Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Bertemu lagi


__ADS_3

Saat Claudia melangkah menuju ruangannya dia tertegun sejenak saat melihat siapa yg tengah berdiri dengan kedua tangannya dimasukkan kedalam kantung celananya sambil menatapnya lembut.


"Kamu? kapan kamu kembali?!" Claudia membuka pintu masuk Ruangan nya dan mempersilahkan dia masuk.


"Baru saja... aku langsung kesini saat tiba" Ucapnya sambil duduk di sofa dengan terus melihat sekitar ruangan kerja Claudia yg nampak bersih dan Sangat nyaman.


"Kau tahu keberadaan ku?!" tanyanya lagi


"hhmm.. sejak kamu pergi aku tahu kemanapun kamu pergi, aku selelu memantau kamu dari kejauhan" akunya tanpa niat menyembunyikan apapun


"kamu memata-mataiku?" Claudia tersentak kaget ketiga mendengar penuturan dari orang yang ada dihadapannya.


"Aku tahu kamu Claudia, kamu pasti akan pergi menjauh lagi dan itu membuatku merasa takut dan khawatir akan terjadi hal buruk lagi selama orang itu terus berkeliaran bebas" Ucapnya khawatir.


Claudia membuang Nafasnya kasar saat mendengar tentang orang itu lagi "Hery aku baek-baek saja, kamu tidak harus berbuat sejauh ini aku sudah terlalu banyak menyusahkan kamu, bahkan aku masih belum bisa membalas semua kebaikan kamu yg sudah pernah menolong diriku" ucapnya lemah sambil meletakkan minuman mineral diatas meja.


"Kenapa kamu kembali lagi ke kota ini Claudia, aku lebih senang kamu tinggal di Jogja?! disana lebih aman untukmu tinggal dan lebih baek jauh dari pantauan orang jahat itu?!" keluhnya tidak senang


"Aku tidak bisa.. keluarga ku ada disini" Ucapnya sambil terus menatap wajah Hery lekat.


"Keluarga?! bukankah kamu tidak lagi memiliki Keluarga disini?!" ucapnya bingung


"Hhmm.. keluarga Biologis Hery! Merika tinggal disini kami baru bertemu dan berkumpul bersama" senyuman Claudia merekah saat mengingat Keluarga nya


"Keluarga Biologis?! orang tua kandungmu?!" ucap tersentak kaget menatap Claudia tanpa berkedip.


"Hhmm Begitulah"

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku Claudia?! aku bisa saja membantumu saat itu untuk mencari merika sudah terlalu lama kamu sendiri"


Claudia hanya bisa tersenyum simpul


"Aku tidak bisa Hery, kau tahu permasalahan tentang orang tua mu yg menentang hubungan kita saat itu saja sudah membuat mu banyak pikiran dan aku tidak ingin menambah bebanmu saat itu! tapi apa daya bahkan kita sudah tidak lagi bisa bersama dan.... Claudia tidak lagi melanjutkan perkataannya yg berhasil membuat Hery juga ikut terdiam dan membuat ruangan itu menjadi hening sesaat, sungguh jika merika mengingat tentang masa lalu Claudia dapat merasakan Sesak didadanya pasalnya merika saling pernah mencintai dan berjanji untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.. merika adalah cinta pertama satu sama laen sebelum nya namun apa daya semua sudah berakhir dengan Hery menghianati Claudia dengan bertunangan dengan wanita lain walau itu adalah keputusan dari orang tuanya.


"Claudia aku Minta Maaf!" Ucap Hery tertunduk sedih memecahkan keheningan


"Sudahlah Hery itu sudah dimasa lalu, aku sudah melupakan semuanya! Jangan kamu terlalu larut dalam rasa bersalah walaupun hubungan kita sudah berakhir tapi kamu masih sama seperti Angga sahabtku juga, bukankah kita dulu adalah sahabat? dan kita sendiri yg menghianati persahabatan kita dengan menjalin sebuah hubungan yg Akhirnya membuat persahabatan kita berantakan" ucap Claudia tersenyum masam.


"Hhmm.. kamu benar!! sahut Hery kemudian Hery melanjutkan perkataannya yg membuat Claudia terdiam lagi ''dan apa kamu tahu, Anggapun juga memiliki perasaan yg sama saat itu denganmu Seperti aku, hanya saja kamu lebih memilihku" ucap hery terkekeh mengingat masa muda merika.


"Aku tidak tahu saat itu perasaannya dan saat sudah tidak bersama dengan mu lagi aku baru mulai menyadari bahwa disetiap perlakuan khusus nya dia memendam perasaan nya!" ucap Claudia tersenyum masam


"Hay sudah cukup!! kenapa kita membahas ini?! kesal Claudia dan Hery hanya dapat terkekeh melihat kekesalan Claudia walaupun dia masih memiliki perasaan terhadap Claudia namun dia berusaha keras agar tidak lagi memaksakan kehendaknya dan dia pikir hanya dengan cara ini dia bisa dekat dengan Claudia lagi walau hanya sekedar Sahabat.


"Kapan kamu senggang? sudah lama kita tidak makan bersama?!" tanyanya


"Oohh Begitu?!" ucap Hery sedikit keciwa


"Kapan kamu kembali?"


"Mungkin Lusa!" ucapnya sambil mulai berdiri ingin pergi.


"Okey.. aku akan menghubungi kamu nanti dan ya itu dirumah orang tua ku, kamu pasti akan senang jika tahu siapa Keluarga ku!" ucap Claudia tersenyum senang


"Benarkah?! maka akan kutunggu ajak juga Angga" ucap Hery dan itu langsung merubah raut wajah Claudia menjadi sendu

__ADS_1


"Aku tidak Bisa Janji Hery sudah lama aku tidak lagi menghubungi nya bahkan saat terakhir kami bertemu kakakku memukul nya sampai babak belur Andrew benar aku harus menghindari dia"


"Apa ini ada hubungannya dengan Nenek sihir itu? apa dia mencuba melukaimu lagi?!" tanya hery terkejut hery masih ingat dengan jelas bagaimana kecelakaan besar yg menimpa Claudia yg hampir merenggut nyawanya dan itu membuatnya sangat ingin membalas dendam namun Claudia melarangnya keras saat perpisahan merika diNew Zealand.


"Hhmm Seperti itulah!!


Sepeninggal Hery Claudia nampak murung sejenak dia berpikir bahwa apa yg menimpa dirinya saat ini sudah cukup untuk diperhitungkan bahwa Nyonya Tamara benar-benar sudah sangat keterlaluan dengan perbuatannya bahkan yg terakhir kali membuatnya koma selama berbulan-bulan dan membuat dirinya melupakan semua kenangan bersama orang yang dia Cintai.


Seperti sebelumnya Claudia pulang larut malam dengan tubuh lelahnya bahkan panggilan Andrew yang entah berapa kali dia mengirim pesan dan panggilan diabaikan nya dan langsung kedalam mobilnya menuju arah pulang tanpa Claudia sadari semenjak kepulangan nya ke ibu kota sudah ada yg tengah terus menerus memperhatikan kegiatannya.


"Malam mah pah!" ucapnya saat melihat kedua orang tuanya sedang menikmati menonton TV diruang tengah


"Malam sayang.. apa kamu sudah makan malam?!" Sahut Papa Candra bangkit dari duduknya melangkah menuju Claudia


"Belum pah Claudia tidak sempat"


"Anak papa ini terlalu fokus dengan pekerjaan sampai melupakan kepentingannya sendiri, ya sudah kamu bersihkan tubuhmu dulu Mama kamu sudah memasak banyak tadi"


Claudia tersenyum senang dengan cepat dia memeluk Papa Candra dan mengecup sekilas pipinya "Okey.. terimakasih Papa, papa yg terbaik!!"


"Jadi cuma papa saja yg terbaik nih?! Mama nggak? kan Mama yg masaknya Sayang?!" keluh Mama Nadila cemberut


"Hahaha... Sejak kapan kamu pencemburu?! ucap Papa Candra meledek istrinya sambil terus memeluk putrinya kesayangan nya itu.


"Kamu sendiri selalu mengeluh saat Kevin lebih manja denganku!! ucap Mama Nadila tak mau kalah


"Hay itu berbidalah Kevin anak laki-laki tidak baek jika dia terus menempel dengan ibunya, yg ada nanti putra kita jadi anak yg Cengeng" ucap Papa Candra beralasan padahal sebenarnya dia Cemburu karna kasih Sayang Mama Nadila harus terbagi dengan putranya itu karna Mama Nadila lebih memperhatikan putranya daripada dirinya.

__ADS_1


"Astagaaaaa.. Kenapa Mama papa harus berdebat ayulah Tadi kalian baru saja sangat harmunis?!" kekeh Claudia sambil menggelengkan kepalanya menatap kedua orang tuanya yang masih tergulung awet muda tampan dan Cantik, mungkin karna itu juga Claudia dan Kevin memiliki rupa yg tidak jauh dari perpaduan kedua orangtuanya sehingga membuat Mereka memiliki paras yg begitu Cantik dan menawan.


"hahahaha" Tuan dan Nyonya Geordan tertawa bersama-sama saat menyadari kalau merika tengah saling Cemburu atas perhatian merika masing-masing yg terbagi untuk kedua anaknya dan beruntung Claudia tidak merasa Canggung Setelah Tinggal bersama kedua orang tuanya, akan lebih menyenangkan mungkin jika Kevin beserta keluarga Kecilnya juga tinggal dimansion ini.


__ADS_2