Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Akhirnya terungkap


__ADS_3

Suara alarm ponsel membangunkan tidurku


berat banget rasanya menggerakkan tubuh


tapi apa daya dengan terpaksa aku meraih ponselku di meja nakas sebelah tempat tidur.


Aku berusaha untuk bangkit dari tempat tidur meskipun terasa berat banget... Kalo nggak karena pekerjaan yang sudah dua Minggu lebih aku tinggalkan..dan juga janjiku dengan Ridwan... mungkin aku akan menarik selimutku lagi... rasanya pengen tidur lagi.


Cukup lama aku berdiam dengan posisiku...


Akhirnya aku bangkit juga.


aku menarik paksa kaki yang begitu berat untuk melangkah menuju kamar mandi.


Setelah empat puluh menit aku habiskan waktu untuk mandi, berhias dan semuanya


aku pun bergegas keluar kamar menuju meja makan.


Nampak ayahku sudah duduk lebih dulu di meja makan sambil membaca koran.


"Pagi yah..." ucapku sambil meraih tangan ayah dan menciumnya


"Pagi nak ". ayo kita sarapan ". ujar ayah sambil melipat dan menaruh koran di samping meja makan.


Setelah beberapa saat menikmati makanan


Ayah mulai bicara


"Gimana hubunganmu sama Hendra ...nak.,"


ucap ayah lagi ...sambil memasukan makanan ke mulutnya.


" Uhukkk.....uhukkkk " aku tersendak


"Ini minum dulu ," ucap ayah sambil menyodorkan segelas air.


" Kamu kenapa sayang? " tanya ayah lagi setelah aku selesai minum


" Nggak apa-apa ...... yah ...agak kaget aza


karena tumben ayah nanya Mas Hendra ."


aku sama mas Hendra baik- baik aja yah ."


jawabku berusaha untuk tenang.


aku nggak mau Kalo ayah sampai tahu tentang Ridwan.


"Yah.... aku berangkat dulu ya.. karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini'

__ADS_1


ucapku mengalihkan pembicaraan


aku pun mencium punggung tangan ayah dan bergegas keluar dari rumah


"Hati-hati ya sayang....." ucap ayah lagi sedikit keras


" Ok...yah.." kataku sambil berlalu


Sesampai di kantor aku memarkirkan mobilku seperti biasa.


Pagi Bu....." sapa beberapa karyawanku secara bersamaan


"Selamat pagi". sapaku sambil menyodorkan paper bag yang berisi beberapa kue dan camilan dan juga beberapa hadiah lain yang sengaja aku beli selama aku di Bandung


" Ini untuk kalian. tolong juga dibagikan untuk karyawan yang lain ya. Maaf hadiahnya tidak seberapa." ucapku lagi


" Makasih ya bu ....nggak apa-apa ini sudah cukup... terimakasih banyak bu...." ucapnya lagi sambil memegang tangan saya


" Ya sama2 " ucapku sambil berjalan pelan meninggalkan mereka.


aku pun langsung memasuki lift menuju ke ruanganku.


Seperti biasa aku melakukan tugasku... mengecek dan menandatangani berkas-berkas yang sudah menumpuk di meja kerja.


Sampai tidak terasa waktu makan siang pun tiba.


Ingat dengan janjiku bersama Ridwan. aku pun merapikan beberapa file dan bergegas keluar dari ruangan.


aku pun mengambil tempat di pojok..


karena hanya tempat itu yang paling strategis.


Sudah sepuluh menit aku menunggu tetapi. tidak ada tanda-tanda Ridwan akan muncul.


Mungkin dia sudah lupa dengan janjinya...tapi masak .. i ya.. sih. baru kemarin malam janji dia sudah lupa... tidak biasanya dia begini.


Tiba -tiba......


kok gelap.......ada yang menutup mataku


"Selamat pagi honeyyy......"


perlahan lahan mataku mulai terang


Aku melihat berbagai makanan sudah tersedia di depanku.


Dan Ridwan pun sudah mulai duduk di dekatku.


" Kamu apa-apaan sih..Rid. bikin kaget tau....

__ADS_1


" ucapku sedikit malu


" ini semua buat seseorang yang sangat spesial dalam hidupku." ucapnya lagi sambil memegang tanganku


' Kita makan dulu yuk..." ucapnya lagi sambil menjauhkan tangannya dari tanganku.


Kita pun mulai makan bersama sambil sesekali dia mengusap mulutku dengan tisu karena ada sisa makanan yang menempel di mulutku.


Itu yang membuat jantungku berdebar sangat kencang yang tidak bisa ku lukiskan perasaanku.


Setelah kurang lebih lima belas menit kita habiskan waktu untuk makan... pelayan pun datang untuk mengambil piring di meja kami karena itu memang permintaan bosnya


"Mer....." ucap Ridwan sambil memegang lembut tanganku.dan setelah waiter pun selesai membersihkan meja.


"Aku ingin bicara serius sama kamu.....' ucapnya lagi sambil membenarkan duduknya


Duuggg...dugggg..dugggg ," jantungku mulai berdetak kencang


". aku mencintaimu... Mer " maafkan aku.... aku tidak bisa menghilangkan perasaanku ini...aku sudah berusaha untuk tidak memikirkanmu karena aku tahu kamu sudah milik orang lain... tetapi semakin aku berusaha...ada rasa sakit dan sesak dalam hatiku... dua Minggu aku tidak bertemu kamu... terasa ada yang hilang dalam hati ku.. aku tidak sanggup berpisah denganmu Mer...


Selama ini aku berusaha untuk tidak mengatakan ini padamu... tapi aku tidak bisa..


"Mer... aku tidak bermaksud mengganggu hubungan kalian.... aku hanya ingin berkata jujur padamu tentang isi hatiku. Maaf kan aku Mer..." ucap Ridwan sambil pelan-pelan menjauhkan tangannya dari tanganku


Aku masih diam.... aku tidak tahu apa yang harus aku katakan..... aku pun memiliki perasaan yang sama dengannya... tapi aku tidak berani mengatakannya karena statusku.


Aku bingung haruskah aku jujur dengan perasaanku...


' Mer...," ucap Ridwan lagi.."Aku hanya ingin kamu jujur dengan perasaanmu.... aku akan terima apapun yang kamu katakan.... biar pun itu sangat menyakitkan bagi ku... aku akan terima. Kalau memang kamu tidak punya perasaan yang sama denganku........


Ridwan diam sejenak.... sambil membuang nafasnya..


"Aku akan pergi.... aku tidak akan ...menemuimu lagi... aku akan berusaha melupakanmu....


Aku hanya ingin...... kamu bahagia.." Ucap Ridwan terbata- bata menahan sakit hatinya.


" Rid......" aku mulai membuka suara


"Aku bingung.... sebenarnya dari dulu aku tidak mencintai Mas Hendra tunanganku.


Aku diam sejenak.


" Waktu itu aku tidak ada pilihan... Ayahku memintaku untuk bertunangan dengan mas Hendra karena disamping baik dia juga sudah lama bekerja di perusahaan kami. Jadi ayahku tau persis latar belakang keluarga Mas Hendra. " ucapku lagi


"Diawal aku sudah bilang sama ayah bahwa aku tidak mencintai mas Hendra... tetapi ayah meyakinkanku bahwa dengan selalu bersama- sama... perasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya." sambungku lagi


Ridwan masih diam mendengarkanku


"Waktu itu aku menyetujui perkataan ayah dengan harapan suatu saat aku bisa mencintai mas Hendra dan aku pun tidak ingin menyakiti perasaan ayahku... karena hanya dia yang aku punya sekarang ini." ucapku lagi sambil sesekali aku membuang nafasku yang sedikit sesak...

__ADS_1


" Aku sudah berusaha untuk mencintai Mas Hendra....tapi aku tidak bisa.." ...Rid " ucapku lagi sambil menghela nafas


" Justru Aku .. aku... aku.. mencintai orang lain..dan orang lain itu....... kamu." ucapku sambil menaruh tanganku di muka ku.


__ADS_2