Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 30. Ammar mulai banyak bicara


__ADS_3

Di dalam satu kamar yang sama, keduanya adalah hal pertama kali mereka saling bicara berdua. Canggung ia, bingung ia, itulah Ammar dia bingung apa yang harus ia lakukan setelah ini. rasanya ia benar-benar belum siap. itulah yang Ammar takutkan pertama kali bersama istri apa yang akan menjadi bahan pembicaraan untuk nya.


Ammar merasa bodoh gitu saja ia tak bisa, Ammar lalu menyandarkan kepalanya di kepala ranjang ia duduk Khansa sedang merapikan pakaian Ammar ke dalam lemari nya. Sebenarnya yang di rasakan Khansa sama masih bingung apa yang harus ia obrolkan sekarang. Menunggu Ammar untuk bicara itu pasti tak mungkin Ammar tipe orang bertanya jika perlu saja.


" Mas sudah lapar belum". pertanyaan yang konyol juga sih padahal siang tadi sudah makan ini belum saatnya makan malam.


" belum..." fix hanya itu jawaban Ammar ia sibuk dengan gawainya, sebenarnya bukan itu tapi hanya mengalihkan saja.


" mau cemilan Khansa ambilkan ya". Ammar tak menjawab ia menoleh kepada Khansa, tatapan mereka bertemu cepat-cepat Ammar menunduk.


" mau mas". tanya Khansa lagi.


" buah saja kalau ada, aku tak suka cemilan "


" kenapa takut gemuk ya ". Khansa terkekeh.


" bukan memang tak suka saja bikin kotor kalau makan di kamar." ucap Ammar mengeluarkan suara nya, Khansa senang dengan banyaknya kata-kata Ammar yang keluar dari mulutnya.


" ya sudah Khansa ambilkan ya." Ammar mengangguk tanpa menoleh kepada Khansa takut baper.


Duh Ammar, Khansa udah halal loh ngga hanya di liatin saja di apa-apa in juga boleh... hehehe...


__


Khansa turun dengan senyum mengembang mengingat Ammar yang bersikap dingin dia malah suka. entahlah pikiran Khansa makin menari-nari mengingat sang suami.


" idih pengantin baru senyum terus". goda Khalid.


" apa sih dek, apa mbak harus cemberut terus." ucap Khansa yang sebenarnya malu ketauan Khalid lagi senyum sendiri.


" kenapa turun, perasaan tadi udah turun mbak". tanya Khalid tadi liat Khansa turun buat wedang jahe.


" mau ambil buah buat cemilan". ucap Khansa.

__ADS_1


" semenjak kapan mbak suka buah". ucap Khalid, yang ia tau Khansa itu demen ngemil.


" bukan buat mbak buat mas Ammar".


" oh..." Khalid lalu berlalu untuk jalan ke belakang.


" kenapa tadi ngga tanya apa kesukaan buahnya, aduh bodoh juga aku. aku bawakan semuanya deh". gumam Khansa di dapur. setelah selesai Khansa membawanya ke atas dengan segelas air putih juga.


Ceklek


di bukanya pintu oleh Khansa, ia melihat Ammar masih dengan posisi yang sama. karena setelah ashar di larang tidur Ammar berusaha untuk terjaga.


" buahnya mas." ucap Khansa menyodorkan beberapa potong buah apel dan pir ada anggur juga.


" terima kasih dek." Ammar langsung melahapnya tanpa menghiraukan Khansa yang sebenarnya juga mau.


' ya ampun di makan sendiri '. batin Khansa.


Ammar merasa di perhatikan terus sama Khansa, ia kikuk sih.


" mas maaf Khansa boleh tanya". Khansa sebenarnya geregetan karena selalu dia dulu yang punya ide untuk bertanya. Biasanya pengantin baru itu kan romantisan, setidaknya meski belum pernah kenal suami berusaha untuk dekat.


" boleh tanyakan saja." Ammar masih tetap pura-pura fokus je gawainya.


" kenapa mas mau mengkhitbah Khansa."


" Karana bunda kan sudah aku bilang karena bunda sebelumnya".


hening


Jawaban itu lagi yang di terima oleh khansa, meski jawaban itu kemarin bisa meluluhkan hati Khansa tapi hari ini kekecewaan yang ada. Ammar menyadari hal itu ia juga merasa bersalah seharusnya setelah menikah bukan itu jawabannya lagi.


" karena aku yakin bunda memilihkan yang terbaik untuk ku tak hanya cantik tapi juga saliha. tak hanya menyayangi ku tapi juga akan menyayangi keluarga ku. Wanita saliha yang akan menjadi seorang ibu dari anak-anakku nanti". ucap Ammar membuat hati Khansa menjadi mekar berbunga ada kupu-kupu terbang di dadanya. tak sengaja khansa menitikkan air mata karena haru, jawaban suaminya kini membuat hatinya bahagia.

__ADS_1


" terimakasih mas".


" seharusnya aku yang berterima kasih, kamu sudah menerima ku apa adanya yang kaku begini. maaf aku tak bisa seromantis Rasullullah, aku harap kamu mengerti ".


" iya mas Khansa akan terus mencoba maklum ". air mata itu mengalir lagi.


" eh kenapa nangis, jangan nangis nanti Abi mengira aku kdrt sama kamu dek". ucap Ammar yang ternyata tak sekaku saat di luar. itulah Ammar jika sudah kenal dia juga banyak bicara.


Khansa terkekeh saat Ammar mengatakan kdrt, baru menikah beberapa jam saja masa mau kdrt harusnya kan sakitnya bukan di pukul tapi sakit yang sampai berdarah-darah.


Mohon jangan di bayangkan seperti apa berdarah yang di maksud Khansa wkwkwk.


Ammar mendekat di usap nya air mata Khansa yang menetes itu, sejak dulu Ammar tak suka melihat wanita menangis. Sentuhan Ammar membuat sengatan pada hati keduanya, Khansa memejamkan mata saat tangan itu menyentuh merasakan lembutnya kasih sayang Ammar meski belum terjadi apapun padanya.


" jangan nangis lagi ya, aku tak suka melihat wanita menangis." ucap Ammar kini sudah mulai banyak bicara.


" terima kasih mas, aku kira kamu benar-benar dingin dan galak seperti pertama saat kita bertemu." ucap Khansa, Ammar terkekeh ia ingat saat bertemu Khansa di depan toilet.


" maaf ya itulah aku, aku memang tak suka dengan wanita yang pura-pura hanya mau dekat dengan ku saja. Mereka pura-pura mencari alasan supaya aku mendekat kepadanya " ucap Ammar mulai panjang lagi bicaranya.


" ternyata kamu bisa bicara ya mas." Ammar mendelik ternyata Khansa memperhatikan nya selama ini.


" eh aku punya mulut dan bisa bicara dek". Khansa masih saja tertawa buatnya kali ini Ammar lucu.


Ammar mendekat menepis jarak di antara mereka, karena Khansa masih saja terus tertawa Ammar menoel pinggang Khansa. yang membuat Khansa jadi geli ia memberontak tapi Ammar masih terus menggelitik Khansa hingga Khansa ambruk di ranjang begitupun dengan Ammar. posisi mereka sekarang begitu intim, Ammar ada di atas tubuh Khansa.


Entah setan apa yang merasuki Ammar kali ini, eh bukan setan kan udah halal. yang jelas Ammar juga manusia normal yang punya nafsu. Ammar melihat wajah Khansa lebih dekat, dari ujung dahi hingga sampai pada bibir Khansa. Khansa lalu memejamkan mata, sebagai seorang dewasa pasti tau kemana arah yang akan terjadi. Khansa ikhlas dengan debaran jantung yang ia rasakan nya saat ini dan di disambut juga dengan debaran jantung Ammar yang tak beraturan berdetak.


Ammar menelan salivanya hingga ia kalut apa yang akan ia lakukan, bibir Khansa itu sedikit tebal tapi s*ksi dan senyumnya manis sekali. Pikiran Ammar juga sudah melayang kemana-mana ia meyakinkan dirinya jika yang ada di hadapannya adalah sosok yang halal.


" Allahu Akbar... Allahu Akbar..." terdengar suara adzan Maghrib yang mengagetkan Ammar ia pun langsung beranjak membiarkan Khansa yang masih terbaring di atas ranjang. memang masjid letaknya sangat dekat dengan rumah Barra.


" mas ke masjid dulu ya dek." Ammar sedikit malu-malu ia masuk ke kamar mandi untuk berwudhu. tak lain Khansa pun malu karena pikirannya saat itu Ammar akan melakukan hal pertama yang tak pernah Khansa lakukan kepada siapapun. Kiss first yang gagal.

__ADS_1


__


bersambung


__ADS_2