Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 89. Gaza pulang


__ADS_3

Gaza senang melihat mobil sang aki datang, ia ingin segera pulang mau bikin kejutan untuk ayah dan bundanya.


Ia berlari menemui aki menggandeng tangan nya mengajaknya masuk. Barra terkekeh ia tau apa yang di mau sang cucu, sebelumnya alira sudah mengabari Barra jika Gaza ingin pulang.


" Aki mandi dulu ya sayang, beneran jadi mau pulang, ngga betah bobo sama aku nih". Ucap Barra


" Betah aki cuma Gaza mau pulang kangen bobo sama ayah." terharu melihat Gaza ia dan ayah nya sangat dekat.


" okey setelah shalat isya kita pulang ya, tapi ingat nanti di rumah tak boleh nakal kasihan ayah dan bunda pasti lelah".


" ngga aki, Gaza akan nurut sama ayah dan bunda ".


" Alhamdulillah, ini baru cucu aku yang salihah ". Gaza tertawa kemudian barra naik ke Atas untuk bebersih.


" Istri mas lagi apa nih." barra melihat alira sedang merapikan pakaian di lemari.


Alira mendekat lalu Salim, tak lupa satu kecupan kening mendarat di kening Alira. alira tersenyum sikap mesranya barra tak pernah berubah meski mereka sudah jadi aki dan Nini.


" beberes baju mas, sedikit berantakan".


" tapi jangan lelah-lelah sayang."


" iya, alira banyak istirahat kok".


" kita antar Gaza nanti malam ya setelah shalat isya".


" mas ngga ada jadwal ceramah."


" Alhamdulillah ngga, di pesantren sudah di handel sama Fauzan dan Fahri." barra lalu melepaskan pakaiannya alira membantu melepas kaos kaki barra karena dirinya selepas dari madrasah.


Barra mengusap kepala alira dengan lembut, alira selalu melayani nya dengan sangat baik. Alira mengambilkan handuk ia siapkan air untuk mandi sang suami.


__


Terasa mual berkali-kali dalam diri Khansa, kepalanya sedikit pusing namun ia sangat malas sekali untuk beranjak.


" Istirahat saja sayang nanti makanannya kakak bawa ke kamar." Khansa hanya mengangguk ia begitu lemas.


" apa ada yang ingin kamu makan sayang." tanya Ameer ini pengalaman pertama untuk nya dan ia sangat mengkhawatirkan khansa.


" ngga kak, aku mual kalau liat makanan".


" tapi kamu tetap harus makan sayang, biar sehat janin nya juga sehat". Khansa tak bisa menjawab lagi ia lemas, perut nya terus terasa mual.


Ameer sudha membelikan obat mual tapi tetap saja berasa tak ada efek sama sekali. Khansa merasakan mual yang teramat.


" makan dulu yuk." Ameer masuk membawakan sup hangat ia meminta bibik untuk membuatkan nya.

__ADS_1


" Khansa mual kak."


" sedikit saja ini masih hangat, kalau tak makan nanti lebih mual lagi dan akan lebih lemas." Khansa akhirnya duduk di bantu oleh Ameer.


" Makan sedikit asal sering, buat kalau muntah ada yang di muntahkan dan banyak minum air putih supaya tak lemas." ucap Ameer menyuapi Khansa.


" tapi malas Khansa kak "


" lawan rasa malasnya kasihan yang ada dalam kandungan mu, itu buah cinta ku padamu sayang. Tak menyangka kamu cepat hamil Gaza pasti akan sangat senang."


" gimana ngga hamil sih kak, tiap malam kakak tak henti Lo." Khansa bersungut-sungut.


" demi proyek kita agar segera kelar, dan ini permintaan Gaza sayang itu yang bikin kakak bersemangat." Ameer terkekeh.


" ayo habiskan." dengan sudah patah Khansa menghabiskan makanannya.


Setelah shalat isya barra dan alira sudha siap mengantar Gaza untuk pulang. Gaza sangat senang apalagi ia bisa bertemu dengan ayahnya.


Ameer melihat mobil barra ada di halaman, mereka habis makan malam Khansa juga ada di bawah.


" itu seperti mobil Abi sayang " ucap Ameer menyibakkan gordeng nya.


" Abi tak bilang mau ke sini tuh, ada apa ya kak."


Ameer dan Khansa lalu berjalan ke arah pintu ia membuka pintu sebelum mereka turun. Senyum mengembang dari bibir Gaza, ia berlari langsung memeluk Sang ayah. Ameer menciumi nya hingga membuat Gaza geli.


" putri mu Gaza minta di antar pulang katanya kangen mau tidur sama ayah." Ameer menggendong Gaza masuk ke dalam rumah.


" kalau kangen mau bobo di rumah kenapa ngga pulang dari kemarin sayang."


" kan dedenya belum jadi, kata om Khalid tak boleh pulang tapi Gaza ngga tahan kepikiran ayah sama Bunda terus." semuanya tertawa.


" mau tau kabar baik dari ayah sama bunda tidak." tanya Ameer.


" apa ayah." tanya Gaza .


" di sini akan ada adiknya gaza.". Gaza membulatkan bola matanya terkejut.


" beneran ayah, ayah ngga bohong kan".


" bohong itu dosa sayang, alhamdulilah iya."


" yeee.... Gaza akan punya adik." Gaza langsung turun ia bersorak bahagia.


" tapi kok belum besar seperti perutnya ibu Evelin". Semua kembali tertawa.


" belum sayang nanti tunggu beberapa bulan lagi, semua butuh proses. Gaza juga ngga tiba-tiba besar kan, jadi bayi dulu baru bisa cerewet begini ". Gaza tertawa ia menciumi perut bundanya.

__ADS_1


" Alhamdulillah akhirnya Allah kabulkan ya doa-doa kita."


" Alhamdulillah umi, lebih cepat."


" jaga kesehatan Khansa , lebih baik kamu resign saja dari pekerjaan mu fokus pada anak-anak saja."


" nanti coba Khansa pikirkan umi, dan mencari ganti Khansa terlebih dahulu sebelum keluar."


" Ameer sih berharap gitu umi, biar khansa di rumah saja jangan kerja lagi."


" ya sudah nanti kalian ajukan resign saja sama ayah kalian." keduanya mengangguk.


" sudah malam Abi sama umi pamit ya, biar Gaza cepat tidur ".


" ngga menginap saja di sini umi".


" kasihan Abah sama emak nak mereka berdua di rumah, umi jadi kepikiran kalau ngga ada di samping mereka."


" makasih ya Abi sudah mengantar Gaza." ucap ameer.


" iya sama-sama Gaza memang minta untuk memberi kejutan pada kalian makanya umi dan Abi antarkan selepas isya".


" mohon doanya Abi untuk kesehatan Khansa dan janin nya "


" aamiin insyaallah sehat keduanya hingga melahirkan." semua mengaminkan mereka mengantar alira dan barra keluar".


" ayah tau setiap malam Gaza selalu kebangun ingat rumah pengen pulang." ucap Gaza ia tidur di samping kanan ada Ameer kirinya Khansa.


" kenapa ngga pulang dari kemarin."


" kata om Khalid jangan pulang dulu kalau mau adik nya cepat jadi." keduanya tertawa.


" boleh kok menginap di rumah aki sama Nini tapi kalau mau pulang telepon ayah minta jemput ya, kamu tau ayah juga tersiksa ngga ada Gaza di rumah ini "


" kenapa ayah."


" ngga ada yang ayah temenin tidur ngobrol, kalau bunda mah ketemu bantal langsung tidur." Gaza tertawa... Khansa mencubit Ameer tak sepenuh nya yang di katakan benar.


Hampir setiap malam mereka produksi, Khansa selalu tidur malam. Ameer sangat ingin punya anak memang untuk teman Gaza di rumah.


Setelah Gaza lelah bercerita akhirnya ia terdiam lalu tidur, suara dengkuran halus terdengar. Ameer menyelimutinya kemudian pindah ke kamar utama mereka berdua.


___


Novel baru " bait-bait doa ustadz khalid". Menceritakan tentang Khalid sudah up ya hingga bab 27. Silahkan mampir terima kasih.


.

__ADS_1


__ADS_2