Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 74. penjelasan


__ADS_3

Acara di rumah ustadz Azril cukup meriah. Meski hanya acara akad pengajian dan langsung lanjut resepsi. Kini para tamu sudah banyak yang pulang namun Khansa dan Ameer serta keluarganya belum karena mereka adalah teman dekat dengan keluarga Azril.


Fahri masih menemui para saudara nya yang masih tersisa di sana sedangkan Mahya ia masuk ke dalam kamar di bantu oleh Khansa. Acara memang hanya sampai siang saja, Khansa berbincang dengan Mahya sejenak.


" Aku pamit ya Mahya."


" nanti dulu dong Khansa aku sendirian ini mas Fahri masih di luar."


" cie mas Fahri ". Mahya terkekeh mau tak mau Fahri sekarang suaminya.


" aku harus panggil dia mas dong Khansa sekarang udah jadi suamiku".


" iya aku ikut bahagia akhirnya kami sold out juga". Mahya dan Khansa pun tertawa.


" bagaimana hubungan kalian, aku harap kamu sudah menerima kak Ameer. Dia tulus menyayangi Gaza dan dirimu ".


" entahlah Mahya, kenapa sekarang aku jadi ragu ya. kak Ameer belum terbuka sama aku, antara kami belum saling jujur". Ucap Khansa.


" apa maksudmu Khansa, jadi selama ini. Coba aku tebak, kamu belum memberikan hak kak Ameer." Khansa menggeleng, ingin sebenarnya ia tak katakan sama siapapun namun ia bingung mau cerita sama siapa. Semenjak kepergian ammar ia sering mengurung diri dan hanya Mahya lah tempat ia bercerita.


" astaghfirullah hal adzim Khansa itu dosa besar bagaimana kak ameer bisa kuat begitu."


" Aku tidak tau Khansa, aku belum siap dengan semua ini apalagi setelah di rumah sakit kemarin aku mendengar kenyataan yang menyakitkan. Kak Ameer terlalu baik dengan ku hingga ia mengorbankan cintanya, aku tak ingin begini Mahya. Aku mau kak Ameer bahagia jangan karena aku dia jadi ngga bahagia begini".


" maksud mu apa sih Khansa, aku lihat kak Ameer bahagia sekali ada di samping mu".


" karena demi Gaza ia harus kehilangan cintanya, aku merasa bersalah Mahya". Ucap Khansa mulai terisak.


" maksudmu apa, khansa jangan berbelit-belit katakan ".


Khansa lalu menceritakan apa yang dia lihat di rumah sakit kemarin dan cerita dari Nilam.


" apa kamu sudah bertanya dengan kak Ameer". Khansa menggeleng.


" katakan semuanya Khansa kalian ini suami istri harusnya kamu lebih terbuka apalagi soal perasaan mu ini. Kamu mulai mencintai kak Ameer kan, jangan bohongi dirimu sendiri secara tidak langsung kamu juga takut kehilangannya ". ucap Mahya.


" aku tidak tau Mahya, hanya aku ingin kak Ameer bahagia. Aku tak ingin merenggut kebahagiaan orang lain. Ia menikahi ku karena iba dengan ku dan gaza ".


Mahya menghela nafas nampaknya khansa sulit untuk di beri nasehat. Tanpa mereka tau ada seseorang yang tak sengaja mendengar percakapan mereka berdua. Lalu Khansa pamit setelah ia meluapkan emosi pikirannya sejak kemarin.


" eh bunda masuk Bun". Mahya memeprsilahkan bunda untuk masuk sedangkan Khansa sudah berlalu bergegas keluar.

__ADS_1


" bunda mau pamit nak, tapi tak sengaja bunda mendengar percakapan kalian".


" maaf bun, ". ucap Mahya merasa tak enak dengan Aisha.


" tolong jangan katakan apa yang Khansa katakan tadi kepada siapapun ya". Mahya mengangguk.


" semoga kamu dan Fahri selalu bahagia ya, bunda pamit nampaknya Gaza sudah sangat mengantuk "


" iya bunda terimakasih doanya". Mahya lalu Salim.


Melewati beberapa orang Khansa berjalan berpamitan kepada orang tua Mahya. Mendengar itu lalu Ameer pun ikut pamit dan membawa Gaza serta namun Aisha memanggil Gaza agar bareng dengannya dengan iming-iming mampir ke supermarket terlebih dahulu.


Cuaca yang cukup terik, matahari sudah mulai tinggi dan suara bising kendaraan pun mengganggu telinga. Ameer tersenyum ketika Khansa masuk ke dalam mobil, mereka hanya berdua saja tanpa adanya Gaza. Bunda Aisha selalu memberi kesempatan untuk mereka agar semakin dekat.


' kenapa aku benci dengan rasa ini yang tiba-tiba tumbuh, aku ingin sendiri lagi mas ammar '. batin Khansa seakan berteriak melihat Ameer lagi rasa bersalah berkecamuk dalam dirinya.


Khansa mengusap air matanya sejak tadi ia hanya melihat ke luar mobil tanpa menyapa Ameer, hanya sedikit senyuman ketika mereka masuk ke dalam mobil.


Ameer memutar setir mobilnya berjalan perlahan, menunggu Khansa yang mengeluarkan kata-kata untuk nya namun tidak hanya diam yang ia dapatkan.


" sayang kenapa ". tanya Ameer.


" ngga mau mampir ke mana-mana hemm..." Khansa menggeleng.


Namun justru Ameer menghentikan mobilnya di tempat yang cukup sepi. Khansa pun terkesiap kaget Ameer mendadak membelokkan mobilnya.


" Katakan pada kakak sebenarnya ada apa, kamu tak seperti biasanya sayang. " Ameer menggenggam tangan Khansa.


" kak maafkan Khansa yang terlalu egois menerima pernikahan ini".


" maksudnya apa Khansa, aku sadar mengucapkan ijab kabul untuk mu."


" semua karena keterpaksaan kan kak, karena iba terhadap Gaza Kakak menikahi ku hingga berkorban meninggalkan cinta kakak".


" tidak Khansa kakak mencintai mu".


" Kak menikahlah dengan cinta kakak ". Ucap khansa air matanya mulai menetes.


" kakak sudah menikah dengan cinta kakak yaitu kamu Khansa."


" kak tolong jangan korbankan kebahagiaan kakak, aku ikhlas kak". Ucap khansa air matanya makin banjir, miris hati Ameer melihat orang yang di cintai menangis di hadapannya karena dirinya. ia mengusap air mata Khansa perlahan.

__ADS_1


" aku bahagia bisa membersamai kalian Khansa, tak ada yang kakak prioritas kan selain dirimu dan Gaza". Ameer lalu memeluknya, Khansa pun tak bisa menolak karena dalam dekapan Ameer ia merasa tenang.


" Kak maafkan Khansa". Ucap Khansa lagi.


" jangan katakan itu lagi ya, kakak menikahi mu bukan karena iba tapi juga mencintaimu Khansa."


" kak Khansa ikhlas kakak mendua ".


" astaghfirullah hal adzim sayang tak terbersit di pikiran ku hal seperti itu. Dalam hidupku menikah itu cukup hanya satu kali."


" kakak nanti tak akan bahagia hidup dengan ku".


" kenapa kamu katakan jika aku tak bahagia, apa karena kamu masih mencintai kak ammar. Buatku itu tak masalah kak ammar pantas mendapatkan itu. Aku bisa melindungi kalian berdua hati kakak tenang Khansa kalian berdua ada dalam dekapan kakak ".


" Kakak ngga mau jujur sama Khansa ".


" jujur tentang apa, tak ada yang kakak sembunyikan dari kamu apapun".


" tentang dokter Salsabila ".


" oh Salsabila dokter spesialis kandungan yang kini ada di rumah sakit, dia dulu adik kelas. Kami tak ada hubungan apapun Khansa."


" kakak bohong hiks...".


" Kakak ngga bohong kenapa kamu bilang seperti itu, kamu tau apa tentang Salsabila ". Tanya Ameer.


" kakak menjalin hubungan dengan nya kakak mencintai nya kan."


" Tidak Khansa, sama sekali tidak ". Ameer ingin memeluk Khansa karena menangis tapi Khansa menolak. Khansa menepis pelukan Ameer.


Sekuat apapun Ameer menjelaskan tetap saja Khansa sulit untuk menerima penjelasan Ameer. Akhirnya Ameer ia tak ingin emosi di depan Khansa dan akhirnya Ameer memilih untuk menjalankan mobilnya untuk pulang.


Sekeras apapun ia berbicara, Khansa tidak akan percaya karena dalam dirinya masih di kuasai amarah. Ia masih percaya dengan apa yang dia liat tanpa tau kebenaran nya terlebih dahulu.


' andai kamu tau aku mencintaimu sebelum kak ammar jatuh cinta padamu, tapi itu tak akan mungkin aku jelaskan karena kamu tidak akan pernah percaya. Khansa aku mencintaimu, sungguh '. Monolog Ameer dalam hati sembari menyetir, ia membiarkan khansa dalam kemarahan nya. Karena sekuat apapun ia membela diri khansa belum bisa percaya.


__


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak ya dear maaf baru bisa up, othor lagi sibuk 🙏

__ADS_1


__ADS_2