untuk bayinya.
" iya aku mau beri nama Gani saja".
" tak apa kak, apapun namanya yang penting dia jadi anak Soleh".
" Amin ". Khansa akhirnya merebahkan tubuhnya rasanya dirinya sangat lelah memang. Apalagi melahirkan yang sangat mendadak membuat dirinya benar-benar berjuang untuk melahirkan Gani.
" kak kita akan buat syukuran kapan".
" nanti tujuh hari saja kita akikahan ya sekalian syukuran juga".
" undang anak yatim ya kak."
" iya sayang itu sudah menjadi tradisi di keluarga kita."
" yang mengisi pengajian siapa ya kak kira-kira, ngga mungkin kan Abi atau kakek." Ameer terkekeh.
" iya kita cari yang lain saja."
" oh iya ada dia ustadz muda , ngga apa-apa kakak setuju saja." ucap Ameer ia lalu berjalan menuju anak-anak nya.
" gazaa tidur sayang sudah malam."
" bobo sini ya ayah, Gaza mau jagain adik".
" iya tapi ngga boleh dekat adik, kalau Gaza menggeliat bisa-bisa adik ke tendang sama Gaza. Ayah ambil kasur ya kita tidur di bawah, biar bunda dan adik yang di atas."
" iya ayah, Gaza ngantuk ". Sudah jam 10 malam wajar saja gaza sudah mengantuk.
" tidur sayang sudah malam." Ameer mengecup kening Khansa, Khansa tersenyum ia merasa bahagia memiliki ameer yang begitu mencintai nya.
" terima kasih kak". Khansa menahan tangan Ameer yang bergegas pergi menemani Gaza tidur di bawah.
" iya sama-sama Kakak yang makasih padamu sudah berjuang demi anak kita".
__ADS_1
" Khansa berterima kasih tanpa kakak yang selalu mengutamakan khansa, khansa tak akan lebih bahagia sekarang kak". Ameer tersenyum kemudian ia merebahkan tubuhnya di sisi Khansa, memeluk Khansa supaya lekas tidur.
" tidur ya sayang sudah malam". Khansa pun memeluk erat Ameer.
__
Tujuh hari sudah saatnya mengadakan syukuran kecil-kecilan, dengan memotong dua kambing juga seluruh keluarga besar berkumpul ikut berbahagia.
Gaza si gadis kecil itu tak pernah mau jauh-jauh dari adiknya, ia menunggu di Samping bundanya. Baginya orang asing tak boleh memegang adiknya.
Acara khidmat pengajian di isi oleh ustadz Fahri, semua seksama mendengarkan mereka nan Fahri bisa membawa suasana menjadi hidup.
" adiknya buat Tante ya". goda Hafsah kepada Gaza.
" ih jangan Tante, Tante bikin sendiri saja ." Hafsah melongo.
" yuk bikin yuk". ucap Alif .
" issshhh.... Ogah " semua terkekeh.
" Cepat lulus dong Hafsah kita bikin adik bayi". Hafsah berlalu saja ia kesal sama Alif.
Tak ada yang tak bahagia hari itu, semua turut bahagia dengan kehadiran anggota baru di keluarga Barra. Sosok yang akan menjadi penerus ayahnya.
Potret kebahagiaan terpampang, semua mengambil posisi masing-masing agar terbidik kamera. Sang bayi di gendong oleh Khansa dan Gaza di gendong oleh Ameer.
Perjalanan Khansa menapaki kehidupan nya mendapatkan cinta laki-laki yang tulus. Bahkan Ameer sosok laki-laki yang tak pernah melihat dari mana sosok Khansa, cintanya bertahun-tahun akhirnya berbuah manis.
Ameer bisa menjaga Khansa dan Gaza sekaligus kini di tambah satu anggota baru di tengah-tengah keluarga nya. Hanya Khalid yang tak hadir ia hanya melihat kebahagiaan keluarga nya lewat handphone video call.
Khalid juga turut bahagia di saat dia pulang nanti sudah ada Gani sang keponakan. Khalid melanjutkan s2 nya di Mesir seperti impian nya menjadi seorang ustadz seperti abinya.
Acara selesai hingga sore hari.
__________________Tamat____________________
Sekian ya cerita " Cinta Untuk Khansa". Sudah on going cerita tentang Khalid dengan judul "Bait-bait doa Ustadz Khalid ". Silahkan membaca novel Fenitri Azzukhruf selanjutnya.
__ADS_1
Terima kasih banyak atas dukungannya untuk pembaca setia Fenitri Azzukhruf.
Salam sayang selalu dari othor ❤️❤️❤️.