Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Promo novel baru " bestie mendadak jadi istri"


__ADS_3

Yogyakarta


Nama daerah yang sudah tak asing lagi di telinga kita, siapapun pasti ingin berkunjung di sana. Karena saking othor rindunya dengan kelahiran orang tua jadi menulis tentang Yogya nih.


Yogyakarta adalah daerah istimewa setingkat provinsi di Pulau Jawa, Indonesia. Uniknya nama ibukota provinsi nya juga Yogyakarta. Uniknya lagi nama tersebut sering di lafalkan berbeda-beda. ada yang menyebutnya Yogyakarta, Yogya, Jogjakarta atau Jogja. Anak muda menyebutnya YogYes ( yes \= ya, maka YogYes\= Yogya).


Bagi banyak orang Indonesia, Jogja adalah semacam kampung halaman kedua. Mungkin karena ratusan ribu orang pernah tinggal di sini bertahun-tahun karena kuliah. Mungkin juga kerena semua orang di terima seperti di rumah sendiri ketika di Yogyakarta.


Makanan khas Jogja adalah gudeg, selain gudeg jogjakarta memiliki banyak kekayaan kuliner yang tak kalah eksotis. Mulai dari jadah tempe hingga walang goreng.


Terdengar ayam berkokok di pagi hari, desa Bantul di mana tempat tinggal Rama dan Sinta. Eh ini bukan kisah Ramayana zaman bersejarah dulu ya. Kebetulan kedua orang tua mereka memberi nama itu.


Rama terlahir dari seorang pasangan pekerja pemerintahan, ayahnya bernama Rahadian dan ibunya Mala. ayahnya Rahadian sebagai guru SD di desanya dan ibunya Siti ibu rumah tangga sedangkan Sinta anak pasangan Ahmad dan Rahmi.


" Rama sudah siang nak cepat bangun mau sekolah kan."


" iya Bu sebentar masih ngantuk ".


" jali mu sudah berkokok sejak tadi Rama cepat bangun nak". Dengan malas Rama bangun ia bergegas ke kamar mandi gosok gigi dan shalat subuh yang sempat hampir kesiangan.


" jali sudah di kasih makan Bu."


" sudah tadi ayahmu yang ngasih makan, kamu apa tak sekolah ".


" sekolah to Bu, ini hari Senin. Oh ya upacara ini Bu." Rama langsung berlari ke kamar mandi.


" kebiasaan kamu itu le, sudah besar bajunya sudah abu-abu masih saja lupa sama hari dan waktu." ibu ngomel tiada henti.


Rama bersiap berangkat ke sekolah ia menyiapkan motor legenda miliknya yang biasa ia pakai untuk ke sekolah. Di hidupkan terlebih dahulu agar mesin nya panas tidak macet kalau di pakek untuk jalan nanti.


" Bu, Rama berangkat dulu ya." ucap Rama bergegas pergi.


" Eh nak ini masih jam berapa sarapan dulu."


" sarapan di rumah Sinta saja Bu, nanti aku telat kalau telat ke rumah Sinta."


" kebiasaan makan di rumah Sinta, emang iya makanannya mbak Rahmi itu enak. Aku belajar sejak lama sama dia tapi ngga iso-iso ( ngga bisa-bisa)". gerutu ibu Siti.

__ADS_1


Rama segera menghidupkan motor kesayangan nya bergegas ke rumah Sinta yang jaraknya tak begitu jauh dari tempat tinggal nya. Dulu rumah mereka bersisian namun semenjak ayahnya Rama di terima sebagai pegawai negeri sipil mereka pindah ke rumah baru. Rumah yang lebih luas dan bagus.


Rama langsung berlari masuk ke rumah Sinta mengucap kan salam terlebih dahulu. Karena sudah kebiasaan sejak kecil Rama langsung masuk ke kamar Sinta. Terlihat jelas Sinta masih di atas sajadah nya, bukan solat tapi tidur.


" Sinta ayo kita sekolah ini sudah siang." Rama menarik mukena Sinta.


" masih ngantuk aku Rama, kamu pagi amat sih ke sini". Sinta tak beralih pada posisinya.


" pagi gimna lihat itu matahari ini sudah jam tujuh pagi ayo Sinta." Rama menggoyangkan tubuh Sinta.


" senang banget ganggu hidup orang sih."


" ayo Sinta aku ngga mau berdiri di depan, panas Sinta bagaimana reputasi ku nanti sebagai ketua OSIS. belum pesonaku yang akan hilang di depan para adik kelas, nanti mereka tak mengidolakan ku lagi ".


" stop... Rama, tunggu di luar aku mau mandi dulu." Sinta tak mau mendengar kan celotehan Rama yang selalu memuji dirinya sendiri.


" nah gitu, isshh... iler mu Sinta." Rama begidik lalu keluar.


" bodo amat siapa suruh masuk kamarku, " gerutu Sinta.


Rama lalu menemui ibunya Sinta, ia lebih senang jika makan di rumah Sinta meski ibu Rahmi masakan nya dengan menu sederhana tapi menurut Rama itu sangat enak sekali.


" bapak kemana buk".


" ke kantor ". Ucap Bu Rahmi.


" Ke kantor mana buk, ngapain bapak pagi-pagi ke kantor " tanya Rama cukup terkejut.


" Kantor bapakmu ya sawah itu Lo Rama ". Sari adiknya Sinta ikut tertawa, Rama pun akhirnya tergelak juga.


" ngomong kok sama ibuk, yang salah di benerin yang bener di salahin." Sinta yang sudah siap dengan seragam nya duduk ia sarapan.


" cepetan Sinta makannya, udah siang ini nanti kita di hukum ".


" aku sarapan dulu Rama kamu udah kenyang ". Sinta akhirnya terburu-buru sarapan nya.


mereka pamit lalu Rama menjalankan motornya cukup kencang, jalanan di kota Yogyakarta itu semuanya halus pemerintah Yogya membuat jalan aspal jarang ada yang rusak.

__ADS_1


" pegangan Sinta aku mau ngebut".


" hati-hati Rama aku ngga mau kau ajak terjun lagi kayak kemarin, motormu saja belum kamu benerin gini".


" ayah ku belum gajian jadi belum ada uang" Rama nyengir.


" makanya pelan saja nanti aku lecet".


" emang aku pikirin lecet doang ". Sinta reflek menjewer telinga Rama.


" eh jangan di jewer nanti kita jatuh lagi Lo sin."


Nampak jalanan sudah cukup padat, beberapa orang bergegas untuk datang ke tempat mereka mengenyam pendidikan nya. Rama dan Sinta sampai di sekolah tepat bel masuk berbunyi.


Rama memang tampan di nobatkan sebagai ketua OSIS, banyak yang mengidolakan nya namun Rama orangnya yang cuek kepada orang lain tak peduli dengan mereka kecuali Sinta sang bestie.


" jalannya biasa aja sih, tebar pesona ".


" resiko jadi orang tampan begini sin."


" risih aku Rama, liat noh adik kelas matanya mau lepas liatin kamu." Rama tertawa melihat Sinta sewot.


" tuh Raden mas Wijaya datang ".


" ih apaan sih Rama". Sinta malu, Wijaya itu laki-laki yang suka sama Sinta namun Sinta masih malu di dekati laki-laki.


" cie-cie mukanya memerah seperti tomat." kata Rama, Sinta memberondong cubitan kepada Rama. Rama tergelak tawa, Sinta saat tersipu malu terlihat lucu bagi Rama.


" ayo cepat kita ke lapangan". Rama menarik tangan Sinta sedikit berlari.


" iya sebentar Rama ". Sinta berlari mengikuti langkah Rama untuk segera sampai di lapangan. Setiap hari Senin memang kegiatan rutin untuk upacara bendera.


__


Assalamu'alaikum pembaca


Novel terbaru Fenitri Azzukhruf dengan tema desa Yogyakarta, maaf jika nanti ada penulisan yang kiranya kurang berkenan selamat menikmati kisah Rama dan Sinta.

__ADS_1


Tinggal kan jejak ya biar aku semangat menulis lagi. Terima kasih.


__ADS_2