Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Keputusanku


__ADS_3

" Kenapa bi..." tanya ku setelah pintu kamar kubuka


" Itu...non... diluar ada yang nyari non. " ucap bi inah


" Siapa bi..? Tanyaku lagi


" Nggak tau non..' jawab bi inah


" Baiklah saya lihat dulu... makasih ya. Bi." ucapku sambil melangkah keluar.


" Ridwan......"


" Mer... aku mau bicara sebentar... boleh aku masuk. " ucap Ridwan


aku diam sejenak


" Mer.... tolong... ijinkan aku bicara sebentar." ucapnya lagi


" Baiklah..... silahkan masuk." ucapku lagi


" Mer... aku ingin bicara sama ayahmu." ucap Ridwan


" Untuk apa...?" tanyaku heran


" Tentang hubungan kita.. aku serius sama kamu... aku nggak main-main Mer.." ucapnya lagi


" Percuma Rid..... semua sudah terlambat...... aku akan menikah dengan Mas Hendra...dan itu sudah keputusanku.." ucapku terbata- bata sambil menahan rasa sakit di dadaku


"Apa maksudmu Mer... aku nggak percaya dengan keputusanmu.... tolong ijinkan aku bicara dengan Ayahmu Mer... aku akan jelaskan semuanya.. bahwa kita saling mencintai" ucap Ridwan lagi sambil memegang tanganku.


" Tidak ada.gunanya Rid.......ini sudah....... keputusanku... sebaiknya kamu pulang saja." ucapku pelan sambil berusaha menahan air mata ku yang mulai keluar.


"Mer... tolong ...aku mohon... aku tidak akan pulang sebelum aku bicara dengan Ayahmu..". ucapnya lagi

__ADS_1


"Aku akan cari Ayahmu sekarang..." ucap Ridwan sambil berdiri


" Rid..... percuma... ayahku tidak ada di rumah", ucapku lagi


" Maksudmu...." ucap Ridwan lagi


" Ya... ayahku dirumah sakit." ucapku


" Ada apa dengan ayahmu Mer...?" tanya Ridwan sambil duduk kembali di sampingku


aku menghela nafas sebentar terus menceritakan semua yang telah terjadi


," Itulah yang terjadi.... sekarang kamu sudah tau semuanya....


" Rid...aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan..


aku nggak mau kehilangan ayahku.... karena hanya dia yang aku punya...


aku anak yang tidak berbakti pada orang tua karena keegoisanku sampe-sampe aku nyaris membunuh ayahku sendiri..Rid


"Aku nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau aku sampai nekat pergi dari rumah waktu itu.."


Aku bingung...Rid " ucapku lagi


" Menangis lah Mer... jangan kamu pendam dalam hati....." ucap Ridwan sambil memelukku dengan erat.


Setelah beberapa lama... akhirnya aku melepaskan pelukan


"Rid ..aku tau ini sangat berat untuk kita ...tapi aku nggak tau lagi apa yang harus aku lakukan... aku harap.. kamu bisa menerima keputusanku." ucapku lagi sambil berusaha menenangkan pikiranku


'Mer... terus terang. aku tidak sanggup berpisah denganmu.. aku sangat mencintaimu Mer " ucap Ridwan lagi


" Rid..... maafkan aku..." ucapku lagi

__ADS_1


" Kamu tidak salah Mer.... aku mengerti perasaanmu" ujar Ridwan lagi


" Rid........ berusahalah untuk.melupakan aku..... jangan temui aku lagi..... aku akan berusaha melupakanmu.....," ucapku terbata bata.. sambil menahan rasa sesak di dadaku.


" Tidak Mer.... aku tidak bisa ...aku tidak akan berhenti mencintaimu..." ucap Ridwan lagi


"Tolong Rid.... tinggalkan aku.. jangan mengharapkan aku lagi..," ucapku lagi


Ridwan diam sejenak....


" Baiklah...Mer.... aku akan pergi... tapi aku tidak akan menyerah." ucap Ridwan lagi sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari rumahku.


Aku diam sejenak......Ya Tuhan.. semoga ini keputusan yang tepat untukku.... aku harus kuat... tolong kuatkanlah hamba mu ini ya Tuhan....


Aku berusaha bangkit dari tempat dudukku dan berjalan pelan menuju kamar tidur.


aku berbaring di tempat tidurku... dan berusaha untuk beristirahat......


Entah berapa jam aku membolak-balikkan... tubuhku... akhirnya aku tertidur...


**************


aku terbangun.dari tidurku... jam sudah menunjukkan pukul tiga sore...


ternyata... sudah jam tiga . ...o ya aku harus ke rumah sakit...


aku harus bergegas mandi......" pikirku dalam hati


Selesai makan..... aku pun bersiap -siap berangkat ke rumah sakit..


Aku harus berusaha kuat.. aku tidak mau melihat ayahku sedih..... biarlah semua ini aku tanggung sendiri.... asalkan ayahku sehat...


Aku pun keluar dari rumah dan melajukan mobilku menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2