Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 85. adik comel


__ADS_3

Perawat berlarian membawa brankar rumah sakit untuk membawa Salsabila hingga ke ruangan UGD. Kaget dokter Nino ketika melihat siapa yang terkapar di ranjang itu. Tak perlu bertanya dulu ia cepat menangani dokter Salsabila.


Cukup kesulitan karena minuman yang di teguk oleh Salsabila lebih banyak. Dokter Nino terus melakukan pengobatan dengan ekstra ia berikan dosis tinggi supaya racun minuman keras dalam tubuh Salsabila bisa terurai. Terlambat membawa ke rumah sakit Salsabila pun tak akan bisa tertolong.


" Beri dosis sedikit tinggi sus". Ucap dokter Nino. Suster Hana mengangguk ia menyuntikkan pada infusnya.


Tak lama orang tua Salsabila datang, mereka langsung saja menunggu di depan ruang UGD karena dokter sejak tadi belum keluar dari ruangan.


" ada apa sebenarnya bik." tanya mama Salsabila.


" maaf nyonya tidak tau, ketika saya buka kamarnya nona salsa sudah tak sadarkan diri. Saya juga bingung melihat minuman keras yang ada di kamarnya di mana ia peroleh ". ucap bibik gugup dan merasa takut.


" ada apa sama Salsabila ini, apa bibi tau selama ini apa yang anak saya lakukan "


" Nona salsa menjalani hidup nya seperti biasa, ke rumah sakit bertemu temannya pulang. tapi tak pernah lama saat keluar rumah nyonya." ucap bibik yang menjaga rumahnya saat ini dan menjaga Salsabila.


Tak lama dokter Nino pun keluar, Salsabila sudah di tangani namun ia suntikkan obat tidur dengan dosis rendang untuk sementara Salsabila agar istirahat.


" bagaimana anak saya dokter." tanya mama.


" dokter Salsabila mengalami over dosis meminum minuman keras, kenapa bisa seperti ini Bu apa yang terjadi ". Tanya Nini penasaran, Salsabila seorang dokter pasti ia tau fatalnya semakin banyak menenggak minuman keras itu.


" kami tidak tau dok, saat itu kami sedang ada pertemuan dengan rekan kami". ucap mama.


" baiklah saya berikan obat tidur dengan dosis rendah biarkan dia istirahat dulu ".


" maaf dok jangan berita ini sampai menyebar, karena bisa menurunkan reputasi saya ".


" baik Bu saya akan jaga rahasia semoga dokter Salsabila lekas sehat dan kita tau penyebab dari dia melampiaskan amarahnya ke minumam tersebut ".


" terima kasih banyak dokter."


" sama-sama Bu". Dokter Nino pamit untuk memeriksa pasien lainya lagi.


__


Malam yang indah bagi mereka berdua, nampaknya adik untuk Gaza akan segera launching. hampir setiap malam mereka melakukan ibadah yang pahalanya cukup besar bagi keduanya.

__ADS_1


Curahan kasih sayang terlimpah dari Ameer untuk Khansa. Ameer mencium puncak kepala Khansa beberapa kali. Khansa sekarang tak pernah menolak setiap Ameer menyentuhnya.


" sudah malam tidur sayang, apa mau mandi sekarang".


" dingin kak." Khansa beringsut memeluk Ameer menyembunyikan kepalanya di dada milik sang suami.


" ya sudah tidur kalau begitu". Bertukar kehangatan keduanya kemudian terlelap.


Alarm yang biasa Ameer bunyikan ketika akan sholat malam membangunkan nya. Dengan pelan Ameer memindai istrinya agar tidak terganggu saat dirinya bangun. Sebelum beranjak kecupan hangat ia layangkan dulu kepada wanita berparas elok istrinya itu.


Ameer tersenyum wajah teduh nan ayu itu baginya tetap sama sejak dulu hingga sekarang. Sama dengan cintanya yang tak pernah surut terhadap Khansa yang kini menyandang status sebagai istrinya bukan kakak ipar lagi.


Ameer mandi terlebih dahulu, seperti biasa ia tak tega membangunkan Khansa. Setelah nya Ameer melakukan shalat malam 11 rakaat dan ia lanjut kan dengan tilawah.


Mendengar suara merdu Ameer, Khansa pun akhirnya terbangun ia tersenyum melihat suaminya yang sudah duduk menghadap kiblat dengan Koko warna mocca dan Al Qur'an yang berada di tangan nya. Pemandangan yang sangat indah untuk Khansa, apalagi suara Ameer terdengar merdu meski pelan ia pasti takut jika istri nya terbangun.


Mendengar suara adanya pergerakan Ameer kemudian menoleh ke belakang, benar ternyata istrinya sudah bangun.


" maaf sayang kakak membangunkan mu". tanya Ameer lalu menutup kitabnya.


" tidak kak , memang saat nya Khansa harus bangun."


" sudah ayo mandi, apa mau kakak mandiin." goda Ameer.


" Khansa bisa sendiri kak, lanjutkan saja tilawah nya." khansa lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh yang masih terbungkus selimut.


Sebelum melanjutkan tilawah nya Ameer menyiapkan pakaian istrinya supaya tak kedinginan. Lalu ia balik menghadap kiblat sembari menunggu adzan subuh.


__


Sebelum ke rumah sakit keduanya mampir dulu ke rumah barra, mereka ingin melihat putrinya di sana. Gaza yang melihat kedua orang tuanya datang sangat senang sekali ia berlari ke arah ayahnya minta di gendong.


" nak sudah besar minta gendong terus kasihan ayah." ucap khansa mengusap kepala sang buah hati.


" Gaza masih kecil bunda, ayah pasti tak keberatan. Nanti kalau udah punya adek baru Gaza tak minta gendong." ucap Gaza membuat semua tertawa.


" sudah siap belum ayo kita ke sekolah nanti terlambat sayang."

__ADS_1


" sarapan dulu sayang, kalian sudah sarapan." tanya alira yang sedang menyiapkan sarapan di atas meja.


" sudah umi tadi Khansa masak nasi goreng." ucap Ameer lalu meletakkan tubuh mungil itu ke meja makan.


" Gaza mau di suapin ayah."


" eh sayang sama bunda saja." Gaza menggeleng.


" memang ya semua serba ayah, sekarang udah ngga sayang sama bunda nih". ucap Khansa.


" Bunda kita udah lama bareng, bunda selalu siapin Gaza. Sekarang gantian ayah supaya ayah tak pergi-pergi lagi seperti dulu". ucap Gaza membuat semua orang terkekeh.


" oke sayang yuk sarapan." Ameer memegang lengan Khansa agar tak bersiteru dengan gadis kecilnya.


Gaza cukup lahap makan sarapannya, setelah selesai ia pamit berangkat ke sekolah. Ameer dan Khansa pun berangkat ke rumah sakit.


" nanti Gaza pulang di jemput sama om Khalid ya bunda, mumpung masih di sini om nya."


" jadi ketagihan ya sama om "


" kan Gaza nanti lama lagi ketemu om Khalid nya, kata om mau sekolah lagi dan pulangnya lama lagi."


" ya sudah sayang nanti bunda telepon om Khalid ya".


" tak perlu bunda kita sudah buat janji mau jalan bareng." ucapannya seperti anak mudah saja yang mau kencan dengan pasangannya.


" iya sayang tapi inget tak boleh nakal ya nurut sama om Khalid."


" kata om biar adeknya cepet jadi Gaza harus sering menginap di rumah Nini." Khansa menutup mulutnya terkejut,Ameer terkekeh.


" kenapa sih bunda kok begitu ya cara bikin adik biar cepat jadi, Gaza ngga boleh sering-sering sama ayah bunda. Gaza di suruh menginap tempat nini. Kenapa ya bunda." Gaza berfikir, Ameer terus saja terkekeh membuat Khansa melirik ke arah Ameer.


" siapa yang bilang begitu."


" om Khalid bunda." Sudah mereka duga pasti itu Khalid yang bilang.


" Bukan begitu sayang, yang jelas Gaza terus berdoa saja jika adiknya cepat Allah kasih ya. Tak ada yang bisa menghadirkan adik Gaza kecuali Allah".

__ADS_1


" ya Allah cepat beri Gaza adik yang comel." Ameer dan Khansa tertawa mendengar doa Gaza yang masih sangat polos.


__


__ADS_2