Cinta Untuk Khansa

Cinta Untuk Khansa
Part 83. undangan


__ADS_3

Sebelum kembali ke kamarnya Ameer menemani Gaza terlebih dahulu untuk tidur. Gaza memang suka bercerita kepada ayahnya tentang harinya di sekolah. Dari teman yang ia senangi hingga teman yang sering membuat dirinya kesal.


Ameer selalu mendengar dan menanggapi semua cerita Gaza tak pernah bilang bosan. Mereka semakin sangat dekat Gaza memeluk Ameer hingga matanya terlelap.


Setelah yakin Gaza tidur dengan sangat pulas akhirnya Ameer keluar dari kamar Gaza dan ke kamar utama. Khansa masih duduk bersandar ranjang menunggu suaminya masuk. Ameer langsung menyelinap tidur di pangkuan Sang istri.


" apa yang di baca nih sayang."


" bukan apa-apa kak buku yang dulu belum selesai Khansa baca," Khansa memberi tahu judul buku tersebut.


" Gaza sudah tidur kak".


" sudah pulas, kamu belum ngantuk". Khansa menggeleng sembari mengusap pipi suaminya yang ada di pangkuan nya.


" sayang undangan nya kata ayah sudah jadi besok kita bagikan kepada teman rumah sakit ya".


" Alhamdulillah iya kak".


" kamu senang" Khansa hanya mengangguk.


" sayang coba lihat telinga ku ada apanya ". Khansa mengikuti ia mendekat wajahnya ke wajah Ameer berusaha melihat telinga Ameer yang katanya ada apanya.


" tidak ada apa-apanya kak".


" coba lihat lagi". Khansa mendekat lagi tapi belum sampai ke arah telinga Ameer sudah memboikot ci*mannya di bibir Khansa.


Kembali kenikmatan itu terasa suara des**** pun kembali terdengar dan berakhir dengan kegiatan berpahala.


Pengantin baru emang ya...


__


Gaza sudah siap di bantu oleh Ameer hari ini ia akan ke sekolah lagi, Khansa menyiapkan bekal untuk Gaza.


" bunda nanti Gaza pulangnya ke rumah Nini aja ya, kangen sama Nini aki buyut." ucap Gaza ikut turun ke bawah dengan ayahnya.


" iya boleh sayang nanti biar Nini atau Aki yang jemput ya." Gaza langsung tertawa girang.


" bik nanti ke pasar ya keperluan saya sudah mencatat, tapi kiranya ada yang mau di beli di beli aja bik". ucap Khansa kepada pekerja art di rumah.


" iya Bu". Jawab bibik.


" sayang kapan suster masuk kerja."


" katanya sih hari ini kak "


" syukurlah biar Gaza malam ada temannya ". Khansa mengangguk setuju.

__ADS_1


Mereka sarapan bersama sebelum semuanya pergi. mengantar Gaza adalah rutinitas pagi mereka berdua, karena momen itu yang sangat Gaza juga sukai.


" ayah sama bunda berangkat kerja dulu ya sayang".


" iya ayah, Gaza sayang ayah ". Ameer tersenyum lalu mengecup pipi putri centilnya itu.


mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang cukup ramai, ada beberapa pasien yang sangat ingin ketemu dengan Ameer. Mereka akan konsultasi tentang penyakit yang mereka derita, Ameer memberi waktu pagi hari karena ia harus melakukan operasi lagi.


" sayang sudah di bawa semua undangan nya." tanya Ameer.


" sudah kak, cuma ada yang belum".


" kenapa di tinggal".


" bukan di tinggal kak, Khansa ngga tau alamat mereka ". Ucap Khansa membolak-balikan undangan pernikahan mereka.


" Emangnya siapa bukan teman kamu, kok ngga tau alamatnya".


" Mereka pembaca kak, mau Khansa undang juga".


" oh iya gampang saja pakai media sosial aja, sudah ada yang tau ig penulis kan".


" kurang tau juga kak."


" ya sudah tenang saja nanti kita post di Ig kak Feni ya". Khansa mengacungkan jempolnya.


" jadi ini bukan sekedar gosip ya mbak Khansa." ucap Nilam terkejut melihat undangan Khansa.


" maaf kami memang sudah akad sejak lama dan baru bisa bikin acara resepsi karena kak Ameer sibuk ". Ucap Khansa berbicara dengan Nilam.


" memang dokter Ameer semenjak pindah ke sini padat sekali pasiennya, itu masih untung ada dokter Athar yang membantunya jika tidak mungkin dokter Ameer akan jarang pulang ke rumah ". ucap Nilam terkekeh.


" ya sudah aku masuk dulu ya suster Nilam makasih udah bantu nyebarin undangan nya."


" siap mbak Khansa sama-sama ".


Nilam berjalan cepat membagi satu persatu undangan resepsi pernikahan Khansa. Dan untuk dokter Salsabila, ia tersenyum sinis hatinya serasa seperti di tusuk belati tajam.


" Jadi beneran ini dok bukan sekedar gosip mereka sudah menikah lama." ucap Nilam duduk di depan dokter Salsabila.


" iya aku juga baru tau." ucap Salsabila berusaha tenang.


" akan datang nanti dok ke acara resepsi ". Tanya Nilam.


" ya akan ku usahakan datang". Nilam tersenyum lalu pamit ia harus bekerja.


Di dalam ruangan kerja dokter Salsabila menangis hatinya begitu sakit, sekian lama ia menunggu untuk Ameer tapi yang ia dapatkan justru kekecewaan.

__ADS_1


" sesakit inikah ya Allah ." Salsabila meremas dadanya, tangan satunya mengepal.


_


" ya ampun Khansa seperti tak percaya saja kamu menikah sama dokter Ameer yang ting-ting itu, pesona mu memang ya tak pernah surut".


" mbak meta bisa saja, Allah yang mempertemukan kami mbak. Khansa juga ngga nyangka seperti ini".


" aku pengen denger cerita nya sih Khansa ayo kok bisa kamu menggaet bujangan. Padahal dokter Ameer bisa saja mencari yang lebih darimu tapi kenapa kok kamu yang janda." mbak meta lagi-lagi bercanda sembari membolak-balikan undangan yang di berikan khansa.


" mau cerita dari mana mbak, aku sudah tak ingat betul".


" Lalu bagaimana dengan keluarga mendiang suamimu Khansa ." tanya meta yang memang ngga tau seluk beluk Khansa.


Khansa tak menjawab hanya terdiam lalu melirik ke arah Mahya yang sudah duduk menikmati makanan yang Khansa tadi bawa.


" justru mereka sangat senang ada yang menjaga Khansa kan mbak." ucap Mahya ia tau Khansa tak ingin bicara.


" syukurlah kalau begitu, terkadang ada yang tak setuju juga tapi kalau sama dokter Ameer tak akan ada yang menolaknya aku aja yang masih gadis kalah sama kamu Khansa." meta tertawa, Khansa hanya mengulas senyum saja.


" Ya setuju to, toh dokter Ameer tetap akan menjadi walinya Gaza meski mereka tak menikah". ucap Mahya supaya semua tau jika ammar dan Ameer itu kakak beradik.


" maksudnya..." meta terkejut, yang ia tau hanya Ameer anak direktur rumah sakit ini dokter azzam. Banyak yang tidak tau jika khansa juga menantu nya.


" maksudnya mendiang suami Khansa itu dan kak Ameer kakak beradik alias saudara kembar".


" what...." ucap Meta kaget serius.


" ngga perlu kaget memang kenyataannya begitu mbak meta ".


" sumpah aku sok bener ini, kakak beradik bisa kamu gaet semua Khansa apa itu ilmunya mau juga aku". Sembari tertawa...


" Jodoh mbak meta kami juga tidak tau kenapa bisa begini, aku sama sekali tak berfikir untuk menikah dengan saudara kembar nya". ucap Khansa.


" tapi ngga apa-apa Khansa itu rezeki kamu ya, ngga ada juga yang mau menolak kamu. tapi aku yakin bukan kamu duluan yang meminta untuk dokter Ameer menikahi mu kan."


" bukan mbak, aku yang mencintai nya." ucap Ameer tiba-tiba muncul.


" dokter maaf " meta nyengir ia malu. Ameer hanya tersenyum saja, Khansa pun tersenyum menyambut suaminya.


" nanti makan siang tunggu di ruangan ya sayang, kakak ke ruang operasi dulu.". Ameer menyerah kan kunci ruangan nya.


" iya kak." Ameer mengusap kepala Khansa lalu pamit.


" ya ampun Khansa gimna aku ngga klepek-klepek jika di posisi kamu". Semua tertawa melihat aksi meta yang langsung duduk seakan orang yang mau pingsan.


__

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2