Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 52. Ameer di hari pertama kerja


__ADS_3

Ameer baru saja menapakkan kaki nya di kota Yogyakarta yang kata orang adalah kota pendidikan. Rumah dinas yang ia tempati tak terlalu besar, ada dua kamar, ruang tamu, ruang tengah dan dapur serta satu kamar mandi yang letaknya ada di dekat dapur. Cukup untuk Ameer yang hanya tidur untuk sendirian.


Ameer merebahkan tubuhnya di ranjang setelah perjalanan yang memang tak butuh lama. Ameer memilih dinas ke Yogyakarta untuk menghindari hatinya yang masih menautkan perasaan nya kepada Khansa. Apalagi saat Gaza memanggil dirinya dengan sebutan ayah, itu pasti akan membuat Khansa mengingat ammar sang kakak. Ameer lebih baik menjauh untuk menjaga hatinya, ia tak ingin terus-menerus zina hati.


Waktu dua tahun kontrak kerja yang ia ambil berharap di waktu itu Khansa sudah mempunyai pendamping lagi. Dan jika Khansa sudah menikah lagi Ameer sudah tak akan khawatir dengan hatinya ia mulai akan mengubur nya kembali.


' ya Allah aku sudah melihatnya mencintai orang lain, tapi kenapa ya Allah masih Engkau letakkan namanya dalam hatiku. Engkau yang meletakkan dalam hatiku, hanya Engkau yang mampu menghapus nya. Bantu aku ya Allah terlepas dari rasa cinta ini, bahagia kan dia agar aku tenang menerima orang lain dalam hatiku '. doa Ameer dalam hati.


__


Datang ke Yogyakarta dengan berdinas ke rumah sakit ternama Ciptokusumo menjadi pilihan nya. Ameer sudah bersiap untuk bekerja di hari pertama nya, ia membawa tas kerja tak lupa pakaian dinasnya sebagai dokter. Letak rumah sakit itu ada di depan tempat di mana ia tinggal.


Langkahnya terus berjalan masuk ke dalam rumah sakit itu. Ameer langsung bertanya kepada bagian informasi kerena ia belum paham sama sekali dengan rumah sakit yang ada di sini.


" mari pak saya antar." ucap salah satu perawat di sana yang di tunjuk sebagai asisten Ameer nantinya. Memang dia sedang menunggu kedatangan Ameer yang di perintahkan oleh direktur rumah sakit.


Ameer berjalan mengekori asisten yang telah di tunjuk untuk menemani nya. Tiba pada suatu ruangan dengan ukuran tiga meter, Ameer memasuki ruangan itu yang tentunya sudah tertata rapi.


" ini dok ruangan khusus dokter Ameer."


" terima kasih ridho sudah mengantar saya, silahkan kamu kembali jika ada perlu nanti langsung saya hubungi ". ucap Ameer setelah ridho memberikan penjelasannya tentang rumah sakit yang kini tempat Ameer bertugas.


" baik pak dokter saya permisi." ridho lalu pamit. Ameer pun duduk di kursinya, dikeluarkan nya foto bersama keluarganya. Ameer tersenyum melihat kebahagiaan keluarga nya saat Ammar belum pergii. Ameer letakkan di meja kerjanya sebagai penyemangat dalam hidupnya.


Satu hari baru bekerja sudah ada banyak pasien yang harus ia tangani. Bahkan pasien yang mengantri cukup panjang, sebagai dokter spesialis jantung ahli di rumah sakit barunya.


" Banyak sekali pasien di sini ya, ." ucap Ameer heran.


" bagaimana tidak banyak dokter, zaman sekarang yang mana orang sudah banyak tergila-gila dengan harta mereka ingin kaya tapi dengan cara yang instan tanpa proses " ucap ridho.

__ADS_1


" ya begitulah mereka tidak ingin lelah, apalagi sekarang yang lagi rame judi online atau yang orang bilang slot itu kalau tidak salah hingga mereka punya hutang banyak menimbulkan harta mereka habis saking asyiknya main game. " ucap ammar.


" Hingga mereka menyakiti dirinya sendiri, rumah tangga yang berakhir dengan perceraian, bahkan mereka yang mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri . Seperti beberapa pasien di sana, karena tak kuat menanggung beban hutang yang teramat banyak. Setiap hari penagih hutang datang silih berganti. Mereka memilih untuk mengakhiri hidupnya, padahal ketika kita akhirnya meninggal masih ada rentetan fase yang akan kita jalani selanjutnya. Tapi Allah masih sayang pada mereka untuk memberi hidup lagi agar mereka bertaubat"


" itulah kenapa sebabnya kita sebagai manusia di anjurkan untuk mempertebal iman. Mereka harus ingat jika kebahagiaan itu bukan hanya karena harta saja keluarga yang selalu di beri kesehatan, lalu di beri kemudahan selalu oleh Allah itu juga merupakan rezeki ". Ucap Ameer lalu.


" iya dok, makin ngeri dunia ini mereka menggunakan segala cara agar memperoleh uang halal haram hantam. Astaghfirullah hal adzim..." ucap ridho sembari begidik.


" ya sudah kita do'akan saja semoga Allah memberikan hidayah untuk mereka semua." ucap Ameer lagi.


" aamiin." ridho lalu mengikuti langkah Ameer keluar dari ruangan UGD. Hari ini ada dua pasien masuk dengan kasus percobaan bunuh diri karena pinjol.


Ameer akan kembali ke ruangannya untuk istirahat karena waktu siang, saat shalat Zuhur dan makan siang. Ridho di belakangnya yang membawakan berkas pasien lalu merapikan beberapa hasil dari pemeriksaan pasien.


" dok mau makan siang di kantin atau keluar rumah sakit." tanya Rido menawarkan.


" baik dok". Ucap Rido.


Sembari menunggu adzan Zuhur dan makan siang Ameer membaca data beberapa pasien mempelajari nya.


__


Sudah hampir dua minggu Ameer ada di Yogyakarta ia pun sengaja tidak pernah menghubungi Gaza takut jika Gaza ketergantungan dengan nya. Meskipun sudah di ajarkan untuk memanggil om tapi Gaza tetap memanggil Ameer dengan sebutan ayah.


Khansa pun akhirnya mengambil keputusan untuk bekerja di apotik rumah sakit dunia damai. Kini kesibukannya sedikit melupakan kesedihannya meski terkadang kebersamaan dengan ammar pun terlintas di benaknya. Memang lebih sulit di tinggal suami meninggal apalagi masih sayang-sayange.


" Khansa kamu bawa motor tidak."


" tadi di antar Abi sama paman Fauzan". ucap Khansa.

__ADS_1


" nanti pulang bareng aku saja, aku antar tapi temani aku belanja sebentar ya mau beli skincare." ucap Mahya.


" aku hubungi Abi dulu ya mau izin".


" iya aku sudah tau kebiasaan mu". Khansa dan Mahya pun terkekeh.


" Khansa ayo aku antar, aku lihat tadi kamu tidak bawa motor di antar oleh Abi mu" ucap dokter Hamza, anak kedua dokter Haris.


" terima kasih dokter aku pulang sama Mahya." ucap Khansa sembari berjalan dan dokter Hamza mengiringi.


Mahya masih ada di parkiran ia keluar lebih dulu karena Khansa masih berganti sip dengan yang lain ada laporan yang harus di sampaikan.


" Kita searah Khansa aku bisa mengantarmu lebih dulu. jika dengan Mahya, Mahya harus mengantarkan mu".


" maaf dokter kami ada keperluan berdua silahkan dokter duluan" . Ucap Khansa berjalan lebih cepat tak ingin menanggapi dokter Hamza yang terus mendekati nya.


" Saya ada perlu sama kamu Khansa." ucap Hamza .


" maaf dokter saya permisi ya". Mahya dengan motor matic nya sudah sampai menghampiri Khansa.


Dokter Hamza menghela nafas nya sulit sekali ia mendekati Khansa sejak duduk di SMA. Hamza adalah kakak kelas Khansa dan ia menyukai Khansa sejak dulu.


" Apa sih kurangnya aku Khansa aku tampan juga, aku bujangan sedangkan kamu janda. Memang sesuatu yang berharga tak mudah hanya di taklukkan dengan ketampanan dan materi." gumam Hamza lalu berjalan memasuki mobilnya.


Hamza dokter cerdas lulus dengan nilai terbaik, di umurnya yang masih muda ia Sudah menyandang dokter spesialis kanker. Performa nya membuat dia makin terkenal di kalangan dokter tak hanya kecerdasan nya tapi juga tampan dan anak dari dokter senior terkenal yaitu dokter Haris.


Saat itu ia pun hancur ketika mendengar kabar jika Khansa sudah di khitbah oleh ammar. Niat hati setelah Khansa lulus Hamza pun akan mengkhitbahnya, tapi takdir berkata lain Khansa lebih dulu di persatukan dengan Ammar.


---

__ADS_1


__ADS_2