
Bunda menangkap ketidakberesan pada Khansa, melihat Khansa yang sepertinya punya pikiran lain tak fokus dengan yang ia makan. Bunda teringat saat pernikahan Mahya kemarin tentang curahan hati Khansa.
Duduk di ruang keluarga adalah kebiasaan keluarga azzam setelah makan malam. Supaya mereka semakin dekat apalagi sekarang di tambah ramainya Gaza yang selalu berceloteh sembari belajar mewarnai.
" Sudah malam Gaza ayo tidur besok biar ngga kesiangan". Ajak Khansa tiba-tiba padahal waktu belum ada jam sembilan malam.
" Kalau mau istirahat duluan saja ngga apa-apa Khansa, biar Gaza sama bunda".
" ngga apa-apa bunda, Khansa mau bacakan dongeng buat Gaza ". Akhirnya Gaza mengikuti bundanya.
Ameer menyusul naik ke atas tapi dia masuk ke kamarnya, Ameer jika malam begini mempelajari data para pasiennya agar esok saat operasi ia lebih mudah menanganinya. Membolak-balikkan data membaca dengan seksama dengan kacamata nya.
Lima belas menit sudah akhirnya Gaza pun terlelap, Khansa membenahi selimut lalu mengecup kening sang buah hati. Ia pun merebahkan tubuhnya di samping Gaza, kemudian bunda masuk.
" bunda maaf Khansa mau tidur sama Gaza kangen". Ucap Khansa ia tak enak sama bunda Aisha.
" bunda mau kamu baca ini nak, tulisan ini Ameer tulis sebelum bunda mengkhitbah mu untuk ammar."
Khansa mengerutkan keningnya ia meraih satu lembar yang berisi tulisan Ameer tempo dulu. Pelan-pelan ia membaca dan memahami setiap kata demi kata.
" Ameer mencintaimu sebelum kamu menjadi istri ammar, namun setelah ia tau jika bunda mengkhitbah untuk Ammar ia mundur demi kakaknya. Ameer pun tak mengatakan pada bunda jika mencintai mu. Kepergian nya ke Amerika, dinas di luar kota selama ini demi menjaga hatinya sendiri dan demi kebahagiaan mu. Ia ingin kamu bahagia. Beberapa kali ia ingin menerima wanita lain di hatinya tapi tak bisa nak iapun tak mengkhitbah mu saat kau janda karena ia sangat menghargai kakaknya dan kamu. Ameer sejak dulu tak pernah punya hubungan dengan siapapun terlebih dokter Salsabila. Salsabila memang menyukai Ameer namun Ameer selalu menolaknya. Tak ingin juga menikahi wanita lain karena ia tak cinta tak ingin menyakiti siapapun. Ameer sangat mencintaimu nak. Mungkin jika dulu bunda tau Ameer lah yang mencintai mu, kamu tak akan pernah menikah dengan ammar. Tapi inilah takdir terbaik menurut Allah. Meski kamu sudah pernah menikah cinta Ameer tak pernah luntur hingga kini. Ia ikhlas menerima mu dan Gaza dalam kehidupan nya". ucap bunda serius ia panjang lebar menjelaskan Ameer selama ini.
Tes
air mata Khansa menetes ia menuduh Ameer selama ini tanpa ingin tau kebenaran nya, hatinya sudah di liputi oleh syetan.
Khansa menyelesaikan membaca tulisan Ameer pernyataan cinta terhadap nya.
__ADS_1
" kak Ameer hiks..." Khansa menangis perasaan bersalahnya muncul lagi karena tuduhan nya terhadap Ameer suaminya.
" terima kasih bunda, Khansa ke kamar dulu".
" iya nak perbaiki hubungan kalian, Ameer tak ingin kamu di rundung kesedihan ". Ucap bunda mengusap kepala Khansa.
Khansa pun sedikit berlari masuk ke dalam kamar, Ameer sedang berdiri di samping jendela karena pegal membaca seluruh data pasien ia berdiri ingin meletakkan ke mana tempat kertas itu.
Tiba-tiba tubuhnya sedikit limbung dan kaget ketika tubuh Khansa menabraknya memeluk Ameer dari belakang. Ameer beristighfar di dalam hati cukup terkejut.
" maaf kan Khansa kak hiks...". Khansa semakin mengeratkan pelukannya.
" ada apa sayang, kenapa minta maaf tak ada yang salah." Ameer mengusap-usap punggung tangan Khansa yang melingkar di perut nya.
" Khansa minta maaf kak." Ameer membiarkan Khansa menangis di punggung nya supaya sedikit lega.
Kemudian Ameer berbalik menghadap Khansa, air mata mengalir di pipi Khansa. Ameer mengusap air mata dengan penuh kasih sayang.
Khansa memberikan selembar kertas yang berisikan tulisan Ameer. mata Ameer pun membulat melihat tulisan tangannya itu, ia justru tak ingat sama sekali kemana kertas ini berada.
" kamu dapat dari mana ini sayang."
" bunda ..."
" astaghfirullah hal adzim, kakak saja tak ingat kertas ini ada di mana kenapa malah ada di tangan bunda." Ameer meringis menahan malu.
" maaf ya sayang ini dulu sewaktu kakak jadi dosen kamu, aku sudah mengagumimu sejak dulu. Maaf kakak mencintai mu, tapi semenjak kamu menikah dengan kak ammar kakak hanya ingin kalian bahagia selalu ". ucap ameer mengusap lagi air mata Khansa yang masih ada.
__ADS_1
" Lalu sekarang kakak masih cinta sama Khansa".
" kakak sudah berusaha menghilangkan nya dulu saat kamu bersama kak ammar hingga kakak menjauh dari kehidupan kalian tapi lagi-lagi Allah mendekat kan kembali setelah kak ammar tiada. Bahkan melalui Gaza Allah menyatukan kita dalam tali pernikahan ini. Kakak sangat mencintaimu sayang." Ameer mencium tangan Khansa dengan lembut.
" maaf Khansa sudah menuduh kakak, maaf Khansa tak percaya sama kakak."
" kamu mengira kakak punya hubungan sama Salsabila ". Khansa mengangguk.
" demi Allah ngga sayang, perasaan ini semakin kuat saat ijab kabul kakak ucapkan di depan Abi. Sungguh kakak sangat mencintaimu Khansa ". Ameer lalu memeluk Khansa erat, Khansa kembali menangis sesenggukan di dada Ameer.
" Kamu mau berusaha menerima kakak, kakak tak akan memaksa karena kakak tau kamu mencintai kak ammar".
" Khansa memang mencintai mas ammar dulu sebagai suami ku dan ayah nya Gaza. Namun sekarang suami Khansa itu kak ameer sudah selayaknya kak Ameer mendapatkan cinta dari Khansa." Ameer semakin memeluk Khansa dengan erat dan menciumi puncak kepala khansa.
" Kamu mau berjuang sama kakak mengarungi bahtera rumah tangga ini". Ameer melerai pelukan Khansa menatap wajahnya. Khansa mengangguk.
" berusaha saling mencintai membesarkan Gaza penuh kasih dan sayang ". Khansa mengangguk.
" terima kasih sudah percaya sama kakak sungguh tak ada yang lain di hati ini sejak dulu hingga sekarang Khansa." Khansa tak bisa berucap jantungnya berdebar hebat, perasaan cintanya pun tumbuh seiring berjalannya waktu.
Ameer mendekat kan wajahnya membingkai wajah Khansa yang sembab karena tangis. Perlahan bibir itu bertaut begitu saja keduanya merasakan bertukar Saliva. Ameer melakukan nya dengan lembut hingga tangan Ameer beralih masuk ke dalam piyama Khansa yang sedikit panjang.
Tiba-tiba Khansa melerai tautannya membuat Ameer yang telah di rundung gairah merasa harga dirinya terkoyak. Gairah yang sudah berada di ubun-ubun harus ia redam lagi Khansa mundur menghindari Ameer.
" maaf ". ucap Ameer sembari menunduk kan wajahnya tak berani menoleh ke arah Khansa. Jika melihat Khansa gairah yang sudah membara pasti akan semakin membara dan sulit untuk di padamkan ini kali kedua hal ini terjadi.
Khansa berlalu masuk ke kamar mandi meninggalkan Ameer yang sedang dalam gairah panasnya.
__ADS_1
__
Kasih vote nya kakak, like komen jangan lupa hadiahnya akan up lagi nanti.