Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
CYT 27


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, sudah setahun Tio berada di perantauan dan telah bisa melupakan mantannya Feni karena sibuk bekerja. Namun, Eni anak Pak Broto diam - diam menaruh hati kepada Tio selama dua bulan ini dan sesekali melirik saat melihat Tio pulang kerja atau sedang ngobrol dengan teman - temannya.


"Eni, nanti malam kita jalan - jalan yuk lihat pasar malam. Mumpung habis gajian dan ini malam minggu loh?" ajak Tio yang sedang duduk di teras bersama Eni.


"Iya Mas Tio, boleh juga." jawab Eni seraya membuka saos untuk jualan bakso nanti malam karena ada pasar malam.


"Oke kalau begitu Mas Tio mandi dulu ya." pamit Tio berdiri menuju kamar mandi di belakang bergantian dengan Aldi yang baru selesai mandi.


Sedang Eni melanjutkan kegiatannya seraya menata botol saos, kecap dan sambel yang terletak di meja.


"Akhirnya bisa berjalan berdua dengan Mas Tio. Ya ampun Mas, kamu makin lama kok ganteng banget sih. Gimana aku gak klepek - klepek lihat wajah dan senyummu yang manis itu." monolog Eni berbicara sendiri di teras.


Tio selesai mandi langsung berjalan ke kamar lalu mengambil kaos dan celana jeans panjang warna biru. Tak lupa Tio menyemprotkan parfum biar wangi.


Malam telah tiba, Tio membantu mengeluarkan meja, kursi di depan toko. Bahkan, suasana masih sepi karena pada dasarnya semuanya keluar setelah habis isya.


"Eni, ayo kita jalan duluan mumpung suasana belum terlalu rame." ajak Tio yang sudah bersiap sedari tadi.


"Iya Mas. Apa gak makan dulu." tutur Eni


"Nanti saja makannya pas di tempat lain." pinta Tio berjalan lebih dulu.


"Ya sudah ayo kalau begitu. Buk, Eni dan Mas Tio keluar jalan - jalan dulu. Mumpung malam minggu." teriak Eni di teras.


"Iya Nak,"


Tio dan Eni keluar bersama. Keduanya berjalan beriringan dan menyapa beberapa orang yang lewat.


Di sekitar pasar malam terdapat beberapa rumah warga yang menjual makanan atau minuman untuk melepas penat dan juga mengais rejeki untuk kebutuhan sehari - hari.


Disinilah Tio dan Eni, disalah satu rumah warga yang kebetulan jualan empek - empek dan es cendol juga gorengan.


"Kita mampir disini En, Mas Tio haus." ajak Tio langsung duduk di tempat kios dadakan rumah Bu Rita.

__ADS_1


"Baik Mas,"


"Buk, es cendol dan empek - empek dua ya!" pinta Tio pada Bu Rita yang kebetulan duduk di teras rumah memandang suasana pasar malam yang terbilang banyak.


"Iya Mas Tio,"


Bu Rita masuk ke dalam rumah membuat empek- empek dan dibantu saudaranya membuat es cendol.


Beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang dan Bu Rita meletakkan di meja.


"Silahkan Mas Tio dan Mbak Eni," kata Bu Rita dan pergi dari hadapan mereka berdua.


Tio dan Eni berterimakasih lalu Tio langsung minum es cendol hingga setengahnya.


"Ya ampun Mas, haus beneran ya sampai gak sadar habis separo." ujar Eni melihat gelas Tio seraya tersenyum menutup mulutnya dengan tangan.


"Iya, Mas Tio haus dari tadi pengen minum yang segar - segar." ucapnya seraya tertawa nyengir.


Selesai makan empek - empek, minum es cendol dan juga beberapa gorengan, Tio berdiri dan memanggil Bu Rita.


"Berapa semua Bu?" tanya Tio.


"Semuanya lima puluh ribu," ucap Bu Rita.


"Ini Bu," Tio menyerahkan uang lembar lima puluh ribu kepada Bu Rita.


"Terimakasih Tio, sering - sering mampir kesini ya," kata Bu Rita yang baru buka warung.


"Siap Bu Rita, empek - empek buatan Bu Rita emang mantap," sahut Tio mengangkat kedua jempolnya. Membuat Bu Rita tersenyum senang karena buatannya enak.


Lalu keduanya berpamitan pada Bu Rita dan melanjutkan melihat - lihat pasar malam yang semakin ramai.


Dua jam sudah Tio dan Eni berada di pasar malam, keduanya memilih pulang karena capek berdiri terus menerus.

__ADS_1


Sesampainya di depan rumah, warung bakso Bu Neneng ternyata ramai sekali. Eni akhirnya membantu Ibu dan Bapaknya melayani pembeli. Sedang Tio memilih duduk bersama Riko teman kerjanya yang kebetulan sedang makan bakso.


"Habis darimana kamu Tio?" tanya Riko seraya menyantap bakso ke mulutnya.


"Biasa lihat pasar malam ada barang bagus gak. Kalau gak ada ya gak beli." sahut Tio melihat suasana pasar malam.


Riko hanya ber oh ria menanggapi perkataan Tio. "Makan bakso Tio, ini tumben enak sekali kuah baksonya. Aku sampai makan dua mangkok." ungkap Riko dengan menyeruput kuah baksonya.


"Kamu lapar apa suka?" heran Tio melihat Riko.


"Dua - duanya Tio," Riko menjawab seraya tertawa geli.


Melihat Riko makan bakso dengan lahap membuat Tio merasa lapar lagi padahal tadi sudah makan empek - empek.


Tio akhirnya masuk ke rumah dan meminta Eni untuk menyiapkan baksonya dan di sanggupi oleh Eni.


"Jangan lupa es teh ya En," pinta Tio berlalu darisana.


Selesai menyiapkan, Tio membawa bakso itu ke depan dimana Riko duduk. Tak lama kemudian Eni membawa es teh pesanan Tio dan meletakkannya di meja.


Kini kedua pemuda itu menikmati bakso dan es teh dengan mengobrol dengan teman yang ikut nongkrong bareng.


Sedang Pak Broto, Pak Suroto dan Bu Neneng sibuk melayani pembeli yang datang ke toko mereka. Malam ini adalah keberkahan bagi keluarga Pak Broto karena membuka toko yang telah dijalani selama 10 tahun merantau di perkebunan sawit ini.


Malam semakin larut, tak terasa sudah pukul sebelas malam. Beberapa mereka kembali pulang, ada juga yang masih nongkrong di tempat Pak Broto. Para pedagang mulai berbenah dan mereka menginap di salah satu rumah warga dan juga ada yang tidur di kapal mereka.


Hingga pukul 12 malam suasana divisi tersebut sepi. Hanya menyisakan suara jangkrik dan angin malam yang berhembus.


Tio berada di kamar bersama Aldi langsung terlelap tidur setelah pulang dari melihat pasar malam dan juga karena lelah seharian bekerja. Sedangkan Eni, gadis tersebut masih terjaga karena hatinya berbunga - bunga dilanda kebahagiaan bisa dekat dengan Tio pujaan hatinya.


Eni yang tidur bersama Ibunya tersenyum sendirian seraya menutup wajahnya dengan selimut. Dirinya berharap suatu saat cintanya pada Tio akan berbalas, namun dirinya tak berani mengungkapkan isi hatinya itu karena masih malu.


Hai semuanya, jangan lupa like, komen, hadiah, tip iklan dan ratenya ya. Terimakasih sudah mampir ke karya author yang receh ini. Dukungan kalian sangat berarti bagi author agar semangat dalam berkarya. Selamat Membaca 😘

__ADS_1


__ADS_2