
kewajiban kita adalah mencintai seseorang yang sudah halal untuk kita
💕💕💕
Sebelum keluar dari rumah sakit Ameer pamit terlebih dahulu dengan beberapa staf dan rekan kerjanya saat di rumah sakit bandung. Sekalian memperkenalkan Khansa sebagai istrinya. Semua menyambut dengan ramah dan bahagia, dokter Ameer lalu pamit jika akan bekerja di jakarta agar dekat dengan keluarga nya.
" hai cantik lain kali ke sini lagi ya." ucap suster sari.
" oke Tante suster kita Jambak dokter itu ya." suster sari pun tertawa, Gaza lebih pandai menghancurkan pelakor.
Lalu setelah selesai berpamitan mereka masuk ke dalam mobil, Ameer tak malu untuk menggandeng Khansa hingga masuk ke dalam mobil. Agar semua orang tau jika Khansa lah benar istrinya yang ia cintai.
Gaza beberapa kali menguap lalu Ameer letakkan di jok belakang agar ia bisa tidur terbaring. Ameer menghidupkan mobil nya hingga ke tempat yang mereka inginkan yaitu kebun teh sesuai keinginan Khansa.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang karena jalanan menuju kebun teh itu sedikit berkelok. Setelah dari rumah sakit itu Khansa hanya diam saja pandangan nya ke luar jendela mobil. Ameer tau perkataan dokter Mala pasti membuat sakit hati Khansa.
Di tempat jalan yang sedikit lebar Ameer menepikan mobilnya. Ia ingin menyelesaikan masalah yang tadi di rumah sakit, Ameer tak ingin melihat Khansa bersedih. Khansa pun tidak sadar jika mobil telah berhenti.
Ameer memberanikan diri merengkuh jemari Khansa, Khansa pun terkesiap sedikit terkejut . Khansa kemudian menoleh ke arah Ameer yang kini sudah menghadap nya. Ameer mengusap buliran air mata Khansa yang tadi terjatuh meski sedikit.
" Jangan menangis Khansa, aku tak ingin kamu menangis lagi. Jika kehadiran ku di sisimu membuat mu sedih maka..." Khansa langsung meletakkan jarinya di bibir ameer ia pun menggeleng tak ingin dengar ucapan Ameer lagi.
" maaf mungkin Khansa yang terlalu baper, atau Khansa terlalu egois kak menikah denganmu hanya demi kepentingan Khansa tanpa memikirkan kak Ameer." ucap Khansa.
" apa maksud mu. aku sadar menikahi mu khansa, meski semuanya adalah keinginan tetua kita tapi inilah yang terjadi atas Takdir kita. Jangan pernah menghakimi takdir Khansa, kamu lihat Gaza sekarang aku sungguh bahagia memiliki kalian berdua membersamai hariku ".
" tapi ucapan dokter Mala tadi".
" biarkan saja memang dia sejak dulu menginginkan ku".
" kenapa kakak tak mau, dia juga cantik ". Ucap Khansa masih menatap Ameer.
" pernikahan itu tidak hanya di butuhkan Cantik saja Khansa tapi kenyamanan ketika kita bersama pasangan. Kakak tanya sama kamu sekarang kamu nyaman tidak hidup dengan kakak." tanya Ameer.
__ADS_1
" Khansa ngga tau kak yang jelas melihat Gaza kini bahagia Khansa pun ikut bahagia".
" ya sudah jangan sedih lagi ya, menjadi janda bukanlah kehinaan, menikah dengan janda juga bukanlah kesalahan semua sama di mata Allah. Kamu lebih segalanya di banding kan wanita lain di luaran sana Khansa." ucap Ameer.
lalu tiba-tiba ia mendekat kan wajahnya. Naluri kelakiannya pun muncul apalagi melihat sesuatu yang halal ada di hadapannya. Entah juga apa yang ada di pikiran khansa ia pun lalu memejamkan mata. Satu kecupan mendarat di bibir Khansa, Ameer pun merasakan hal yang pertama kali ia rasakan dalam hidup nya.
Ameer dan Khansa tersadar ketika ada suara mobil yang melintas di samping mobilnya. Ameer lalu menjauhkan tubuhnya dan sebelum nya mengusap bibir Khansa yang basah karena ulahnya.
" maaf". Ucap Ameer menjauh, khansa tersenyum ia pun mengikuti naluri hatinya meski ia rasanya ingin menolak tapi dirinya kalah dengan raga yang selalu ingin bertaut dengan suaminya.
Ameer lalu menjalankan mobilnya di mana tempat yang akan ia tuju. Kebun teh yang ternyata itu miliknya, Ameer membelinya ketika ia masih berdinas di bandung.
Satu jam lamanya dari rumah sakit menuju tempat tersebut yang tempatnya berada di dekat desa. Ameer menghentikan mobilnya mencari tempat parkir yang pas untuk mobil Pajero warna putih miliknya.
" Sudah sampai Khansa". Ucap Ameer kemudian ia turun.
" wah tempatnya indah sekali ya kak, udaranya masih sangat sejuk ". Khansa merentangkan kedua tangannya sembari menghirup udara yang masih cukup segar itu.
" pak dokter kapan sampai". Sapa salah satu pegawai di kebunnya.
" kemarin saya sampai ke bandung pak." Ameer menurunkan beberapa makanan dan sedikit buah untuk mereka, selepas dari rumah sakit tadi Ameer dan Khansa membelinya.
" ayah Gaza mau ke sana". ucap Gaza melihat tempat yang begitu terlihat indah itu.
" iya sayang nanti sama ayah jangan pergi sendirian". Ucap Ameer masih menyapa para pekerjanya. Tapi Gaza tak peduli lalu Mak Ijah mengikuti Gaza.
" siapa dua wanita cantik ini dokter". Yang mereka tau dokter Ameer masih lajang.
" oh iya pak kenalkan ini istri saya Khansa dan anak saya Gaza." ucap ameer.
" kapan pak dokter menikah kita tak dengar ".
" saat kemarin saya pulang pak, Alhamdulillah Allah dekatkan jodoh saya." Ameer tersenyum.
__ADS_1
" masyaallah neng Khansa mah cantik pisan, dokter Ameer tambah dapet bonus lagi. Pintar amat dokter cari istri ". Ucap bapak-bapak yang diberi kepercayaan Ameer untuk menjaga kebunnya.
" Alhamdulillah pak, tak rugi saya pak beli satu dapet dua". Semua di sana tertawa, Khansa reflek mencubit pinggang Ameer.
Gaza sedang bersama emak Ijah istri dari pak Eman melihat kebun teh nya. Emak Ijah senang bisa membawa Gaza ikut memetik nya.
" Tak apa nak, seperti Rasulullah yang menikahi bunda Khadijah justru bunda Khadijah itu istri kesayangan nya Rasulullah". Ameer dan Khansa pun tersenyum.
" ayo pak Bu di makan dulu, maaf kami tak bawa apa-apa kemarin karena memang saya hanya berniat untuk mengurus kepindahan saya ke Jakarta.". Ucap ameer.
" loh dokter mau pindah ke Jakarta." tanya pak Eman yang belum di beritahu oleh Ameer.
" iya pak, anak saya sudah mulai masuk sekolah dan istri saya juga masih bekerja di jakarta. Dan keluarga kami juga menginginkan mereka dekat dengan cucunya". ucap ameer.
" Di manapun tempatnya tinggal dokter, insyaallah bapak doakan rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah ".
" aamiin ". ucap Ameer dan Khansa.
Kemudian Ameer dan khansa pamit untuk menyusul Gaza yang sudah sedikit jauh dari mereka.
" aw...". Khansa sedikit akan jatuh ketika berjalan, karena semalam habis hujan jalan nya sedikit licin. Ameer lalu menggenggam tangan khansa untuk berjalan, mereka terlihat bahagia kini sudah mulai lebih dekat meski kewajiban nafkah batin belum Ameer berikan untuk Khansa ia masih belum berani.
" Kak ini pemilik kebunnya siapa, apa kita tak akan di marah jika melewati kebun ini." tanya Khansa yang kini memegang pergelangan tangan Ameer.
" Tak akan pernah marah untuk permaisuri Khansa dan putri Gaza ". ucap ameer. Hingga detik ini Khansa tidak tau jika itu kebun milik suaminya.
" nanti kita kena denda bagaimana kak." tanya Khansa polos.
" siapa yang berani memberi denda permaisuri dan putriku akan ayah langsung masukkan ke kantor polisi ". Khansa justru malah tertawa gaya bicara Ameer terlihat sangat lucu.
Hingga sore hari mereka ada di sana, Gaza dan khansa beristirahat di gubuk itu mereka makan bersama pegawai pemetik kebun teh itu. Gaza selalu membuat celotehan yang bikin semuanya tertawa, terlihat sekali Gaza bahagianya.
__
__ADS_1