
Andrew dan Claudia melangkah menuju ruangan dimana seluruh keluarganya telah berkumpul menunggu untuk saraoan pagi bersama dengan Andrew yg terus menggenggam tangan Claudia yg ada disampingnya Saat merika memasuki ruangan itu semua orang tersenyum lebar ketika melihat pasangan yg merika tunggu-tunggu akhirnya tiba.
"Maaf sudah menunggu lama" Ucap Andrew menarik kursi untuk Claudia kemudian dia juga duduk dikursi samping.
"Hhmm.. tidak masalah" sahut semua orang yg ada disana dan kemudian merika memulai sarapan pagi merika bersama.
"Andrew apa rencana kalian setelah ini?!" tanya Kakek Tetua setelah cukup lama menatap sang cucu dia sekarang merasa lega mengetahui bahwa cucu kesayangan nya telah menikah dengan wanita yang tepat..
"Belum ada Kakek... kundisiku masih belum terlalu pulih dan Claudia baru kembali Bekerja dia perlu waktu untuk libur, kami akan mengatur jadwal dikemudian hari" sahut andrew sambil meletakkan makanan dipiring Claudia.
"Oohh... baeklah, jika dikemudian hari kalian senggang mampirlah dikediaman lama, kakek sudah menyiapkan semuanya untuk kalian'' ucap Kakek Tetua
"Baek Kakek kami akan mampir" Sahut Andrew tersenyum, berbida halnya dengan Roy yg duduk tidak jauh dari Andrew wajahnya benar-benar jatuh berubah drastis setelah mendengar penuturan Andrew yg artinya tidak terjadi apa-apa tadi malam, dia mengalihkan pandangan nya ke arah Davin yg tersenyum penuh kemenangan pasalnya tebakan Davin tepat sasaran.
"Sudahlah kamu tidak akan menang darinya!!" bisik Kevin pada pada Roy yg nampak cemberut.
Tanpa ada yg menyadari bahwa salah satu diantara mereka yg duduk disalah satu kursi begitu tenangnya menatap Claudia penuh dengan kebencian dia tidak pernah menduga bahwa Keyra yg disebutkan sebagai istri Andrew adalah Claudia yg begitu dia benci mendarah daging sejak lama.
"Andrew sudah cukup.. aku sudah kenyang" Claudia menghentikan tangan Andrew yg ingin kembali memasukkan makanan didalam piring miliknya.
"Sedikit lagi Sayang"
"Tidak.. aku sudah kenyang"
Semua orang langsung mengalihkan perhatian merika pada Andrew dan Claudia yg nampak berdebat dan itu mengundang tawa semua orang "Hey Andrew apa kamu ingin membuat istrimu membengkak?! dia sudah makan satu piring penuh dengan makanan yg terus kau masukkan kedalam piringnya" ucap Roy hingga membuat dirinya mendapat pelututan tajam dari Andrew.
"Sudah.. sudah.. ayu diteruskan lagi sarapan pagi nya" tegur Mama Melia tersenyum penuh kebahagiaan
Setelah sarapan dan berbincang dengan keluarga semua orang kembali kekamar merika masing-masing dan ada juga yg pulang lebih dulu.
namun masih saja sampai saat ini Claudia masih belum bertemu sapa dengan Adiknya Andrew karna saat perjamuan makan merika Adik Andrew pergi saat ditengah-tengah sarapan pagi dan Claudia hanya dapat melihat sekilas wajahnya saat dia pergi.
__ADS_1
"Sayang kamu kembali ke kamar lebih dulu, aku akan kekantor dulu sebentar" Andrew menghentikan langkahnya saat merika berjalan dilurung menuju kamar merika
"Hhmm.. pergilah" Sahut Claudia kemudian merika berpisah saat Andrew kembali berbalik dan menghilang setelah dia memasuki lift.
Saat Claudia ingin masuk kedalam kamarnya tiba-tiba saja ada yg menjambak rambut panjang nya dan menyeretnya mengitari lurung dan masuk kedalam salah satu kamar yg ada disana.
"Aahh.... Claudia terjatuh dilantai meringis kesakitan di merasakan pusing dikepalanya karna sehabis diseret dengan kuat dirambut saat dia melihat orang yg berdiri menatap dirinya dia Terdiam tak menyangka dengan apa yg dia lihat.
"Kamu?!"
"Kamu terkejut?! lalu bagaimana mana denganku kau hampir membuatku menghancurkan segala nya setelah apa yg aku lihat hari ini, berpura-pura menjadi Keyra hanya untuk mendekati Andrew!!"
"Apa maksudmu?! Claudia beranjak berdiri membenarkan posisi nya menghadap orang yg ada dihadapannya
"PE*******R..!!!
"jaga bicara kamu!!" Claudia mentap dingin pada orang yg afa dihadapannya sudah cukup dia bersabar selama ini, tapi setiap dia bertemu orang yg ada dihadapannya itu selalu saja mengeluarkan kata-kata kasarnya
Deegggh
Claudia terdiam seribu bahasa saat mendengar penuturan orang yang ada dihadapannya, dia melangkah mundur sambil mencerna Semua yg dia dengar.
"Tunangan... Adik?!" kata itu terus berputar di Kapala nya, Claudia merasakan sesuatu yang luar biasa bergejulak didalam hatinya hingga membuatnya kembali terduduk lemah
"Heehhh... kamu terkejut?!!! Ckckck kamu benar-benar luar biasa, apa belum puas kamu berdiri disekitar... dan sekarang kamu berusaha menguasai kakakku?! aku pikir kamu hanya mengincar kekuasaan dari kak kevin dan Kakak ku bukan?! aku tahu kamu dari kalangan bawah tapi harusnya kamu sadar akan Status mu itu dan berbohong dengan berpura-pura menjadi adik kak Kevin yg berasal dari keluarga Baek-baek!!"
Ya orang yang kini berada di hadapan Claudia saat ini tidak lain adalah Maura adik Andrew yg selama ini tinggal di Eropa, Claudia tidak pernah menduga Maura adalah orang yang sama dari masa lalunya yg juga adalah wanita yg pernah merusak hubungan Claudia bersama Hery dimasa lalu.
Claudia tidak menyadari Bahwa Maura kini melangkah mendekati dirinya dan langsung meremas dagunya begitu kencang hingga membuat Claudia meringis kesakitan lagi "Tinggalkan Kakak ku..!!! jika tidak kamu akan menyesali nya, aku tidak akan keberatan jika harus kehilangan Andrew dengan melenyapkan nya asal aku puas membuatmu menderita lebih dalam dari sebelumnya!!!" kemudian Maura berlalu pergi meninggalkan Claudia yg nampak bergetar hebat akan ancaman Maura yg membuatnya benar-benar merasakan sesuatu yang sangat mengguncang jiwanya.
bagaimana mungkin seorang adik dengan teganya melenyapkan Kakak kandungnya sendiri hanya untuk memuaskan rasa kebencian terhadap orang lain akan masa lalu yg sudah sangat lama.
__ADS_1
Cukup lama Claudia diam terdiam menatap kosong kesembarang arah kemudian dia beranjak pergi meninggalkan tempat dimana Maura menyeretnya dan kembali kedalam kamarnya bersama Andrew dengan pandangan kosong
"Sayang kamu dari mana?!" Tanya Andrew melihat Claudia yg baru kembali, namun dia tidak mendapatkan Jawaban apapun dari Claudia melainkan dia langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu Begitu saja, tanpa melepaskan pakaian yang dia kenakan Claudia langsung mengguyur tubuhnya dengan air Shower, buliran bening jatuh perlahan hingga menderas seiring dengan jatuhnya air yg menerpa wajah Claudia.
"Ada apa dengannya?!" Andrew sendiri merasa heran dengan sikap Claudia yg dia rasa terasa aneh, bahkan saat dia melihat matanya Andrew merasakan sesuatu yang tidak benar.. ada kekosongan dalam pandangan matanya
lama Andrew menunggu hingga hampir dua jam, tetap Claudia tak juga kunjung selesai bahkan Air Shower tidak terdengar berhenti sama sekali, merasa khawatir Andrew mencoba mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban apapun dari dalam.
"Sayang buka pintunya?! kamu bisa sakit jika terlalu lama berendam"
"Sayang''
Merasa tidak sabar akhirnya Andrew menendang pintu beberapa kali hingga akhirnya dia berhasil menghancurkan pintu
hingga terbuka
Braakkk
"Astagaaaaa..!!!!
Andrew tersentak kaget saat melihat kondisi Claudia nampak terbaring dibawah guyuran Air shower dengan masih mengenakan pakaiannya bahkan dia terlihat masih sadar dengan matanya yang masih terbuka menatap kosong kesembarang arah, Andrew bergegas mengambil handuk dan membungkus Claudia dan membawanya keluar dari kamar mandi.
dengan cepat dia melepaskan semua pakaiannya dan membungkus Claudia dengan selimut Andrew sendiri bangung apa yg sudah terjadi hingga Claudia jadi seperti ini, tubuh pucatnya membuat Andrew semakin merasa takut sesuatu akan terjadi pada Claudia dia bergegas mengambil pakaian dan memakaikannya pada Claudia.
"Sayang apa yg terjadi?!" ucapan Andrew bagaikan angin lalu yg tak terdengar oleh Claudia yg terus diam tak bergeming, traumanya kembali lagi terjadi ini adalah kali kedua setelah dia bertemu dengan Hery namun ini lebih mengguncang Claudia hingga membuatnya tidak lagi bisa berpikir jernih.
"Katakan Sayang jangan diam seperti ini, kamu membuatku takut?!" Andrew mengguncang tubuh Claudia yg duduk dihadapannya namun usahanya sia-sia karena Claudia tak juga bergerak ataupun membuka mulutnya.
Andrew beranjak mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang"Aku tidak mau tahu cepat kirim rekaman Cctv Setelah aku kembali sarapan pagi hari ini!!!" Teriak Andrew begitu prostasi dia menatap penuh kesedihan saat melihat wajah Claudia yg sangat pucat dan kehilangan keceriaan nya.
tidak seperti sebelumnya dia meninggalkan Claudia dia nampak Baek-baek saja dengan senyumannya membiarkan Andrew pergi meninggalkan dirinya sendiri dilurung menuju kamar Merika.
__ADS_1