Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 86 # Salsabila


__ADS_3

Setelah keduanya mengantar Gaza ke sekolah mereka bergegas ke rumah sakit, dengan tangan yang bertaut masuk ke dalam rumah sakit. Seperti biasa Ameer mengantarkan Khansa terlebih dahulu sebelum ia masuk ke ruangan nya.


Hari ini hanya ada jadwal satu kali operasi saja, ia bersyukur orang yang sakit sudah berkurang itu tandanya banyak yang sehat. Meski dokter itu meraih rezeki dari orang yang sakit, tapi mereka juga tidak berdoa agar banyak yang sakit ya. Hehehehe...


Ameer berjalan ke ruangannya setelah Khansa mencium punggung tangan Ameer. Sebelum masuk ke ruangan Ameer bertemu dengan dokter Nino, itu merupakan teman Ameer juga yang masih lajang. dokter umum rumah sakit ini.


" sudah mau pulang dokter." tanya Ameer memang jam ini sudah pergantian sip.


" belum nanti saja ada yang harus saya periksa."


" apa ada pasien yang lebih serius nih dok." ucap Ameer.


" ya semalam masuk UGD, dokter Salsabila."


" dokter Salsabila ada apa."


" kelihatan nya sedang patah hati, dan ia meneguk minum-minuman keras." ucap Nino.


" astaghfirullah hal adzim, kenapa pemikiran nya pendek sekali." ucap Ameer sangat menyayangkan.


" di balik keceriaan nya ternyata dia memiliki masalah yang besar dok."


" semua memang hidup itu sawang sinawang, mereka akan berhadapan dengan ujian nya masing-masing. Semoga lekas sehat." ucap ameer.


" saya mau ke sana mau ikut ". ucap dokter Nino.


" tidak nanti tunggu istri saya saja." dokter Nino pun tersenyum ia berlalu meninggalkan Ameer.


Jam untuk operasi sudah mendekati, asisten Ameer pun sudah memberitahu nya jika sepuluh menit lagi semua sudah siap. Ameer langsung mengalungkan sneli di lehernya kemudian bergegas datang ke ruang operasi.


Tim pun biasa menunggu kedatangan Ameer yang akan memulai operasi tersebut. Sebagai spesialis ia juga memberi pelajaran kepada dokter muda di sana untuk penanganan pasien penyakit jantung.


" Apa masih terasa pusing atau mual." tanya dokter Nino memeriksa Salsabila.


" tidak ." ucap Salsabila singkat.

__ADS_1


" sarapan dahulu lalu minum obat salsa tak baik juga kamu begini".


Saat itu kedua orang tua Salsabila sedang pulang, mereka akan ada pertemuan dengan bupati Jawa Barat hari itu. Salsabila hanya di tinggalkan dengan bibik saja, alhasil hanya bibik yang menunggu Salsabila.


" sebenarnya apa masalah mu kamu bisa cerita padaku salsa". Ucap Nino melihat kesedihan ada di manik mata Salsabila.


" tidak ada aku tidak apa-apa".


" jika tidak kenapa kamu menenggak minum-minuman keras hingga hampir fatal, kamu tak sayang sama tubuh kamu belum lagi pertanggung jawaban kamu nanti di akhirat. Salsa di dunia tak ada yang tak lepas dari masalah, semua sudah berada di porsinya masing-masing. " Salsabila terdiam.


" coba kamu jangan pendam sendiri, bicara sama orang yang kamu anggap bisa di percaya ".


Salsabila justru malah menangis, baru kali ini Salsabila menangis di depan orang. Ternyata selama ini ia hanya pura-pura kuat untuk menutupi dirinya yang terlihat cantik dan energik itu.


" harapan ku sudah pupus dokter, orang tua sibuk dengan kegiatan nya masing-masing sampai dia lupa punya aku. Aku anak nya yang ingin di perhatikan, tak hanya materi saja temanku..meski aku bisa melakukan apa-apa menggunakan uang mereka tapi hatiku hampa aku terasa sepi." Salsabila menangis.


" mencoba lah menerima seseorang untuk kamu jadikan pendamping hidup salsa, siapa tau dengan begitu kamu tak akan kesepian."


" aku sudah mengharapkan dirinya sejak lama tapi dia tak pernah merespon padaku, kini aku patah hati ketika tau dirinya telah menikah." ucap Salsabila panjang lebar.


"Hidupku hancur dokter, aku ingin orang yang menyayangi ku ada di samping ku setiap hari dokter hiks ... ".


" bisa pilihlah laki-laki yang mencintai mu, ia akan baik-baik memperlakukan dirimu Salsabila." kata Nino ia prihatin melihat dokter Salsabila kali ini.


Tak pernah terbayangkan jika Salsabila adalah orang yang depresi. Ia hanya butuh kasih sayang dari orang terdekat nya. yang tak pernah ia dapatkan sejak kecil.


" aku benci orang tuaku".


" Sarah tak baik bilang begitu, mereka melakukan semua demi memenuhi kebutuhan mu Salsabila."


" tapi aku butuh mereka ada di samping ku apalagi ketika aku sedang jatuh."


Nino menghela nafas kasar ternyata benar-benar Salsabila menanggung sendiri masalahnya.


" Salsabila mungkin ini terlalu lancang ya kamu tak akan suka mendengar nya. Kamu mau menikah dengan ku, kita sama-sama berjuang dari nol untuk membangun cinta dan saling ketergantungan satu sama lain". Salsabila langsung mendongak ke arah Nino.

__ADS_1


" apa yang dokter katakan, saya ini tak seperti kenyataan nya yang terlihat dok. Nanti dokter akan kecewa dengan saya, dan maaf saya tak mencintai dokter."


" saya tadi bilang apa, kita sama-sama membangun cinta dari nol. Saya pun sama seperti kamu tak cinta sama kamu, tapi apakah kamu lupa jika mencintai pasangan hidup itu adalah sebuah kewajiban salsa." ucapnya.


" jangan karena hanya iba dokter ingin menikahi saya."


" Bukan iba , tapi entah saya peduli sama kamu ketika saat pertama kali kamu datang semalam. entahlah mungkin ini konyol tapi jantung ku berdesir terus."


" jangan bercanda dokter, pernikahan itu seumur hidup nanti dokter menyesal." ucap Salsabila ragu.


" kenapa saya harus menyesal, saya tak pernah menyesali apa yang terjadi dalam hidup saya salsa."


" dokter pernikahan itu tak hanya sekedar membalikkan telapak tangan."


" dan aku yang akan dengan sangat mudah membalikkan telapak tangan itu " . salsa tercekat Nino terus memberondong pertanyaan.


" maaf dokter saya tidak bisa, " ucap Salsabila.


" yang kamu inginkan orang yang perhatian sama kamu kan, aku orangnya dan bisa salsa."


" semuanya terlalu cepat dokter".


" bukankah dalam ajaran agama kita lebih cepat lebih baik, nah sekarang itu yang aku terapkan. Untuk menghindari syetan yang mengganggu hati kita "


" Maaf dok aku tak bisa, dokter bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku".


" jika wanita terbaik nya itu kamu salsa bagaimana." ucap dokter Nino tak henti dirinya menolak ucapan Salsabila.


" dokter jangan terlalu memuji aku tak sebaik yang dokter pikirkan."


" untuk itu aku akan menjadikanmu menjadi lebih baik, hanya hubungan pernikahan yang bisa mendekat kan kita. Sesuatu yang halal itu akan banyak pahala nya, salsabila bersedia kan menikah dengan ku.". ucap Nino lagi pantang menyerah.


" maaf dokter salsa sungguh tak bisa."


" ya sudahlah ternyata paksaan ku kali ini tidak berhasil, cepat sembuh ya salsa. Jangan pernah menyerah, Allah tidak menyukai hambanya yang lemah. jika kamu terlalu lemah syetan akan dengan mudah menyusup ke ragamu seperti apa yang kamu lakukan semalam.". Ucap dokter Nino ia pun pamit setelah memeriksa.

__ADS_1


__


__ADS_2