
Sepulang keluarga Kevin dari menjenguk Claudia dia menjadi murung ada kekosongan didalam matanya saat melihat keluarga itu begitu bahagia "Andai aku memiliki Keluarga Seperti itu mungkin aku akan sangat bahagia, merika sangat peduli dengan sekitarnya bahkan Semua dari keluarga itu adalah Dokter, merika pasti akan sangat senang bisa berbagi pengalaman masing-masing saat pulang bekerja" gumamnya setelah kepergian keluarga Kevin.
Lain halnya saat didalam mobil kevin yg sedang dalam perjalanan pulang semua orang nampak sibuk dengan pikirannya masing-masing hingga suara sang Mama membuyarkan lamunan semua orang.
"Kevin kamu harus membawa adik kamu pulang sepulang dari rumah sakit nanti, Mama tidak mau lagi melihat adik kamu terus menyendiri dan merasa kesepian dan berpikir tidak memiliki Siapapun!" tegas sang Mama dengan kata-katanya
"Tidak semudah itu mah, Claudia sudah dewasa dia memiliki kepribadian yang berbeda dengan wanita pada umumnya.. dia sudah terbiasa hidup sendirian..!!"
"KEYRA!! adik kamu keyra Kevin!" kesal sang Mama mendengar nama adiknya yang disebut Kevin Berbida
"Iya KEYRA Kevin tahu mah" ucap Kevin geleng-geleng kepala, ingin sekali dia tertawa
"Ma.. pa..?! Keyra dia bekerja diJogja disalah satu rumah sakit milik teman lama Mama Papa! jika kalian ingin Keyra tetap bertahan di Jakarta seperti nya kalian harus meminta sedikit bantuan Merika agar dia dipindahkan ke rumah sakit kita lagi!" ucapnya sambil terus melihat kearah depan mobilnya.
"Benarkah? kalau begitu papa akan memanggilnya malam ini juga!" ucap sang Papa terbawa suasana bahagia karna sudah bertemu dengan putri kesayangannya kembali setelah sekian lama tidak oernah bertemu lagi.
Sepanjang perjalanan menuju rumah tak ada yg memasang wajah suram, kebahagiaan begitu meliputi seluruh seisi Mobil yg telah bertemu dengan anak yg telah lama menghilang dan itu membuat kedua orang tua Kevin menjadi rakus ingin segera membawa putri merika kembali, apalagi saat melihat sang putri begitu mirip dengan Mama nya semasa muda dan lebih cantik dari sang Mama, membuat Tuan Candra semakin menyayangi putri satu-satunya itu.
******
Pagi harinya Claudia mendengar ponselnya yang terus bergetar hebat dengan malas dia membuka matanya dan mengambil ponselnya.
"Halo?!!
"Claudiaaaaaa.... apa ini?!!
setelah kamu cuti lebih satu Minggu kamu tiba-tiba dipindahkan kerja? kenapa tidak mengabari aku dulu!!" kesal Belia pada teman dekatnya itu dengan teriakannya.
"APA?!! dipindahkan? bagaimana mungkin?!" Claudia sendiri tidak kalah terkejutnya saat mendengar penuturan Belia yg tiba-tiba
"Apa kamu belum membacanya? lihat isi email mu dan kamu akan cepat tahu!" kemudian Belia mematikan panggilan nya dengan kekesalan nya
Saat Claudia membuka Leptop miliknya betepa terkejutnya dirinya, dengan kesal dia menutup leptopnya bahkan dengan cepat dia turun dari ranjangnya melepaskan jarum infus dan bergegas ke kamar mandi membawa baju ganti miliknya.
"SIAL!!!!!! apa apaan?! Aku tidak mau lagi tinggal disini, aku sudah nyaman tinggal dan bekerja di sana dan kenapa aku tiba-tiba dipindahkan seperti ini?!"
Selesai memberiskan barang nya, Claudia tanpa peduli lagi langsung bergegas pergi dengan langkah cepat nya namun saat didepan pintu dia dikejutkan dengan munculnya Andrew yg hampir dia tabrak.
"Mau kemana?!" tanyanya tidak kalah terkejut
Claudia hanya menatap wajah Andrew sekilas dan ingin beranjak pergi, namun dengan Cepat Andrew menarik tangan Claudia agar menghentikan langkahnya yg nampak tergesa-gesa.
"Kamu masih Sakit jangan paksa tubuh kamu untuk lelah Claudia!"
__ADS_1
"Apa peduli kamu?! bukankah itu lebih baek?" dengan kasar Claudia menghempaskan tangan Andrew yg memegang pergelangan tangannya.
"Ingat Andrew..!! aku sudah terbiasa hidup sendirian dan tidak ada masalah bagiku jika kamu tidak ada disampingku, bagiku itu akan menjadi lebih baek dan ya jika kamu menyalahkan aku atas apa yang terjadi dengan Kakek mu kamu sungguh sangat salah besar Andrew..!!
Aku hanya Dokter biasa jika terjadi sesuatu hal buruk terjadi pada Kakek itu diluar kendaliku!!!" ucapnya dingin Claudia berlalu pergi tanpa mau lagi menatap Andrew yg terus menatap kepergiannya.
"Maafkan aku.... hanya kata itu yg mampu keluar dari mulutnya.
Kevin yg tidak jauh dari perdebatan merika Hanya bisa diam melihat apa yg terjadi, sungguh Kevin tidak habis pikir dengan jalan pemikiran Andrew saat ini yg masih belum bisa mengerti bagaimana Wanita nya.
"Kamu mau kemana?!" tanya kevin yg sudah menyusul Claudia yg sudah didepan rumah sakit.
"Aku mau ke Jogja!! aneh sekali kenapa merika tiba-tiba saja memindahkan pekerjaan ku seenakanya begitu! Merika pikir aku barang bisa dioper seenaknya! aku tidak terima!!" kesal Claudia ingin Cepat-cepat pergi
"Aku yg meminta agar kamu untuk dipindahkan ke sini lagi, Maaf...!!!" Kevin menangkupkan kedua tangannya memohon maaf kepada Claudia yg ada dihadapannya.
"Ja'jadi... ini semua?!" Claudia Terdiam dan bingung harus berbuat apa saat melihat permohonan maaf dari Kevin
''Ya itu semua aku yg melakukan nya, dan kamu tidak perlu kembali ke Jogja semua barang-barang kamu sudah aku minta seseorang untuk mengurusnya dan membawanya kemari" tambahnya lagi
"_____"
"Kenapa? kenapa kamu melakukan ini kak?!" tanya Claudia penuh tanda tanya
kembalilah kekamar kamu kamu masih lemah dan perlu istirahat lagi"
"Tapi aku perlu alasan kenapa kakak melakukan ini? kenapa semua orang bersikap semaunya denganku?! teriak Claudia dalam isak tangisnya.
"Tidak bisakah aku menjalani kehidupan ku dengan tenang dan damai? aku lelah selalu datang dan pergi ketempat-tempat yg berbida hanya untuk mencari ketenangan? aku sangat lelah kak!!" Kevin tidak bisa menahan diri nya untuk tidak memeluk Claudia, dengan cepat dia menarik Claudia dalam pelukannya dan menepuk pelan punggungnya agar dia merasa lebih tenang.
"Kakak hanya ingin adikku aman tidak jauh dariku dan ingin menjaganya dengan benar agar tidak pergi lagi seperti dulu.
asal kau tahu?!! aku Sangat khawatir jika kamu tinggal di Jogja sendirian, Kiara sama seperti dirimu kalian adalah adik-adik ku dan aku tidak bisa membiarkan hal buruk terjadi pada kalian berdua karna itulah aku meminta agar kamu dipindahkan agar Kakak bisa menjaga kamu dengan leluasa..!!"
"Tapi tidak seperti ini caranya, harusnya kakak meminta ijinku dulu jika ingin mengambil keputusan tentang jalan yg aku pilih, bukan seperti ini!!" ucapnya masih dalam isak tangisnya
"Ya Kakak sangat menyesal Maafkan kakak yah?! Kakak sudah membuat Kesalahan karna telah membuat adik Kakak ini menangis" Kevin tersenyum lebar sambil mengusap lembut air mata Claudia yg membasahi pipinya kemudian dia memberikan kecupan manis didahinya dan itu berhasil membuat Claudia merasa lebih tenang.
Setelah membujuk Claudia agar mau kembali kekamarnya Kevin pun berlalu kembali keruangan kerjanya ada perasaan senang dihatinya karana Claudia tidak lagi marah dengan dirinya.
"Kalian?!! kenapa tiba-tiba disini?!" tanya Kevin yg terkejut saat melihat Davin dan Kiara yg duduk di sofa ruang kerjanya
"Aku perlu penjelasan!" ucap Kiara dengan wajahnya ditekuk sambil bersedekap.
__ADS_1
"penjelasan tentang apa?!! aku rasa aku tidak memiliki hal apapun untuk dijelaskan" ucapnya Cuek dan duduk dikursi meja kerjanya dengan santainya
Kiara berdiri mendekati Kevin dan berdiri didepan meja kerjanya menatap tajam pada Kevin yg terlihat menyunggingkan sudut bibirnya tersenyum.
"kau tersenyum?! apa ini bukannya merasa bersalah malah tersenyum? kak kamu tidak lagi menganggapku adikmu lagi? aku sangat tidak suka dengan sikapmu yg sekarang!!
"Apa yg tidak kamu sukai?!" tanya Kevin yg berbicara sambil melirik Davin yg hanya diam juga menatapnya
"Kamu sudah berlebihan Kevin, bukannya kamu hanya ingin memberi pelajaran untuk Andrew? Lalu kenapa kamu sangat menikmati nya!" sahut Davin
"ya jelaskan? sungguh aku sangat benci saat melihat kakak memeluknya ditengah umum seperti itu!! harusnya Kakak malu, kakak sudah memiliki Sahara dan Claudia pacarnya Andrew kenapa kakak sampai seperti itu?!!"
"Sudah kuduga!! Apa yg ada dikepala kalian berdua, Davin apa serendah ini kamu menilaiku?!" tanya Kevin jengah
"Tidak!! jika hanya menyimpulkan apa yg kami lihat itu bukan seperti dirimu!" Sahut Davin
"Tepat sekali...!! Aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti yg orang-orang pikirkan, Dan aku bukan orang yang menikung teman sendiri terlebih lagi aku sudah berkeluarga!" ucapnya bangga sambil menyandarkan kepalanya disandaran kursi sambil tangannya memangku kepalanya.
"Lalu apa yang terjadi dengan kakak? Kakak terlalu berlebihan jika hanya sekedar peduli dengan Claudia jika itu sudah melebihi batas!"
"Kiara.... Claudia sama seperti kamu, kau tahu bagaimana sikapku selama ini dengan kamu bukan??! lalu kenapa kamu masih mempertanyakan nya?!" ucapnya lembut
"Aku tidak percaya!! kesal Kiara dan memalingkan wajahnya.
"Claudia adik kandungku dia Keyra Meyriska adik dari Kevin Pramana Meyriska...!!"
"ADIK?!!! ucap Davin dan Kiara terperanjat kaget merika saling menatap tak percaya
"Haaaaa.. Candaan kamu sekarang sungguh tidak Lucu!" kesal Kiara
"Terserah kalian mau percaya atau tidak yg pasti itulah kenyataannya, Claudia adalah Keyra adikku! karna itulah sebabnya mengapa aku sangat peduli dengan dirinya dan menyayanginya!"
"Yang aku tahu kakak itu anak tunggal! lalu dari mana datangnya adik kandung itu jangan mengada-ada cerita kak?!"
"______"
"Davin apa aku terlihat sedang bercanda?!"
"Mungkin!!"Sahut Davin enteng
"_______"
tetapi dalam hatinya dia menanggapi serius perkataan Kevin, bisa saja itu benar karna baginya Kevin sama seperti dirinya yg selalu menanggapi segala hal dengan Serius dan apa yg dia katakan adalah hal serius yg tidak pernah Kevin ungkapkan pada para sahabatnya selama pertemanan merika selama ini.
__ADS_1