
Seperti janjinya semalam jika ammar akan mengajak Khansa untuk jalan-jalan. Khansa begitu sangat senang setelah dari Swiss ammar sibuk dengan pekerjaan nya. Pagi itu hari libur ammar lari pagi mengelilingi rumahnya dan Khansa sedang menyiapkan sarapan.
Senyum terukir dari bibir Khansa ketika melihat suaminya yang penuh dengan keringat. Meskipun badannya di hujani dengan keringat ammar justru terlihat sangat seksi menurut Khansa. Postur tubuhnya yang sangat atletis lebih besar dari tubuh Khansa dan jika ammar memeluk khansa ia pun tidak terlihat tenggelam dalam pelukan ammar.
Khansa membawa minuman juz melon dan cemilan cake yang di buat bibik kemarin. Ammar lalu berhenti dengan aktivitas nya menghampiri khansa yang sedang duduk menunggu sang suami. Ammar kemudian duduk meraih minuman yang ada di tangan Khansa.
" enak siapa yang bikin sih". Tanya ammar.
" Khansa mas, bibik kan izin ngga masuk hari ini". Ucap Khansa selalu tersenyum.
" pantas enak manis kayak yang bikin." ucap ammar, Khansa pun merona wajahnya.
" Cobain ini mas tapi ini bikinan bibik kemarin." kata Khansa menyodorkan cake berwarna coklat itu.
" ini juga enak manis apalagi di tambah liat kamu jadi tambah manis".
" mas bisa ngegombal juga ya". Khansa terkekeh.
" emang nya kalau wajah serem gini ngga bisa apa gombalin istri, aku juga bisa loh". Khansa makin tertawa.
" sudah belum olahraga nya mas, sarapan yuk Khansa lapar mas." ucap Khansa.
" kalau lapar makan dulu aja sayang."
" ngga ah mau bareng mas aja, ngga enak makan sendirian mas." ucap Khansa cemberut berharap tetap bisa selalu romantis sama suaminya.
" ya sudah mas keringkan dulu keringat nya kamu tunggu di meja makan ".
" mas ngga mandi dulu mas." tanya Khansa.
" ya mandi dulu ngga enak juga makan masih bau keringat ".
" Khansa siapkan pakaian nya ya mas juga air." Ammar mengangguk ia lalu mengekori Khansa untuk naik ke atas.
Setelah selesai Khansa izin turun untuk siapin sarapannya pagi, mereka memang berencana pergi hanya untuk sekedar jalan-jalan keluar. Itulah sosok perempuan bagaimana pun tabiatnya senang kalau di ajak suaminya jalan meski hanya buat beli es Doger dan somay doang.
Ah ini mah penulis wkwkwkwk.
__ADS_1
Ammar turun setelah selesai. Khansa sudah menunggu di bawah, di tuangkan nya air oleh Khansa karena sebelum makan ammar kebiasaan minum satu gelas air. Mereka sarapan bersama dengan kadang-kadang saling tatap dan senyum.
" Kita pergi ke mall ya belanja pakaian, mas belum pernah belikan kamu pakaian".
" ngga apa mas pakaian Khansa juga sudah cukup kan umi desainer."
" tapi mas belikan kamu di lain tempat ngga apa-apa kan, takutnya kalau beli di toko kamu mas ngga boleh bayar sama umi jatuhnya mas ngga jadi belikan kamu pakaian dong". Kata ammar.
" ya oke boleh kita ke mall selatan saja mas ".
" iya mas juga mau beli pakaian santai buat di rumah sama pakaian olahraga ku sudah pada lusuh". Khansa mengangguk tersenyum senang.
" kamu kenapa dek" tanya ammar.
" ngga apa-apa mas" ucap Khansa yang memegang perutnya yang berasa enek.
Khansa membersihkan meja makan lalu mencuci piring yang sudah mereka pakai tadi sedang kan ammar bersiap-siap untuk berangkat ia sedang memanasi mobilnya terlebih dahulu. Beberapa kali Khansa memejamkan mata perutnya terasa enek mulai mual mau ingin muntah.
Pernikahan yang sudah berjalan tiga bulan lamanya dan selama itu cinta pun turut mengiringi keduanya. tak di sangka ammar yang bersikap dingin kini ia bisa manis juga terhadap Khansa istrinya. Khansa bersyukur pernikahan nya berjalan dengan yang ia harapkan.
" sudah belum sayang." teriak ammar yang sudah menunggu di depan.
" Kamu kenapa dek dari tadi mejemin mata terus lagi nahan apa ". tanya ammar.
" mas boleh ngga kaca mobilnya di buka dan AC nya di matikan, bau AC bikin Khansa mual mas".
" tumben sayang kamu masuk angin ya".
" ngga tau mas cuma bau AC ini kok bikin Khansa eneg".
" Padahal kemarin udah mas cuci sudah kasih parfum wangi gini mobilnya".
" aduh mas Khansa mau muntah ". Khansa memegang mulut dan perutnya.
" mau turun dulu atau gimana, mas belikan tolak angin ya sayang "
" ngga mas buka aja kaca mobilnya, kebetulan Khansa bawa permen tadi." Khansa lalu membuka permen nya untuk di masukkan ke dalam mulut, ammar membuka kaca mobil hanya dengan menekan tombol.
__ADS_1
" gimana masih berasa bau."
" mendingan mas, Khansa suka udara luar saja lebih segar ". Ammar tersenyum mengusap kepala istrinya sesekali mengecup tangan Khansa sembari menyetir.
__
Hari libur sesuai janji Khalid akan menelepon Nini nya dan memetik gitar untuk bernyanyi bersama. Terlihat video call Khalid yang sedang memainkan gitar sembari bernyanyi dan ada Nini manggut-manggut ikutin nyanyian Khalid meski entah seperti apa nyanyian Nini. Sebenarnya aki sejak tadi sudah memegang perutnya ingin tertawa tapi ia tahan takut kena pukul Nini.
" itu nyanyian apa sih Khalid ". Tanya Nini .
" aku kira Nini bisa tadi." Khalid sembari terkekeh.
" ya bisa ikutin kamu nyanyi". ngga mau kalah tetep Nini.
" untuk mu aku bertahan ni lagunya anak muda zaman Sekarang "
" pantas Nini tak tau ".
" ya sudah Nini mau nyanyi apa*.
" burung kakak tua saja kalau ini Nini hafal". Khalid hanya mengacungkan jempolnya saja ia senang membuat Nini nya senang.
" yaelah Emak anak TK mah juga hafal". Ucap aki.
" ya bairin Abah yang penting kan emak mau nyanyi". Abah geleng-geleng kepala saja tapi ia tetap duduk di sana bersama emak untuk mendengarkan lagunya.
Meski usia sudah senja begitulah Abah apapun yang emak lakukan ia selalu menemani emak. Meski suara emak entahlah jika di dengar bikin perut mules tetep Abah setia mendengar kan. Ya ampun Abah mah tetap mesra sama emak kini mereka tinggal di rumah Alira karena Abah sudah tak boleh terlalu lelah lagi dan emak udah ngga jahit karena matanya yang sudah tak jelas untuk melihat jarum dan benang.
Alira mengusap air matanya ia bahagia bisa membersamai kedua orang tuanya. Barra yang melihatnya lalu mendekat lalu memeluk alira dan mengecup kepala nya.
" jangan nangis sayang". Ucap barra
" Nangis bahagia mas, emak dan Abah sehat kembali. alira bisa membersamai mereka, alira cukup senang." ucap Alira melerai pelukannya.
" Alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan untuk kita berbakti."
" makasih ya mas sudah mau menerima emak dan Abah tinggal di sini."
__ADS_1
" sayang ini kewajiban kita untuk merawat orang tua selebih di masa senjanya. Melihat mereka bahagia mas juga bahagia apalagi istri mas ini juga bahagia." Kembali alira memeluk tubuh suaminya. Meski usia barra sudah cukup senja namun tubuhnya tetap atletis karena ia menjaga pola makan dan tetap olahraga teratur.
__