Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Dia Adikku


__ADS_3

Senyuman mengembang terbit diwajah tampan seorang Dokter berusia tiga puluhan yg tengah duduk dikursi meja kerjanya dengan memegang selembar kertas yang tertuliskan 99,999% bahwa yg bersangkutan memiliki hubungan darah.


"Dia adikku!!


hanya kata itu yang keluar dari bibir yang sudutnya tertarik memperlihatkan senyumnya yang menawan, kemudian Kevin beranjak pergi dari ruangannya menuju ruangan dimana orang yg dimaksudnya adik sedang dirawat disalah satu kamar rumah sakit yg dia kelula.


Tok tok tok


"Masuk!"


"Hay Kak kamu disini?!" tanya Claudia melihat Kevin yg berjalan dengan langkah cepatnya dan tiba-tiba saja dia langsung memeluk Claudia yg terdiam mematung, namun entah kenapa dia sangat senang mendapat pelukan itu dia merasa semakin memiliki hubungan dengan Kevin.


"Maaf... Maafkan kakak yg selama ini tidak pernah menyadari nya! maafkan Kakak yg telah lalai menjaga kamu hingga kamu mengalami penderitaan yang tiada hentinya!" Kevin menumpahkan isi hatinya dengan berurai Air Matanya yg mengalir deras dan tanpa Claudia sadari dia sendiri juga ikut menangis terbawah perasaan yg dia sendiri tidak mengerti.


"Kak... Kakak Kenapa?!" tanya Claudia mulai bisa menenangkan diri


"Aaahhhhh..!!! ada apa dengan ku? kenapa aku jadi Mello drama Seperti ini?!" ucapnya terkekeh dia tidak mungkin mengatakan bahwa Claudia adalah adiknya untuk saat ini, ini bisa membuatnya Syuk berat dengan perlahan Kevin menghapus air matanya tanpa sepengetahuan Claudia.


"Aku hanya merindukan Adikku" hanya kata itu yg mampu keluar dari mulutnya kemudian Kevin mendudukkan dirinya di kursi samping ranjang Claudia.


"Adik? jadi kakak punya adik?" tanya Claudia terkejut dengan penuturan Kevin


"Hhmm.. dia sangat Cantik sama Seperti Mama, dia mewarisi semua tentang Mama dia sudah seperti bayangan Mama dan asal kamu tahu dia juga memiliki bakat luar biasa dikedokteran! ternyata Gen Keluarga tidak bisa dipungkiri!" ucapnya samar Sambil terus mentap lekat wajah adiknya itu yg hanya bebida usia empat tahun.


"Wah benarkah? itu sangat bagus kak laen kali ajak aku bertemu dengannya yah agar aku bisa berbagi pengalaman dengan dirinya?!" ucap Claudia sangat senang.


"Tentu kau harus tahu siapa dirinya Key!" ucap Kevin tanpa sadar


''Key??" tanya Claudia bingung


"Ahhh aku salah menyebut nama, Key itu namanya Keyra Meyriska adikku dia sudah menghilang puluhan tahun yg lalu Claudia dan sampai hari ini aku baru tahu kejelasannya bahwa ternyata selama ini dia tidak jauh dariku!"

__ADS_1


"Dia menghilang? bagaimana bisa?" tanyanya terkejut dengan penuturan Kevin.


Kevin hanya bisa menghempaskan nafas beratnya kemudian dia menghirup udara sebanyak mungkin "Waktu kecil Papa mengajakku dan Keyra untuk bermain diwahana bermain jauh sebelum tinggal dikota Jakarta, Kita pindah ke Jakarta sewaktu aku sudah menginjak masa kuliah karna Papa tidak bisa terus pulang pergi keluar kota berjauhan dari keluarga.


Saat hari itu Keyra menangis ingin dibelikan permin gula yg mengantri sangat panjang, Papa memintaku untuk menjaga Keyra sebentar untuk menjaganya, mungkin saat itu dia baru berusia empat tahun, karna terlalu banyak orang yg mengantri Papa melarang kita untuk berbaur ketempat kerumunan orang banyak itu yg sedang mengantri dan meninggalkan kami duduk disalah satu kursi yg tidak jauh darinya,


karna sangat lama menunggu aku tidak menyadari bahwa Keyra sudah tidak ada lagi disampingku hingga akhirnya kami kehilangan dan tidak lagi menemukannya.


Aku menyalahkan diriku sendiri setelah kehilangan Keyra, bahkan Mama sempat sakit hingga mengharuskan Papa berubat Keluar negri untuk kesembuhan nya"


Claudia turut merasakan kesedihan yang mendalam tentang Cerita Kevin dia mengusap lembut tangan kevin yg dia letakkan di sisi Ranjang Claudia "Aku tururt prihatin dengan apa yg terjadi dengan keluarga kakak, aku berdo'a semoga kakak bisa menemukannya lagi dan berkempul bersama Keluarga kakak lagi!"


"Hhmm.. kamu tidak perlu khawatir kami sudah menemukan nya dan sebentar lagi kami pasti akan berkumpul bersama dengan nya lagi dan aku berharap kamu akan bahagia" ucapnya membalas genggaman tangan Claudia dan mengusapnya lembut


"Tentu aku akan bahagia!" merika tertawa bersama dengan saling menguatkan diruangan itu tanpa merika sadari Sejak Kevin memasuki kamar Claudia Andrew sudah melihatnya dan betapa geramnya dia melihat Kevin memeluk Wanita nya begitu berani.


*********


"Tidak!" Sahutnya dingin kemudian dia duduk dengan wajah kesalnya disofa sambil meminum minuman dingin yg baru dia ambil dari kulkas.


"Lalu kenapa kamu tidak membawanya kemari? kakek kamu sudah sangat ingin bertemu dengan Cucu menantu nya"


"Kalau Kakek ingin bertemu dengan nya Kakek bisa menemui dia diruangan yg tidak jauh dari kamar ini, dia ada disana bersama Kevin!" ucapnya semakin dingin mengingat bagaimana Kevin memeluk Wanita nya dan yg terakhir merika dengan beraninya saling berpegangan tangan sambil tertawa lepas.


"luuuh kenapa kamu Nak? biasanya kamu selalu bersemangat jika bersangkutan dengan Claudia?" tanya sang Mama


"Ma...??!" tanya Andrew ragu


"ya ada apa?!"


"Apa yg harus aku lakukan? Kevin sahabtku! tapi apa yg dia lakukan sangat keterlaluan Claudia wanitaku calun istri dan ibu dari anak-anakku, tapi apa yg aku lihat hari ini sungguh membuat Andrew sangat marah"

__ADS_1


"Apa yg merika lakukan nak?!" tanya Nyonya Melia sedikit bingung


"Aku melihat merika berpelukan! bahkan merika Tertawa bahagia bersama!"


Nyonya Melia tersenyum sekarang dia mengerti akan perubahan pada putranya yang sepertinya sedang cemburu "Nak terkadang apa yg kita lihat tidak tentu itu benar dengan apa yg kita pikirkan, mungkin hanya Kevin yg memeluknya erat dan bukan Claudia yg menginginkan itu dan tentunya Kevin pasti memiliki alasan tersendiri mengapa dia dengan berani memeluk nya.


Nak kamu tidak sebentar mengenal Kevin dan Claudia kalian sudah saling mengenal sejak dulu, tanyakan apa yg menjadi beban didalam hati kamu dan bicarakan dengan kepala dingin bukan kekerasan, Mama sangat yakin bahwa Claudia adalah gadis Baek-baek dan tidak akan melakukan hal serendah itu!" ucap Nyonya Melia mengingatkan sang putra dengan petuahnya namun Andrew tidak lagi menanggapi perkataan sang Mama dia hanya diam dan mendengarkan saja.


Berbida hal dengan Claudia, dia semakin merasa Andrew menjauh Darinya bahkan untuk hari ini dia tidak lagi datang kekamarnya hanya sekedar menjenguk, Claudia mengambil tas Leptopnya dan membuka email dari Belia untuknya dan membaca semua Lampuran tentang pekerjaan nya yang tertunda.


Tok tok tok


"Nak bolehkah kami masuk?!" tanya wanita paruh baya yg masih memperlihatkan kecantikan nya walau sudah mulai termakan usia dengan seorang pria yang sepertinya tidak jauh berbeda dengan sang wanita.


"Oohh.. silahkan masuk" ucapnya ramah kemudian Claudia melihat Sahara bersama Kevin dan putra nya Kelvin juga ikut masuk.


"Wah ada apa ini?" tanyanya pulus tak mengerti dengan apa yg dia lihat.


"Apa kamu sibuk? Maaf jika kami mengganggu kamu" Ucap Kevin dan duduk disisi ranjang Claudia


"Tidak juga... tadi hanya melihat email pekerjaan saja dan sudah hampir selesai! kak merika Siapa?!" tanya Claudia melihat dua pasang Orang yg dia yakini suami istri karna dia sudah mengenal Sahara dan Kelvin putranya, sedangkan Nyonya Nadila sangat ingin menangis saat mendengar Claudia menyebutkan Kevin sebagai kakaknya.


"Merika Papa dan Mama ki... ucapnya menggantung pasalnya sebelum merika pergi menemui Claudia setelah mengetahui kebenaran bahwa Claudia adalah putri merika yg hilang selama ini, merika tidak ingin mengejutkan nya tentang kebenaran itu suntak saja Kevin mendapatkan tatapan mata Tuan Candra.


"Merika papa dan Mama ku yg artinya merika orang tua kamu juga Claudia, Mama bersikeras ingin menjenguk kamu yg sedang sakit!" ucapnya memperbaiki kata-katanya


"Benarkah?!! wah terimakasih banyak karna kalian sudah mau menjenguk saya disini meluangkan waktunya" Ucap Claudia tersenyum senang sambil menutup leptopnya.


suntak Tuan Candra ingin langsung memeluk putrinya jika tidak ditahan sang istri, dia sangat merindukan putrinya itu.


sudah sangat lama dia menantikan hari ini, hari dimana dia akan bertemu kembali dengan putrinya yang ternyata sudah tumbuh dewasa bahkan sangat serupa dengan sang istri semasa mudanya dulu, bahkan nada Suaranya tidak jauh berbeda dengan sang ibu yg tidak disadari oleh Claudia.

__ADS_1


__ADS_2