Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 75. kembali bekerja


__ADS_3

Tak ada sepatah katapun yang terucap dari Ameer ataupun Khansa, mereka tenggelam dalam keterasingan. Sama-sama bukan Ameer tidak ingin meluruskan tapi apapun yang ia katakan Khansa tidak akan percaya karena hatinya sedang di balut oleh iblis.


Mobil Pajero sport warna putih itu sampai di halaman rumah dokter azzam. Mereka belum pindah selama rumah Ameer yang sedang di perbaiki belum jadi. Berbeda dengan ammar, dulu setelah menikah ia memilih tinggal langsung di rumah sendiri. Ameer tidak, ia ingin istrinya dekat lagi dengan bundanya.


Khansa turun terlebih dahulu kemudian di ikuti oleh Ameer, Khansa berjalan cepat agar sampai ke kamarnya sebelum Gaza pulang. Khansa langsung membersihkan diri lalu beristirahat, di biarkan nya oleh ameer begitu saja.


" kakak mau nemani Gaza istirahat dulu ya sayang ". Ucap Ameer mengusap kepala Khansa ia yakin jika istri nya belum sepenuhnya tertidur.


Ameer berjalan keluar kamar karena ia mendengar jika putri nya sudah pulang.


" ayah..." Gaza langsung berlari memeluk ayahnya.


" hati-hati sayang tak perlu lari." ucap Ameer merentangkan tangannya langsung ia raih tubuh mungil lalu menggendongnya.


" ayah Khansa beli es krim banyak, beli coklat sama beli mainan." Gaza menunjukkan tiga kantong yang ia bawa. Meski kesusahan membawa ia kekeh tak mau di bantu oleh kakek dan neneknya.


" banyak sekali sayang. tapi ingat ya makannya harus di jeda supaya giginya tetap sehat" Gaza mengangguk.


" bunda mana ayah." tanya Gaza celingukan tapi tak menemukan bunda nya.


" bunda istirahat sayang, capek." ucap Ameer sembari meletakkan telapak tangannya di pipi.


" Gaza mau kasih tau ini."


" nanti saja ya sayang jika bunda bangun, kasihan bunda kalau terganggu tidurnya. Sekarang lebih baik Gaza ganti pakaian dan tidur sama ayah ya."


" hore bobo sama Ayah ". Gaza begitu sangat senang ia bersorak.


Masih dengan posisi yang sama Gaza ada dalam gendongan Ameer ia berjalan naik ke atas.


" ayah tadi Tante Mahya cantik ya ayah, besok kalau Gaza udah gede mau kayak Tante Mahya."


" insyaallah sayang nanti, sekarang Gaza harus sekolah yang pintar dulu, mengaji, belajar, jadi anak saliha". Gaza senang ia memeluk ayahnya erat.


" Ayah jangan pergi lagi ya, Gaza sayang ayah."


" iya sayang tak akan, kalaupun pergi itu karena ayah bekerja. Insyaallah besok ayah sudah mulai bekerja sayang. Gaza di rumah sama Oma dan nenek ya sayang ". Gaza pun mengangguk, Ameer membacakan shalawat dan akhirnya Gaza pun tertidur.

__ADS_1


Di benarkan nya selimut Gaza kemudian Ameer beranjak pergi dari kamar Gaza dan di gantikan Oma yang menemani nya.


Ameer kembali ke kamar menemui Khansa ia pun berbaring di samping nya memeluk Khansa dari belakang karena Khansa tidur memunggungi nya.


__


Mentari terlihat sangat indah, ia bersinar seakan memberikan semangat bagi penikmat cahayanya. Gaza sudah siap dengan pakaian sekolah nya begitu juga Ameer dan Khansa bersiap untuk berangkat bekerja.


" sudah siap sayang." tanya Ameer melihat putrinya sudah menunggu di meja makan.


" siap ayah". Gaza tertawa menampakkan giginya, ada sebagian yang ompong.


" ayah sama bunda mau kerja, nanti pulangnya sayang di jemput sama nenek ya sayang." Gaza mengangguk ia mengerti.


Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat dengan mengantar Gaza terlebih dahulu ke sekolah.


" Nanti aku kenalkan sama dokter Salsabila biar kamu mengerti, kakak tak ada hubungan apapun dengan nya selain teman saja." ucap Ameer karena Khansa masih terdiam sejak tadi pagi.


" Ngga perlu kak". Ucap Khansa singkat.


" Khansa mengerti, Khansa ingin mendamaikan hati Khansa dahulu kak. Maaf". Ameer mengusap kepala Khansa dengan lembut.


" ya sudah kita akan bikin acara resepsi ya supaya pernikahan kita lebih banyak orang yang tau". Khansa hanya terdiam, pikirannya masih belum bisa menerima hal ini.


Rumah sakit besar yang ada di kota nya setiap hari di penuhi oleh pasien ringan ataupun berat. Hilir mudik orang-orang yang sedang berjalan ke sana ke mari.


Ameer dan Khansa turun, sebelumnya Ameer menyodorkan tangannya agar Salim dan mengecup kening Khansa cukup lama.


" kerja yang fokus jangan pikirkan hal ini lagi". Kata Ameer, Khansa tapi tidak menjawabnya.


Mereka lalu turun jalan bersama namun memang belum ada yang tau jika keduanya adalah pasangan suami istri.


" selamat pagi dok". Sapa suster yang sudah di beri kabar jika ada dokter spesialis jantung yang baru akan bekerja hari ini. Anak dari pak direktur.


" pagi..." jawab Ameer dengan senyuman, keramahan Ameer masih bertahan hingga detik ini.


Khansa berbelok ke tempat kerja mereka duluan tanpa berpamitan dengan Ameer terlebih dahulu. Ameer cukup menghela nafasnya lemah membiarkan Khansa berjalan masuk ke ruangan nya.

__ADS_1


" kak Ameer". panggil Salsabila yang kini juga datang pagi.


Ameer hanya tersenyum dan terus melangkahkan kakinya menuju ruangan nya. Tak ingin Khansa melihatnya dan kesalahan pahaman mereka tak berakhir, namun Khansa tau jika Salsabila berjalan cepat menghampiri Ameer. Saat suara panggilan itu terdengar oleh telinga Khansa ia langsung keluar untuk sekedar melihatnya.


" Sudah mulai dinas hari ini kak". Tanya Salsabila dengan nafas tersengal bisa menghampiri Ameer.


" iya ". Kembali jawaban singkat itu terucap, tanpa ngomong apa-apa Ameer langsung masuk kedalam ruangannya.


Tentu saja Salsabila menghela nafasnya sedikit kesal, ingin dekat tapi Ameer selalu menolaknya sejak dulu.


" kapan hatimu itu luluh kak Ameer, wanita seperti apa yang kamu inginkan". Gumam Salsabila saat berhenti di depan ruangan Ameer.


Dengan sedikit bersungut-sungut Salsabila pun akhirnya pergi ke ruangan nya.


' ya Allah kenapa perih, cepatkah cinta ini Engkau tumbuhkan untuk makhlukmu'. Batin Khansa memegang dadanya.


Khansa masuk ke kamar mandi ia mengusap wajahnya dengan air agar tenang dan bisa fokus untuk bekerja, karena Mahya belum masuk hingga satu minggu.


Ameer fokus membaca data-data pasien yang harus ia operasi kali ini. Ada dua pasien jadwal operasi jantung yang akan Ameer tangani pagi ini.


" halo dok". Tanya bagian farmasi mengangkat telepon yang terhubung.


" tolong saya bawakan obat ACE inhibitor, tolong minta Khansa untuk membawakan nya ya". ucap Ameer agar ia bisa bertemu Khansa sebelum masuk ke ruangan operasi.


Angiotensin converting enzyme inhibitor atau di singkat ACE obat ini berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah untuk penderita penyakit jantung.


" baik dok".


" Khansa tolong antarkan obat ini ke ruangan dokter Ameer, dokter baru spesialis jantung". Khansa mengangguk tak mungkin ia membantah.


Khansa nampaknya sedikit kesal kenapa harus dia ke ruangan suaminya, dan pasti tak akan sebentar. Ameer pasti akan menguncinya terlebih dahulu di ruangan itu, toh mereka sekarang cukup dekat Ameer sudah tak canggung lagi untuk mencumbui istrinya itu.


__


Bersambung,


Nanti up lagi, jangan lupa untuk bintang lima nya. Terima kasih 🥰

__ADS_1


__ADS_2