
Dua orang Pria tengah saling menatap tajam disalah satu ruangan rumah sakit siapa lagi kalau bukan Andrew dan Kevin, merasa bahwa Claudia tidak lagi dalam pelukannya Andrew terbangun dan baru menyadari bahwa Claudia sudah pindah keranjang khusua sebelah untuk yg menjaga pasien dan dia terlihat sudah terlelap dengan tenangnya.
"Kenapa kamu kesini? jelas ini sudah malam hari dan ini sudah sangat larut?!" ucapnya Sinis terus menatap tajam pada Kevin.
"Harusnya aku yang bertanya! untuk apa lagi kamu kemari? bukannya kamu tidak lagi peduli dengan Claudia lagi?! aku masih mampu mengurusnya jika kamu sudah busan bersama dengan nya!!" sahut Kevin tak kalah dinginnya
"_____"
Andrew tertegun pasalnya apa yg dikatakan Kevin memang ada benarnya dan tidak benar adanya jika dia sudah busan dengan Claudia Wanita nya itu.
"Hay... berhenti ini sudah larut malam, kenapa kalian terus saling menatap tidak suka Seperti ini? ayulah lebih baek kalian kembali saja!" kesal Claudia yg terbangun.
"TIDAK'' Kevin
"TIDAK'' Andrew
"Tidak aku akan tetap disini!" ucap Kevin dan Andrew secara bersamaan lagi dengan kekeras kepalaan merika.
"____"
"Hay anak-anak ayulah..!!! kenapa kalian seperti ini, biar mama yang putuskan Kevin Andrew kalian bisa pergi biar Mama dan papa yg akan menjaga Nya disini" usir Mama Nadila mendurung dua sahabat yang tengah tidak akur itu karna saling berebut perhatian Claudia, yg satu kakak dan yg satunya kekasih Claudia yg sama-sama Begitu sangat menyayanginya.
"Tapi...
"Tidak ada tapi tapian..!! kalian mendengarkan atau tidak usah bertemu dengan Claudia lagi mulai besok!" ancam Mama Nadila pada dua pria yang sudah menginjak kepala tiga itu
Kevin dan Andrew saling beradu pandang menghempaskan Nafas beratnya kesal dengan apa yang terjadi barusan, baru saja Andrew bisa melepaskan rindunya tapi sekarang sudah harus pergi lagi karena gangguan Keluarga ini pikirnya.
__ADS_1
Dengan terpaksa Andrew dan Kevin kembali dengan Andrew kembali pulang kemansion miliknya dan Kevin kembali kemansion Keluarga besarnya denga kekesalan masing-masing.
Sedangkan Mama Nadila dan papa Candra mereka tersenyum penuh kemenangan, pasalnya yg merika harapkan telah tercapai yaitu merawat putri Merika yg tengah sakit tanpa peduli dengan dua manusia yang tengah berebut hendak menemani orang yg sama-sama sangat merika sayangi.
********
Berbida halnya dengan ditempat lain Angga yg sudah sekian lama mencari keberadaan Claudia tersenyum senang saat melihat dan mengetahui bahwa Claudia Sahabatnya yg begitu dia cintai telah muncul kembali beberapa hari yg lalu saat dibandara, tak henti-hentinya Angga memandangi Foto Claudia yg terlihat begitu cantik mempesona dengan auranya yg begitu indah dengan keanggunannya.
"Aku tidak pernah menduga bahwa ternyata kamu akan secantik ini hanya dalam waktu beberapa waktu tidak melihatmu Natasha, saat Kau pergi melanjutkan Studi dan kembali kau sudah berhasil membuat ku tak lagi mampu berpaling darimu dan sekarang lihatlah bagaimana wajahmu yang sekarang! kau sungguh membuatku merindukan kamu Sangat Sangat merindukan kamu! Tapi aku tidak pernah mengerti kenapa kamu tidak pernah menyadari bahwa akulah yang begitu mencintai kamu, akulah yg selalu mendukung Setiap langkah yg kamu ambil Natasha bukan pria yang saat ini bersama dengan mu!"
Angga menatap penuh kebencian terhadap Pria yg tengah berjalan tepat disamping Claudia yg terlihat baru keluar dari Bandara dalam foto yang diambil oleh orang suruhannya, dan Angga mengingat dengan jelas Siapa Pria yg ada disamping Claudia.
Pria yg membuat Claudia manjauh darinya pikir Angga.
Setelah beberapa hari berlalu kini kondisi Claudia semakin membaek, bahkan Kakek Tetua sudah kembali kemansion Keluarga besarnya sudah jauh lebih dulu beberapa hari sebelum Claudia, dan saat ini Claudia juga sudah membereskan barang-barang miliknya untuk kembali pulang namun dirinya bingung akan pulang kemana pasalnya dia belum tahu akan kemana karna semua barang dan tempat tinggalnya ada di Jogja.
Pintu kamar Claudia terbuka hingga akhirnya membuat Claudia menoleh kebelakang dan terkejut bahwa ternyata siapa yg dia lihat saat ini sungguh membuat hati nya merasa tenang.
"Sayang kamu pulang ke rumah Mama saja yah? kamu masih belum punya tempat tinggal kan?!" ucap Mama Nadila pada Claudia sambil memegangi tangannya
"Tapi... Claudia tidak enak terus mereputkan terus menerus, kalian sudah menjaga Claudia sejak kemarin kemarin" ucapnya Sendu
"Itu bukan masalah..!! Mama ingin kamu tinggal bersama dengan Mama dirumah dan Mama juga punya sesuatu untuk dibicarakan denganmu dan kamu harus tahu sesuatu rasanya sudah waktunya untuk kamu mengetahuinya!"Ucap Mama Nadila samar
"Apa yg ingin Anda bicarakan?!" ucapnya bertanya tanya apa yg ingin dikatakan nyonya Nadila padanya.
"Jika kamu cepat ingin tahu maka ikut saja, dan aku tidak akan menundanya lagi untuk memberitahu kamu!" ucap mama Nadila meyakinkan.
__ADS_1
"Tapi ini sangat mereputkan, aku tidak ingin terus menyusahkan kalian apa lagi aku bukan siapa-siapa kalian dan.... Claudia tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi dia teringat dimana orang-orang yg menyayangi dirinya satu persatu dalam keadaan bahaya dan kehilangan nyawanya bahkan Andrew juga hampir meregang nyawa saat kecelakaan hebat yg terjadi saat bersama dengan dirinya.
"Dan?.... tanya Mama Nadila bingung
"Dan aku tidak ingin kalian dalam keadaan bahaya!" ucapnya tertunduk sedih
"Bahaya?!!! Mama Nadila terkejut saat mendengar penuturan Claudia barusan
"ya... Claudia tidak bisa berucap Apa-apa Sebelum mengatakan apapun lidah tiba-tiba saja terasa Kelu dan dia sudah terisak menangis, dia tidak ingin lagi hal yang tidak-tidak akan terjadi lagi dan itu akan menghancurkan semua kebahagiaan yang telah begitu sempurna dikeluarga Kevin.
Mama Nadila merasa sakit didadanya melihat putrinya yang terlihat begitu tegar dan kuat tiba-tiba saja menangis "Ya Tuhan... seberat inikah jalan yg telah putriku lalui? Apa Kesalah putriku hingga harus mengalami hal buruk seperti ini? dari tangisnya aku bisa merasakan betapa berat hidup yang dijalani putriku Selama ini!" Gumam Mama Nadila dalan hatinya bahkan dia juga ikut menitiskan air matanya.
"Sudahlah Sayang jangan terlalu dipikirkan! Tidak akan terjadi apapun kamu tenanglah semuanya akan Baek-baek saja!" Mama Nadila menarik Claudia kedalam pelukannya mencuba memberikan ketenangan kepada putrinya itu dan itu membuat Claudia lebih tenang bisa membuat dirinya berhenti menangis.
Setalah cukup lama Mama Nadila menenangkan Claudia merika langsung beranjak pergi meninggalkan rumah Sakit menuju kediaman keluarga Kevin, bahkan semenjak hari dimana Keluarga Kevin menjaga Claudia andrew tidak bisa dengan leluasa menemui Claudia, Andrew sangat kesal dengan keluarga Kevin yg tiba-tiba begitu peduli dengan Wanita nya terlebih lagi merika membatasi pergerakan Andrew yg begitu ingin sekedar bermanja-manja dengan Wanita nya itu.
Saat sampai dipekarangan Mansion Keluarga besarnya Kevin Claudia hanya bisa tersenyum getir Melihat mansion yg tidak jauh berbeda dengan Mansion besar yg dia tempati dulu bersama dengan Andrew, dan entah kenapa Claudia merasa hatinya tenang dia merasa telah kembali kerumahnya.
Mama Nadila membawa Claudia kedalam Mansion dengan senyuman yang tidak pernah luntur diwajahnya kebahagiaan yang begitu besar yg dirasakan seluruh seisi rumah, bahkan Kevin Sahara Davin dan Kiara juga ada disana untuk menyambut kedatangan Claudia.
"Selamat datang nak!" ucap Papa Candra dan langsung memeluk Claudia kedalam dekapannya, bahkan tidak hanya itu Kevin Sahara dan Kiara juga melakukan hal yang sama hingga membuat Claudia merasa bingung hanya Davin yg mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan bukan pelukan karna dia selalu menjaga jarak dengan wanita manapun kecuali Kiara istri kesayangannya.
"Kalian tidak harus melakukan hal ini, ini terlalu berlebihan" ucap Claudia yg Melihat seisi mansion yg telah dihiasi penuh dengan bunga dan ucapan selamat datang.
"Kamu layak mendapatkan nya Sayang ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang telah kamu lewati selama ini! papa sangat bersyukur Akhirnya kamu pulang Sayang papa sangat bersyukur akan hal itu'' ucap papa Candra mengusap lembut kepala Claudia penuh kasih sayang.
Deeegggh
__ADS_1
Detak jantung Claudia berdetak kencang setelah mendengar penuturan Papa Candra padanya, Claudia merasa pernah merasakan kasih sayang Seperti ini tapi dimana? kasih sayang yang begitu besar dia rindukan selama beberapa tahun yang penuh lika liku perjuangan hidupnya.