
Semua Keluarga besarnya Kevin dan Andrew menginap di hotel termewah di Kota itu yg nyatanya itu adalah hotel milik Andrew sendiri, Andrew sudah memiliki rencananya sendiri untuk memanjakan seluruh keluarga dan teman-temannya, bahkan Para sahabatnya juga menginap disana
setelah menyapa para tamu Keluarga dan teman-teman lama, Andrew memutuskan untuk membawa Claudia kembali kekamar merika, walau merasa keciwa karna Maura sudah kembali kekamarnya tanpa menemuinya Andrew tidak terlalu mengambil pusing akan hal itu.
pada dasarnya dia tidak pernah Menyukai Maura, hanya karna sang Mamalah Andrew tidak terlalu menampakkan kebencian terhadap adiknya itu selama ini.
"Sayang kamu mandi saja, sudah seharian penuh kamu tidak istirahat dan sepulang Bekerja kamu langsung kemari" ucap Andrew saat merika memasuki kamar.
"Hhmm... kamu tidak memberiku waktu untuk istirahat barang sebentar untuk hari ini" keluh Claudia saat dia berjalan mengambil pakaian nya yg sudan tersusun rapi didalam lemari pakaian.
"Maaf.... aku hanya ingin memberikan sesuatu yg berbida saja Sayang dan aku merasa takut sudah beberapa kali kita merencanakan segalanya, namun semuanya selalu saja gagal dan berakhir aku kehilanganmu lagi dan lagi aku tidak ingin terus menunda ini" Andrew duduk dipinggiran ranjang sambil terus menatap punggung wanitanya itu yg kini sudah resmi menjadi istrinya kembali.
"Kenapa selalu harus meminta maaf?! harusnya akulah yang berterima kasih untukmu karna sudah memberikan segalanya untuk ku, dan kebahagiaan yang tak terkira dihari ini Andrew" Claudia berbalik menatap wajah Andrew yg terlihat terus menatapnya
Andrew tersenyum dan menarik tangan Claudia mendudukkan dirinya dipangkuan sambil mengusap lembut punggungnya "hhmm... kamu patut berterima kasih untukku Sayang, kau tahu bukan apa yg aku inginkan?!" ucapan Andrew mampu membuat Claudia tersenyum malu dan beranjak berdiri dan berlari masuk kedalam kamar mandi, Andrew hanya dapat tersenyum saat melihat Wanita nya yg masih saja terlihat malu kemudian Andrew beranjak berdiri dan melangkah menuju pintu keluar dari kamarnya meninggalkan Claudia sendirian didalam kamar Merika.
Saat Claudia keluar dari kamar mandi dia tidak menemukan keberadaan Andrew dikamar merika ataupun diruangan lainnya, dia memutuskan untuk mengambil tasnya dan Melihat ponselnya ada perasaan aneh kegugupan yg luar biasa dirasakan Claudia saat ini dia terus duduk disofa didepan tv ruangan tengah menunggu kedatangan Andrew Sambil sesekali melihat gawai miliknya itu.
Ceklek
"Kamu sudah selesai?!" terlihat Andrew kembali dengan membawa nampan berisi makanan Claudia baru menyadari bahwa ternyata dia tidak memakan apapun sejak sore hari sepulang dia dari rumah sakit.
"Hhmm.. sudah" Claudia beranjak duduk disofa mendekati Andrew yg meletakkan bawaan nya diatas meja.
"Makanlah dulu, aku akan mandi sebentar dan jangan tinggalkan makanan nya Sebelum semuanya habis" Ucap Andrew mengingatkan tanpa mau dibantah sambil mengusap lembut pipi Claudia.
"Iya...
"Ayu taruhan..apa malam ini akan berhasil atau tidak?!" ucap Roy pada teman-temannya yg tengah berkumpul disalah satu kursi bar saat ini, sedangkan Kevin yg duduk tidak jauh dari temannya hanya dapat tersenyum masam mengingat bahwa dia belum terlalu puas menyulitkan Andrew setelah mengetahui bahwa Ternyata Claudia adalah adiknya.
"Aku berdoa dan akan mendapatkan kegagalan malam ini!!" ucap Kevin mendengus membuang nafasnya lemah
"Haaa... apa kamu masih belum terima Bahwa merika kembali bersama?!" tanya Roy lagi senyumnya kian merekah saat mendengar penuturan Kevin yg nampak masih tidak senang.
"Bagaimana mungkin?!! bahkan aku adalah orang terakhir yang tahu bahwa adikku akan menikah dengan sibrengsek itu!!!"
Roy dan Davin hanya terkekeh geli melihat tingkah Kevin yg masih sangat kesal, kemudian Davin ikumt berucap yg membuat Kevin mampu Tertawa merasa terhibur ''aku berani bertaruh, kalau malam ini tidak akan terjadi hal apapun.
__ADS_1
Andrew bukan lagi Andrew yg dulu dia tahu Hari ini Claudia terlalu lelah dan banyak menyita tenaga mungkin itu akan mempengaruhi kesehatan Claudia"
"Woooo.... kalau begitu apa yg akan kau berikan untuk jaminan, aku tahu Walaupun Andrew sudah berubah Pria tetaplah Pria kita tidak bisa munafik..?!!!" Roy tidak ingin kalah
"Maka kamu akan mendapatkan satu Vila dipuncak dan kapal pesiar mewah untukmu" Davin tidak pernah maen-maen dengan kata-kata nya jika dia berucap maka itulah yang akan terjadi.
"GOOD BOY...!!!!!!!
"maka kita lihat apa yg terjadi besok!! kau akan mendapatkan kerugian besar nantinya kawan" Roy tersenyum penuh kegembiraan sudah lama dia menginginkan Vila milik Davin pasalnya Vila milik Davin lah yg paling terbesar dan termegah diantara Vila-vila yg lainnya disana ditambah kapal pesiar bukankah itu sebuah keberuntungan tak terkira jika dia benar-benar mendapatkan nya.
"Hay.... apa adikku sekarang menjadi bahan taruhan kalian?! ini malam pertama merika"
"hehehe... ini hanya permaenan kawan!" Roy tersenyum cengengesan dengan Kevin yg menatapnya tidk Senang.
"Tidak aku Serius!!!! tambah Davin menimpali
"______"
"Davin Kiara akan marah denganmu jika dia tahu Vila kalian akan melanyang" Kevin mengingatkan agar Davin tidak mengambil tindakan kunyol.
"itu tidak akan pernah terjadi!!" Davin tersenyum lebar sambil meneguk minumannya..
Andrew keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kimono lunggar miliknya dengan rambutnya yang masih basah, dia mengelap berambut dengan handuk kecil sambil melangkah keluar dari kamar mendekati Claudia yg hampir tertidur disofa, dia tersenyum lebar saat melihat makanan yang ada di meja sudah habis tak tersisa.
"Sayang...
"Hhmm..?!" Claudia membuka matanya perlahan saat mendengar Andrew memanggil dirinya
"Minum ini Vitamin untukmu" Andrew memberikan pil Vitamin untuk Claudia dan duduk disampingnya sambil memberikan segelas air putih.
Claudia menyambut obat dan air putih yang andrew berikan untuk dirinya dan langsung meminum kemudian dia kembali menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
"Lelah?!"
"Hhmm... ini hari yang sangat panjang Andrew" Claudia mendesah pelan saat Merasakan tubuhnya yang terasa sangat lelah dan pegal di sekujur tubuhnya.
"Tidurlah aku akan menemanimu" Andrew menepuk pahanya agar Claudia merambahkan kepalanya di atas paha miliknya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak lelah?! kamu pasti sangat lelah Andrew menyiapkan semua ini sendirian ?!" Claudia merebahkan kepalanya di atas paha Andrew perlahan
"tidak... itu tidak terlalu sulit aku dibantu Sam untuk menyiapkan semuanya" Andrew mengusap lembut kepala Claudia dengan kasih sayangnya Sambil terus menatap wajah Claudia, perasaan Andrew saat ini benar-benar tak terlukiskan bagaimana bahagia nya dirinya saat ini, mana kala Wanita nya kini kembali seutuhnya menjadi miliknya.
Tak berselang lama Claudia tertidur pulas dipangkuan nya, dengan Andrew yg terus mengusap kepalanya sambil terus memandangi wajah cantik Istrinya itu kemudian dia perlahan menganggkat tubuh Claudia dan membawanya ke kamar membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Ini adalah hari pertama kita Sayang,
dimana kita akan memulai segalanya dari awal kembali meniti segalanya bersama, bagiku masalah apapun tidak akan pernah menjadi beban untukku jika kamu ada di sisiku kau adalah obat dari rasa sakit ku"
Senyuman Claudia terbit saat mendengar penuturan Andrew dalam tidurnya dan itu mampu membuat Andrew juga ikut tersenyum, kemudian dia juga ikut merebahkan tubuhnya di atas ranjang disamping Claudia.
Pagi harinya semua orang berkumpul diruang makan yang sudah di siapkan untuk seluruh keluarga, ruangan nampak riuh dengan kegembiraan dan canda tawa semua orang ada disana, hanya pengantin baru saja yg masih belum tiba disana.
"Ayu... aku rasa kamu akan kehilangan banyak Davin" Ucap Roy tersenyum girang menunjuk Davin yg duduk diseberang nya pasalnya hingga saat ini hanya Andrew dan Claudia saja yg belum tiba diruangan itu.
"Kau terlalu banyak!!" ucap Davin tersenyum simpul menyilangkan kedua kakinya
"Apa ini?! apa yg kalian bicarakan?!" Kiara merasa heran dengan Suaminya yg nampak begitu tenang dalam senyuman nya dia yakin pasti ada sesuatu yang dia lakukan Tanpa sepengetahuan nya.
"apa kau tahu, suamimu menginvistasikan sesuatu untukku!!" Celuteh Roy
"Jangan berlebihan, kau akan kehilangan semangat jika tebakanmu salah.
bahkan kamu tidak menjanjikan apapun untuk Davin bahkan jika tebakannya benar dia tidak akan mendapatkan keuntungan apapun" ucap Kevin mengingatkan.
"Dia cukup kaya, bahkan jika aku menjanjikan sesuatu untuknya itu tidak akan mampu.
kau tahu apapun pemberianku itu tidak akan mengubah apapun itu hanya akan terlihat seperti serpihan debu"
"Bilang saja kau pelit!!!" ucap Kevin hingga membuat gelak tawa semua orang terdengar begitu menyenangkan bagi siapa saja yg mendengarkan.
"Tidak apa.. itu akan berharga jika kuberikan untuk calun anak Riyan dikemudian hari!!" Davin menyahut hingga membuat Roy terdiam dalam tawanya pasalnya Riyan adalah asisten Kepercayaan Davin dan merika sudah tumbuh bersama sejak dulu Riyan sudah seperti keluarga sendiri bagi Davin.
"_____"
"Hahahaha.... kau sungguh luar biasa.. tidak akan ada yg mampu menandingimu!!" ucap Kevin mengacungkan jempol pada Davin
__ADS_1
Aakkhheemmm....
Terdengar deheman keras dari Kiara yg ada disamping Davin menatap Kevin tidak senang, pasalnya hanya Kiara lah yg mampu mengatasi Davin "Ohh.. ya terkecuali yg satu ini" kekeh Kevin menertawai Kiara yg tiba-tiba berubah cemberut dengan dirinya.