Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Terciduk


__ADS_3

Ridwan menarik tanganku dan memelukku dengan erat


"Mer.... .. aku sangat mencintaimu..." ucap Ridwan sambil masih tetap memelukku


"Aku juga mencintaimu...Rid" ucapku dengan masih memeluk Ridwan. Seakan enggan untuk melepaskan.


" Mer ....." ujar Ridwan lagi sambil pelan-pelan melepaskan pelukannya dan berganti sekarang memegang telapak tanganku "aku sangat bahagia Mer." ucap Ridwan lagi.


" Aku juga.....Rid.... tapi....." ucapku ragu


"Tapi apa Mer.....?" ucap Ridwan sambil menatapku.


" Aku.. takut... kalo hubungan kita ini tidak akan bisa berjalan baik.... karena aku......"ucapku terputus karena Ridwan sudah menutup mulutku dengan telunjuknya


" Aku tau .. apa yang ada dalam pikiranmu Mer " ucap Ridwan lagi


" Mer.... setiap masalah pasti ada jalan keluarnya... percaya padaku... kita akan selesaikan bersama- sama. Aku tidak mau kamu menanggungnya sendiri. Masalahmu masalahku juga. karena ini juga ada hubungannya dengan aku... jadi aku tidak akan membiarkan kamu menanggung sendiri." ucap Ridwan lagi sambil memegang erat tanganku...dan membuatku menjadi agak tenang.


Tiba-tiba


"Braaaaakkkkk " suara meja terpukul


Mas Hendraaa......


"Apa yang kalian lakukan disini..aahh " sentak Mas Hendra dengan muka memerah


"Mas.........." ucapku dengan kaget


" Diammm......" sentak mas Hendra

__ADS_1


" Dan kamu...(sambil menunjuk ke muka Ridwan ) jangan pernah kamu menyentuh tunanganku... lagi " bentak Mas Hendra sambil menarik tanganku dan mengajak aku pergi meninggalkan Ridwan yang masih di posisinya.


Aku tidak bisa berbuat apa... baru kali ini aku melihat Mas Hendra marah...ya aku tau ini semua salahku...tapi aku juga nggak tau.. apa yang akan terjadi selanjutnya aku pasrah ya Tuhan apa yang harus aku lakukan.. pikiranku sangat kacau.


Mas Hendra mengajakku naik ke mobilnya..


Dalam perjalanan pikiranku sangat kacau.... entah apa yang akan dilakukan mas Hendra padaku ... aku pasrah ....ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang.


Tiba-tiba Mas Hendra menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


Aku hanya menunduk... aku tidak berani melihat Mas Hendra..


"Aku kecewa sama kamu...." ucap Mas Hendra setelah mematikan mesin mobilnya.


"Aku percaya sama kamu.... tapi kamu.. ...sudah menyalahkan gunakan kepercayaanku. " ucapnya lagi masih dengan nada emosi


"Aku tidak menyangka... dengan wajahmu yang lugu dan polos... ternyata kamu berani selingkuh dibelakangku......


Tolong jelaskan padaku "Apa maksud semuanya ini.. mer ?" ucap Mas Hendra


"Aku... .. aku.tau ....aku salah... maafkan aku Mas" sahut ku masih dengan kepala menunduk..


Aku tidak tahu dari mana aku harus mulai menjelaskan.haruskah aku mengatakan yang sebenarnya.aku bingung


" Kenapa diam.." ucap Mas Hendra


" Baik.... aku antar kamu pulang dan kamu harus jelaskan semuanya ke Ayahmu " ucap Mas Hendra lagi sambil menghidupkan mobilnya dan mobil pun melaju.


Sesampainya di rumah aku disambut sama ayahku dengan muka heran

__ADS_1


"Kok kalian jam segini sudah pulang.." tanya Ayah dengan raut wajah keheranan.


" Mer... kamu kenapa... Nak Hendra..ini ada apa sebenarnya.. jangan bikin om.. tambah bingung " tanya ayah lagi dengan masih bingung.


" Ok kalian duduk dulu dan ceritakan semuanya." ucap ayah lagi


" Maaf om biar Merry aja yang menjelaskan semuanya .." sahut Mas Hendra kesal


"Yah.....aku minta maaf........" dengan sangat takut aku mulai membuka suara


" Maaf kenapa...." ucap ayahku lagi


"Aku.... aku.... tidak bisa....... melanjutkan..... hubunganku dengan mas Hendra yah....


Apaaa......" sentak ayahku sambil memukul tangannya di sofa.."Apa maksud semua ini mer..." ucapnya lagi masih dengan nada emosi.


" Maaf ayah.... aku tidak bisa.... maafkan aku... aku tidak bisa mencintai mas Hendra....ayah"


ucapku sambil bersimpuh dikaki ayahku.


" Siapa yang membuat kamu seperti ini...yang berani melawan ayah." bentak Ayahku dengan nada tinggi.


"Tidak ada yah... ini memang dari Merry sendiri " ucapku lagi


" Bohong.... ayah tau ... siapa kamu... siapa pun laki-laki itu..ayah tidak akan merestui hubungan kamu dengan laki- laki itu.." ancam Ayah...


"Ayah... tolong.. aku mencintainya...yah... aku tidak mau berpisah dengannya.... aku mohon..yah " ucapku lagi


"Akhirnya kamu mengaku juga.... ternyata benar ...diam-diam kamu sudah menjalin hubungan dengan pria lain... Ayah tidak setuju kamu berhubungan dengan pria itu...

__ADS_1


"Hendra..... siapkan pernikahan kalian.... Minggu depan kalian harus menikah." ucap ayah masih dengan nada tinggi.


'


__ADS_2