Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 40


__ADS_3

Setiap sore Khansa selalu duduk di teras ia menunggu kepulangan suaminya, berharap ammar segera pulang. Meski ia tau suaminya kadang harus pulang malam hari. Senyum mengembang ternyata suami nya pulang lebih awal mobil Ammar masuk ke halaman rumah bunda nya.


" assalamu'alaikum sayang".


" wa'alaikumsalam mas". Khansa Salim menyambut suaminya pulang dengan senyuman.


" Kok duduk di luar " tanya ammar.


" Makanya kalau pulang jangan malam terus ammar kasihan Khansa selalu tungguin kamu pulang." ucap bunda lalu ammar Salim.


" maaf bunda, ammar masih banyak kerjaan harus lembur".


" kurangi pekerjaan kamu nak kasihan Khansa waktunya cuma sedikit sama kamu, Khansa juga punya hak terhadap mu nak".


" maaf bunda maaf ya ammar besok coba kurangin jadwal ".


" jangan mencoba nak tapi lakukan hampir tiap hari kamu lembur kan, dan saat pulang kamu sudah lelah kapan kamu bisa punya waktu ngobrol bersama istri mu ". Ucap bunda, Khansa hanya diam saja.


" ya sudah mandi dulu kalau mau pulang jangan sore begini habis Maghrib sekalian". Ucap bunda sedikit marah terhadap Ammar.


" ayah mana Bun".


" di rumah sakit ada pasien operasi". Ammar hanya mengangguk lalu naik ke atas ke kamar nya.


" mandi dulu mas." ucap Khansa.


" maaf ya sayang maaf". ucap ammar.


" iya mas tak apa-apa mandi dulu saja". Khansa menyunggingkan senyumnya. Ammar sangat bersyukur memiliki istri seperti Khansa menerima keadaan dia sepenuhnya.


" Besok mau jalan-jalan". Tanya ammar setelah dia mandi dan berganti pakaian.


" Besok mas ngga lembur".


" ngga besok kan weekend mas akan libur mau ajak kamu jalan-jalan". Ucap ammar sembarangan menggenggam tangan istrinya.


" iya mas mau, terima kasih ya." Khansa tersenyum senang Ammar lalu mencium tangan istrinya dengan lembut.


' masyaallah ternyata benar aku butuh kebersamaan bersama istri ku, jadi selama ini aku tak perhatian dengannya. Maaf ya sayang aku janji akan terus membuat mu bahagia '. Monolog Ammar dalam hati membelai kepala Khansa.


" kenapa mas kok melamun." tanya Khansa.


" ngga apa-apa sayang, kamu cantik. ". Khansa tersipu malu wajahnya merona.


" mas juga tampan". Ammar lalu terkekeh dia sudah terbiasa di bilang tampan dulu selalu menjadi idola saat masih sekolah.


Suara adzan Maghrib mengehentikan obrolan mereka ammar lalu ke masjid dan Khansa sholat di rumah.

__ADS_1


__


Langit terlihat sangat cerah, seperti biasa Fadil harus visit pasien dulu sebelum pulang. Rumah sakit semakin besar tapi penghuni nya juga makin banyak justru kadang tidak cukup tempat nya. Apalagi jaman sekarang apa-apa yang serba instan, maunya cepet males masak. Mereka kurang memperhatikan kesehatan yang penting kenyang dan enak rasanya di lidah makanya zaman sekarang itu banyak sekali yang masih muda sudah sakit-sakitan.


Setelah semuanya selesai dan dokter yang ganti sift datang Fadil lalu pamit untuk pulang. Mengendarai mobil miliknya dan istrinya Aisyah sudah setia menunggu kepulangan suaminya.


" assalamu'alaikum".


" wa'alaikumsalam mas". Aisyah langsung menyambut tangan suaminya Salim Fadil pun mencium kening Aisyah, senyum itu tersungging dari bibir Aisyah.


" Sudah makan hemmm...".


" sudah mas, mas juga sudah."


" iya tadi di belikan sarapan bubur ayam sama suster Meri". Aisyah tersenyum senang.


" Nanti Barra akan ke sini semalam ia menghubungi ku".


" ada perlu mas". Tanya Aisyah.


" iya tapi mas ngga tau sih perlunya apa". Aisyah hanya berfikir tapi tak menemukan jawaban nya.


" Aulia sudah berangkat sayang".


" sudah dari tadi mas, tau kan anak itu tak mau ketinggalan fokus belajar nya". Aisyah tersenyum.


" seperti nya barra sudah datang sayang". Kemudian keduanya turun, benar barra dan alira datang.


Mereka saling sapa Salim antara laki-laki dan perempuan sendiri. Hingga tiga puluh menit berbincang barra berdehem ingin segera menyampaikan maksudnya.


" sebelum nya saya minta maaf Fadil Aisyah datang ke sini selain silaturahmi juga punya maksud dan tujuan terkait anak saya Khalid". Barra berhenti Aisyah dan Fadil mendengarkan seksama.


" Khalid sekarang sekolah di Kairo semalam ia menghubungi ku untuk cepat datang ke sini. Ingin mengkhitbah anakmu Aulia". Aisyah dan Fadil saling pandang.


" maaf ya aku ngga tau maksud Khalid padahal ia masih sekolah dan aku yakin Aulia juga masih sekolah". ucap Barra.


" Masyaallah anakmu ini pemberani sekali barra, kita jadi besan dong".


" masalah nya itu Khalid masih sekolah dan baru saja masuk, sebagai umat muslim kita kan tau jarak antara khitbah dan akad tak boleh terlalu lama. Khalid pun belum berniat untuk menikah ia hanya minta agar ayahnya Aulia tidak menerima khitbah siapapun.". Kata Barra lagi. Fadil justru malah terkekeh.


" Begitupun dengan Aulia ia juga pasti belum ingin menikah masih menekuni kesenangan nya".


" ia ambil sekolah apa." tanya alira.


" desainer ia dari dulu memang suka dengan fashion". Jawab Aisyah.


" Menyikapi keinginan baik anakmu dan sejujurnya aku juga senang bisa berbesanan denganmu Barra. Nanti aku akan tolak siapapun yang mengkhitbah Aulia sampai Khalid pulang. Tapi maaf aku tak akan memaksakan kepada Aulia untuk pilihannya."

__ADS_1


" Alhamdulillah mungkin yang terbaik jika tidak aku bingung Khalid pasti akan pulang dan datang kesini langsung. Aku ingin Khalid punya bekal dulu menyelesaikan sekolah nya". Barra terkekeh di ikuti semua.


" iya memang anak seumuran itu masih dengan emosinya ". ucap Fadil.


" Kita juga tidak tau jodoh mereka nanti siapa tapi bagaimana pun juga ini harus ku sampaikan Fadil maaf jika ini terkesan memaksa".


" tidak aku tak merasa di paksa justru aku sebenarnya senang,tapi ya itu tadi bagaimana takdir mereka nantinya."ucap Fadil ia sangat menerima kehadiran Barra.


Setelah selesai dengan maksud nya Barra dan alira pun pamit.


__


Di ruang yang cukup untuk satu orang tempat tidur satu sofa panjang dapur kecil dan satu kamar mandi. Ameer sedang serius mengerjakan tugasnya dari kampus hingga selesai, terdengar pintu di ketuk dari luar Ameer lalu berdiri dan membukanya.


" masuk Haris". Ucap Ameer.


" ganggu ya".


" ngga aku udah selesai, wih bawa apa itu Haris ".


" mie kuah masih hangat makan yuk aku mau makan sama kamu*. ...


" waduh baik banget sih kamu makasih ya".


" biasa aja Ameer biasanya kamu juga dulu yang bawa makanan buat aku". Ucap haris.


" cerita nya balas dendam nih".


" ngga lah kebetulan aja pengen punya temen makan aku ingat kamu udah yuk makan". Haris meletakkan satu mangkuk di depan Ameer.


" oh ya dapet titipan salam aku tadi. Salam untuk mu dari Salsabila ".


" wa'alaikumsalam warahmatullah". Ucap ameer itu aj.


" cukup"


" ya, emang apalagi ".


" ya Allah Ameer buka hati mu buat wanita masa kamu mau bujang terus ".


" nanti kalau udah ketemu jodohnya sekarang masih mau fokus selesaikan sekolah ku "


" okey aku mengerti ya udah habiskan ". Ameer tersenyum Haris juga tak mau membicarakan wanita panjang lebar tentunya Ameer pasti tak mau menanggapi.


Malam yang bertaburan bintang di hiasi dengan lampu temaram, setelah benar-benar kenyang dan Haris pergi Ameer lalu memejamkan mata nya berusaha untuk cepat tidur tanpa ada bayangan yang setiap hari menghantuinya. Bagaimana tidak shalat istikharah Ameer saat itu Khansa lah yang ada di mimpinya.


__

__ADS_1


__ADS_2