
Ameer bergegas berganti pakaian memakai celana panjang yang tadinya hanya kolor kegemarannya. Sedangkan Khansa juga langsung berganti gamis panjang.
" Pamit dulu sama bunda takut nya Gaza nanyain". Ucap Ameer yang selalu mengutamakan Gaza.
" iya kak". Lalu Ameer mengetuk beberapa kali pintu kamar ayahnya.
Mendengar suara pintu di ketuk yang cukup kencang, bunda merasa terganggu dan akhirnya bangun juga.
" ada apa nak." ucap bunda melihat Ameer dan Khansa di depan kamarnya.
" Ameer nitip Gaza ya bunda takutnya nanti nanyain kami, ".
" kalian mau ke mana nak".
" aki masuk rumah sakit bunda kemungkinan kita akan bermalam di sana."
" kenapa dengan aki.".
" Ameer juga belum tau jelasnya bunda makanya kita mau ke sana." kata Ameer.
" ya sudah kalian hati-hati nanti biar bunda jaga Gaza". Lalu Ameer dan Khansa cepat-cepat pergi ke rumah sakit.
" kamu ngga apa-apa ikut ke rumah sakit Khansa". tanya Ameer melihat istrinya yang terlihat masih kelelahan.
" iya kak tak apa mau lihat aki, Khansa akan gelisah jika di rumah saja."
" ya sudah ". Ameer mengusap kepala Khansa.
Cuaca malam yang dingin jalanan yang tak sepadat saat siang hari, lampu temaram menambah suasana malam makin mencekam. Meski di perjalanan Ameer terus menggenggam tangan Khansa ia tau jika Khansa sedang dalam perasaan khawatir. Sesekali ia mengecup punggung tangan Khansa agar istrinya sedikit tenang.
_
Di rumah sakit
Ameer langsung masuk ke dalam, ia berjalan tangannya tak pernah lepas dari genggaman nya terhadap Khansa.
Setelah bertanya di bagian informasi mereka langsung menuju ruang UGD, ada Khalid, emak, barra dan alira yang sedang menunggu di luar.
" bagaimana aki umi". Tanya Khansa ingin menangis tapi ia tahan.
" di dalam masih di tangani dokter Athar ". Ucap Khalid yang juga ikut panik.
" kenapa dengan aki umi".
" kakek terpeleset di kamar mandi nak terjatuh".
__ADS_1
" astaghfirullah hal adzim ".
Ameer masih berjalan ke sana ke mari dengan keadaan yang sama panik nya ia pun tak bisa menangani aki karena izin dinas di sana belum ada meskipun dia seorang dokter.
". Gaza sama siapa nak."
" ada ayah dan bunda juga Oma." ucap Khansa.
Tak lama dokter Athar pun keluar dengan sneli yang masih melingkar di lehernya.
" bagaimana keadaan suami saya dokter." tanya emak yang begitu panik.
" pasien terbentur dan pingsan, kita akan scanning besok dengan kepalanya untuk saat ini belum ada gejala yang mengkhawatirkan sementara biarkan ia istirahat dulu " semua mendengar dengan seksama.
" kak Ameer ". Athar terkejut melihat Ameer ada di sana. Pasalnya Athar baru saja lulus dan ia di letakkan di rumah sakit harapan baru tiga hari juga bekerja di rumah sakit itu.
" kamu dinas di sini." tanya Ameer.
" iya kak baru tiga hari ini."
" hebat". Ameer menepuk Athar lalu mereka berpelukan.
" yang di dalam kakeknya kak Ameer".
" iya bagaimana perkembangan nya". Tanya Ameer kemudian.
" baiklah terima kasih dokter Athar."
" sudah tugas kita kak." Athar pun terkekeh.
" aku dengar kakak dinas di bandung dari ayah". ucap Athar yang kemudian duduk di kursi tunggu pasien sedangkan emak dan alira masuk ke dalam melihat aki.
" iya tapi aku udah selesai dan pindah di rumah sakit ini rencana besok mulai bekerja tapi aku urung kan dulu mungkin lusa saja berangkat nya". ucap Ameer.
" kapan menikah kak, Athar belum kakak kasih undangan sudah tua Lo " ucap Athar dengan gaya khasnya berbicara dengan Ameer.
" aku sudah menikah Athar dan ini istri ku " ucap Ameer menunjuk Khansa yang kini duduk di sebelahnya.
" oh cantik kak". Athar terkekeh.
" iya dong, dan ini keluarga dari istri pasien mu itu kakeknya Khansa." kata Ameer menerangkan.
" Khansa ..." Athar mengulang ucapan Ameer nampaknya ia tak asing dengan nama itu.
" kenapa kamu mengenalnya".
__ADS_1
" oh tidak kak seperti pernah dengar nama itu saja, ". ucap Athar menyimpan rasa penasaran nya .
Athar kemudian pamit karena ada pasien masuk malam ini tiba-tiba sedang di tangani oleh dokter muda.
" yakin mau bermalam di sini, sebaiknya kamu pulang saja sama emak dan umi Khansa". Ucap Ameer berada di samping Khansa.
" tidak Khansa mau sama kakak menunggu Aki." ucap Khansa meletakkan kepalanya di bahu Ameer, pemandangan itu tak luput dari abinya barra. barra merasa lega tidak seperti apa yang ia khawatirkan selama ini.
Khansa tidur di kursi panjang ia terlelap, melihat istrinya tetap kekeh menemani nya Ameer lalu membuka jaketnya ia lekat kan pada tubuh Khansa agar tak kedinginan.
Ameer menyandarkan punggung nya di sandaran kursi, tangannya sesekali mengusap bahu khansa yang tidur meringkuk di kursi. Ia pun sesekali bangun melihat ke arah semua jikapun ada sesuatu dengan aki. barra dan Khalid menunggu di dalam ruangan.
__
Pagi menjelang Ameer mengajak Khansa untuk shalat dulu di masjid rumah sakit, bergantian dengan barra dan Khalid.
" Kak apa aku belum sadar sejak semalam". Tanya Khansa mereka berjalan menuju ruangan lagi selepas shalat.
" belum mungkin pagi ini, sepertinya dokter Athar sengaja memberi obat tidur agar aki bisa istirahat". Ameer menggandeng tangan Khansa hingga ke ruangan aki.
Sesampainya di sana ternyata aki sudah siuman, aki sudah bercanda bersama Khalid sang cucu.
" Alhamdulillah aku sudah siuman". Tanya Ameer yang baru saja masuk.
" sebentar ya". Ameer lalu keluar lagi ia memanggil dokter Athar agar memeriksa aki.
" kenapa tak kakak yang memeriksa sendiri". Ucap Athar yang malu dengan Ameer ia sebagai junior.
" tak boleh itu menyalahi etika aku sedang tak tugas hari ini". Ameer sengaja tidak ambil alih yang sebenarnya bisa ia lakukan kepada kakeknya. tapi karena Ameer sedang tidak dinas dan berstatus sebagai keluarga pasien Ameer membiarkan Athar yang menangani sana.
Aki seperti orang yang tak sakit, emang suka bercanda sejak dulu. Athar dengan telaten memeriksa aki.
" sudah lebih baik, pusing tak aki".
" Alhamdulillah ngga cuma pusing bau kamu". Semua orang tertawa.
" Bau aku ." ucap Athar kaget.
" iya bau kamu obat aki tak suka pengen cepat pulang, ayo dok suruh aku pulang pasti kekasihku sudah menangis semalaman". Ucap aki emang yang sejak dulu tak suka dengan bau obat.
" iya nanti setelah pemeriksaan lanjutan ya aki, sekarang aki istirahat dulu ".
" aki tak apa-apa dokter."
" iya saya tau aki sehat kuat seperti Superman." ucap Athar sengaja aki sejak tadi merajuk ingin pulang.
__ADS_1
"