Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 21. menagih janji


__ADS_3

Setahun kemudian


Khalid lulus SMA ia akan melanjutkan ke perguruan tinggi di Kairo ambil bidang studi seperti abinya. niat menjadi ustadz sudah bulat ia pilih. Khalid memang lebih suka berbicara, sosok abinya menjadi teladan untuk nya.


" Adik mbak sudah lulus, jadi mau lanjut ke Kairo". tanya Khansa mengacak rambut Khalid.


" jadi dong mba ini cita-cita Khalid ". ucap Khalid sembari makan makanan yang di buat Nini nya.


" mbak dukung kamu harus benar-benar belajar di sana nanti ya dek, serius biar cepat lulus".


" iya mbak itu pasti, Khalid juga mau gantikan Abi di pesantren kasihan Abi". Khansa tersenyum meski agak banyol tapi Khalid penyayang. Pesantren barra sekarang memang sangat ramai santrinya, membutuhkan banyak tenaga pengajar.


" Nini pasti kesepian tak ada kamu Khalid".


" kan masih ada aki yang selalu menghibur Nini". ucap Khalid.


" petikan gitar aki mu kadang keliru ".


" namanya juga sudah tua ni ya wajar , kalau Khalid pulang nanti pasti akan Khalid nyanyikan untuk Nini."


" siapa yang bilang aku tua, masih ganteng gini macam Al Ghazali ". semua terkekeh.


" iya iya aki ganteng "


" gampang ni nanti kalau pas vc Khalid akan main gitar kita bisa nyanyi bareng meski jauh jarak tak akan jadi masalah tak akan pernah memisahkan kita." aki nya mencebik.


" belajar yang rajin dan pintar nak, Nini ingin melihat mu seperti Abi mu sebelum Nini di panggil sama yang kuasa, mudah-mudahan umur Nini nanti sampai hingga kamu lulus menjadi seorang ustadz." ucap Nini membuat semuanya sedih.


" aamiin Nini pasti bisa nanti liat Khalid seperti Abi, umur Nini panjang. ."


" aamiin ". Khalid memeluk Nini nya.


Di sana ada Fahri anaknya Fauzan dan Ratih, yang sudah dua tahun lebih dulu berada di Kairo. Khalid akan menyusul dan tinggal bersama Fahri di kosannya.


__

__ADS_1


Aisha tersenyum senang hingga saat ini Ammar belum mengungkapkan wanita yang ingin ia nikahi. kesepakatan sudah Dil tak bisa di tawar lagi, Ammar sudah siap dengan pakaian kerjanya. Ameer sudah siap dengan pakaian kerjanya juga dokter azzam, semua akan berdinas pagi. juga Adzkia dengan pakaian sekolah nya.


Semua duduk untuk sarapan pagi, itulah kebiasaan keluarga itu wajib untuk sarapan pagi apapun makanannya. Ameer yang selalu menjaga kesehatan nya ia hanya sarapan roti dan selai serta juz alpukat sebagai pengenyang. Semua sesuai dengan seleranya masing-masing.


" Nak mana yang kamu janjikan sama bunda, ini sudah ganti tahun Lo." ucap Aisha menagih janji Ammar yang mau menikah tahun ini. Ammar terbatuk ia sampai lupa apa yang sudah menjadi kesepakatan dengan bundanya.


" kan baru ganti tahun bunda belum berjalan tahunnya". ucap Ammar lalu ia minum rasanya sarapan nasi goreng nya sulit ia telan.


" Bunda hanya menagih janjimu Lo nak, kamu sendiri kan yang berjanji. sejak dulu bunda tak pernah ingkar, masa anak bunda mau ingkar janji sama bunda." ucap Aisha membuat Ammar gelisah.


" tapi bunda, beri Ammar waktu lagi ya. Ammar belum menemukan wanita yang bisa menerima Ammar apa adanya ".


" Kamu sendiri yang bilang iya, jika kamu tak bisa mencari sendiri kamu harus menerima pilihan bunda."


" iya loh kak terima saja pilihan bunda ". ucap Ameer ikut mengompori.


" Ammar belum siap bunda".


" apanya yang belum siap nak, kamu sudah mapan umur mu sudah cukup. bunda mau kamu cepat menikah, bunda juga pengen menimang cucu nak. Menikah itu juga merupakan sunah rasul nak." ucap bunda.


" sudah ini masih pagi dan sedang sarapan kenapa bahas yang bikin Ammar jadi ngga enak makan. Ammar kamu harus tanggung jawab sama ucapan mu, ayah selalu mengajarkan mu untuk tanggung jawab."


" iya tuh kak Ammar kemarin yang ngajarin azkiya untuk tanggung jawab siapa, kak Ammar kan." ucap azkiya menambai.


" kalau kamu gimana nak Ameer sudah ada calon yang mau kamu khitbah".


" ada bunda nanti sebelum berangkat ke Amerika saja lagian anaknya masih sekolah juga ." ucap Ameer.


" tuh Ammar, bunda maunya kamu dulu sebagai anak sulung nak."


" iya iya bunda, satu minggu Ammar belum dapet. Ammar mau pilihan bunda."


" janji..."


" iya janji... lagian anaknya pasti belum mau sama Ammar ". ucap Ammar lirih.

__ADS_1


" bunda ini ibu mu, doa bunda pasti di ijabah pakai jalur langit juga dong." dengan bangganya Aisha mengatakan itu.


Semua tertawa mendengar Aisha berucap hanya Ammar saja yang mukanya masam. setelah sarapan selesai mereka berangkat satu persatu sendiri-sendiri, azkiya nebeng kakaknya Ameer.


Hari ini Ammar tak fokus kerja. waktu satu minggu yang di berikan bundanya itu rasanya cukup singkat untuk nya. Ia membuka laptopnya tapi ia tutup lagi, ia cari wajah-wajah teman SMA dan kuliah nya ngga ada yang cocok sama sekali. Ammar memegang kepalanya pusing.


" kenapa urusan jodoh jadi pusing gini, bisa saja aku sewa orang sementara untuk jadi calon istri setidaknya ada penundaan. tapi ngga mungkin jika bunda memaksa gimana. aku juga mau wanita yang salihah untuk anakku." ucap Ammar ngomong sendiri sejak tadi.


" ya Allah bantu Ammar " ia lalu menutup laptopnya di ambilnya sajadah lalu shalat.


cara terbaik untuk melupakan sesuatu mencari jalan keluar yaitu SHOLAT meminta pertolongan kepada Allah, adukan segala kegelisahan hati kita hanya kepada Nya.


___


Ameer habis melakukan operasi ia lalu masuk kedalam ruangan nya, sebentar lagi ia akan pergi meninggalkan rumah sakit ini dan menggapai cita-cita nya menjadi dokter spesialis seperti ayahnya.


Rencana Ameer sudah bulat ia akan mengkhitbah Khansa sebelum ia berangkat ke Amerika, setelah Khansa wisuda lalu mereka akan menikah. jadi selama satu tahun Khansa bisa fokus untuk menyusun skripsi nya. itulah rencana ameer ia melihat foto Khansa yang ia curi saat Khansa duduk di taman terlihat senyumnya yang sangat manis. Ameer pun lalu melemparkan senyum seakan membalas senyuman nya Khansa.


Ameer juga tidak ingin mendahului kakaknya Ammar, jadi setelah Ammar punya calon nya baru Ameer akan memberitahu kan kepada keluarga nya bahwa ia mencintai Khansa anak sang ustadz Barra. Ameer sebenarnya sudah tak sabar akan hal ini namun ia ingin buat kejutan untuk keluarga nya, pasti mereka akan senang juga kaget.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya, baru saja istirahat sejenak ada ketukan pintu pasti ada pasien urgent.


" masuk sus." ucapnya.


" maaf dok ada urgent, kecelakaan beruntun di tol menelan banyak korban sekarang sudah di larikan ke rumah sakit ini sebagian ".


" baik sus saya akan segera ke sana, langsung siapkan semuanya alat yang di butuhkan."


Ameer berjalan cepat biasanya jika suster mengatakan urgent ini sangat darurat.


bersambung


beri like komentar juga hadiah ya reader.

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2