Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Lupa waktu dan keadaan


__ADS_3

Sudah hampir satu Minggu berlalu namun tidak ada perubahan pada tubuh Kakek Andrew, semua orang semakin merasa panik dan takut akan hal buruk yg akan terjadi.


selama itu pula andrew nampak sangat dingin pada Semua orang termasuk Claudia sendiri dan mendiamkan dirinya bahkan untuk sekedar ganti baju Claudia terpaksa meminta bantuan kepada Alina Asisten nya dulu saat masih bekerja dirumah sakit itu untuk sekedar meminjam baju ganti karna dia tidak sempat untuk sekedar membeli beberapa pakaian walau dia tahu sebenarnya dia memiliki banyak baju dimansion milik andrew namun waktunya terus dia habiskan didalam rumah sakit untuk berdiskusi dengan para Dokter dan merencanakan penanganan kasus yg dialami Kakek.


"Kamu yakin akan melakukan nya Dr.Claudia reseko yg akan kamu ambil ini sangat berisiko tinggi Kesalah sedikit saja akan membuat Kakek bisa kehilangan nyawanya?!" tanya Kevin yg nampak khawatir.


"Tidak ada yg tidak mungkin Derektor, ini sudah menjadi reseko kita sebagai Dokter.


Yg terpenting kita sudah mencubanya dengan sepenuh tenaga dan jika itu masih gagal itu artinya tuhan berkehendak lain" ucapnya optimis


"Kalau begitu aku hanya akan mendukung apa yg akan Kamu lakukan"


"Terimakasih Derektur sudah mempercayai saya"


Claudia melihat dari kaca luar ruang ICU melihat Kakek yg biasanya mengajaknya bicara dengan canda tawanya yang biasa dia luntarkan untuk mengajaknya bicara dan kini beliau hanya terbaring lemah diatas Ranjang.


"Aku akan melakukan yg terbaek kakek!"


Janjinya pada dirinya sendiri Claudia memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya menatap andrew yg tidak sekalipun meninggalkan sang Kakek dia sendiri merasa Kekosongan selama ini yg di abaikan oleh Andrew walau biasanya dia sudah terbiasa tanpa andrew namun setelah saling merajut cinta merika bersama dimalam itu Claudia mulai tidak bisa jika Andrew mengabaikan dirinya seperti ini, namun dia dapat memahami kegundahan hati prianya yg begitu takut akan kehilangan sang pahlawan dalam hidupnya itu.


"Claudia?!" panggilan samar ditelinga nya menyadarkan nya akan lamunannya


"Mama..


"Sayang apa kamu sedang sakit? Mama lihat beberapa hari terakhir ini kamu agak pucat dan tidak Vit?" tanya sang Mama khawatir.


"Claudia tidak apa-apa mah"


"Sayang jangan memaksakan diri jangan sampai kamu lupa waktu dan keadaan sampai kamu tidak memperhatikan kesehatan kondisi tubuh kamu.


Mama lihat sudah satu Minggu ini kamu sangat sibuk bahkan tidak istirahat karna terus mempersiapkan Operasi Kakek dan meracik obat-obatan"


"tidak apa mah, semuanya Claudia lakukan untuk Kakek agar kakek bisa sembuh dan bisa berkumpul lagi nantinya bersama kita dan ini sudah kewajiban Claudia sebagai seorang dokter membantu untuk kelangsungan kelancaran proses untuk menyembuhkan pasien"

__ADS_1


"Terimakasih banyak atas semua yang telah kamu lakukan Sayang''


"Mama tidak perlu berterima kasih, bukankah Keluarga memang harus saling membantu?!"


"Kamu benar Sayang kita keluarga" ucap Nyonya Melia kemudian memeluk Claudia Sayang.


Andrew keluar dari ruangan dimana sang Kakek dirawat "Ma besok Maura akan tiba!" ucapnya tanpa menghiraukan kehadiran Claudia yg ada disamping sang Mama


"Iya Sayang nanti Mama yg akan menjemput"


"Oohh ya Claudia sudah mengatur jadwal Kakek untuk operasi besok ma"


"Benarkah Sayang? Syukurlah kalau begitu"


Andrew tidak menanggapi perkataan Claudia dia hanya sekilas meliriknya kemudian berlalu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun lagi.


******


Keesokan harinya Claudia sudah menggunakan baju hijau penutup kepala dan masker khas Dokter yg sudah akan bersiap melakukan Operasi dia sendiri yang datang keruangan ICU untuk menjemput sang Kakek dan membawanya keruangan Operasi.


"Aku yg akan menjadi Asisten mu!" sahut Kevin mantap membantu Claudia yg mulai ingin membawa Kakek tertua dan dia respon dengan anggukan.


"Sayang apa kamu baek-baek saja? kamu sangat pucat?" tanya Nyonya Melia pada Claudia yg tidak jauh darinya, Andrew langsung menoleh saat mendengar penuturan Sang Mama dan terkejut melihat Wajah Claudia yg sangat pucat namun dia tidak bergeming dan tetap diam dipusisi Seperti semula.


"Tidak apa-apa ma mungkin karna aku tidak memakai riasan saja makanya terlihat pucat" ucapnya sambil memegang tangan Nyonya Melia agar tidak membuatnya terlalu Khawatir.


Setelah mengatakan itu Claudia beserta Kevin berlalu pergi meninggalkan ruangan ICU yg hanya tertinggal Andrew dan Nyonya Melia saja lagi, Claudia merasakan sakit dihatinya melihat sikap dinginnya Andrew, seolah semua yg terjadi saat ini adalah kesalahan nya, Rasanya sakit jika orang yg dikasihi mendiamkan kita tanpa kita tahu apa Kesalahan kita yg membuat orang tersebut mendiamkan.


Kini Operasi telah dimulai sebelum merika melakukan tindakan, merik terlebih dahulu membaca Do'a dengan keyakinan masing-masing dan kemudian memulai pembedahan dikepala Kakek Tetua yang mengalami penyumbatan darah beku.


sudah berjam-jam lamanya lampu operasi menyala namun tidak ada tanda-tanda akan segera padam nyonya Melia terus memperhatikan putranya yang nampak sangat gelisah menunggu.


"Andrew... panggilan Nyonya Melia mengalihkan perhatian Andrew

__ADS_1


"Ada apa ma?!" tanyanya heran


"Apa kamu dan Claudia sedang bertengkar?"


"Tidak!" sahutnya ketus kembali memfokuskan pandangan kepintu ruang bedah.


"Lantas kenapa kamu mendiamkan dirinya?!" tanya sang Mama pasalnya dia sudah memperhatikan andrew dan Claudia yg nampak dingin dan tidak biasanya acuh tak acuh seperti sekarang.


"Aku Tidak!" ucapnya masih tak mau menolehkan wajahnya


"Andrew Mama sangat tahu bagaimana perlakuan kamu terhadap Claudia sebelumnya, kamu tidak sedingin ini dengannya? apakah kamu tahu selama satu Minggu penuh dia dirumah sakit ini tanpa bisa pergi kemanapun?! berjuang untuk menyelamatkan nyawa Kakek kamu meracik obat-obatan dan menyusun rencana Operasi besar pada Kakek kamu agar kita bisa bersama lagi.


Jika kamu marah karna berpikir bahwa Claudia seorang Dokter yg tidak berbuat apa-apa terhadap Kakek kamu, kamu salah besar Sayang! perjuangan dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kita yg hanya duduk-duduk saja dan menunggu. sedangkan dirinya yg yidak ada darah dengan kita berusaha berjuang dengan kerasnya didalam ruangan Operasi.


Mama melihat sudah beberapa hari terakhir dia nampak tidak sehat bahkan hari ini kamu lihat sendiri bukan, tubuhnya sangat pucat Mama takut saking dia memprioritaskan kepentingan kita hingga dia melupakan kesehatan dirinya sendiri!"


Andrew langsung menoleh dan tersadar bahwa dia telah salah Selama ini, apa yg dikatakan sang Mama memang ada benarnya tidak seharusnya dia marah pada Claudia yg tidak ada hubungannya dengan Semua yg menimpa sang Kakek dia hanya seorang Dokter dan jika terjadi hal yg tidak diinginkan sekalipun itu sudah menjadi takdir yang sudah digariskan oleh sang pencipta.


Rasa takut kehilangan sang Kakek membuat Andrew berpikir sempit dan melupakan kasih sayangnya kepada Claudia dan melimpahkan semua amarahnya dengan sikap dinginnya terhadap Claudia.


"Selamat dokter kamu berhasil!" ucap Kevin bangga melihat keterampilan Claudia bahkan dengan kondisi pasien yg terbilang lemah dia dengan berani melakukan Operasi besar dengan banyaknya perhitungan agar tidak melakukan Kesalahan.


saat sudah selesai melakukan Operasi Kevin baru ingin mematikan lampu yg menandakan bahwa operasi telah selesai namun tiba-tiba saja Layar penditiksi jantung tiba-tiba saja berubah datar dan mengeluarkan bunyi nyaring, semuanya berubah panik!


dengan penuh keringat Claudia mencuba untuk terus melakukan menekan dada sang Kakek Kevin melihat sisi Claudia yg sekarang semakin kagum dengannya.


"Kakek bertahanlah, bukankah Kakek menginginkan seorang Cicit? jika Kakek ingin bertemu dengan Cicit Kakek, kakek harus berumur lebih panjang dan sehat lagi bahkan aku akan berjanji akan memberikan Kakek Cicit yg sangat banyak" ucapnya dengan bibir bergetar takut terjadi sesuatu yang sangat besar.


Kevin yg mendengarnya menyunggingkan senyumnya saat melihat layar yg menditiksi detak jantung sang kakek kembali berirama dan mengeluarkan suara Normal kembali.


Claudia bernafas lega setelah mengetahui bahwa semuanya sudah normal kembali dia ingin melangkah pergi namun baru beberapa langkah tubuhnya yang sudah sangat lemah Tiba-tiba oleng dan langsung ambruk dilantai begitu saja.


Brrruuukkk

__ADS_1


"Claudia?!" ucap Kevin panik sebelumnya dia sudah menegur Claudia untuk membatalkan rencana operasi hari ini karena dia merasa kesehatan Claudia tidak memungkinkan untuk bekerja keras, namun Claudia terus bersikeras untuk tidak menundanya lagi.


Kevin bergegas membawa Claudia keruangan lain bersama Soster Alina selaku mantan Asestin Claudia dulu, merika nampak panik yg baru menyadari demam Claudia sangat tinggi, sedangkan Yg lainnya memindahkan Kakek Tetua keruangan lain untuk pemantauan pasca setelah operasi.


__ADS_2