
Setelah cukup lama akhirnya.. Mas Hendra pun keluar dari ruangan itu.
" Kenapa Mas..... apa yang dikatakan ayah? ' tanyaku
" Nggak.... nggak apa- apa....ayo....mas antar kamu pulang .." ucap Mas Hendra lagi.
" Baiklah kalo begitu. ". ucapku lagi
" Mas.... hari ini aku nggak kekantor dulu... tolong Mas handle dulu ya... aku sebentar mau balik lagi ke rumah sakit aku belum bisa ninggalin ayah sendiri." ucapku setelah berada di mobil dalam perjalanan pulang.
" Ya.... ingat jaga kesehatanmu ya.." ucap Mas Hendra sambil pandangannya tetap ke depan kemudi.
sepanjang perjalanan kami hanya menikmati pemandangan dari balik kaca mobil.
Akhirnya mobil pun berhenti di depan rumahku
" Ok ...Mas pulang dulu ya...." ucap Mas Hendra sambil membuka pintu mobil untukku
" Ya... hati-hati. mas ' ucapku lagi
aku pun masuk ke pekarangan rumahku
"Bagaimana keadaan tuan....nona..?" tanya bi Inah setelah membukakan pintu untukku.
" Sudah agak membaik bi...' sahutku.
".. o ya bi tolong masakin untuk makan siangku ya...bi" ucapku lagi
" Baik non...." ucap bi Inah
"Aku mau mandi dan istirahat dulu sebentar.... nanti siang aku mau balik lagi ke rumah sakit" ucapku lagi sambil berjalan menuju ke kamar
" Ya..non.." ucap bi Inah lagi.
__ADS_1
Sehabis mandi dan berpakaian... aku pun meraih ponsel ku yang sejak kemarin aku abaikan.
Ahh ternyata ponselku mati
dengan segera aku sambungkan ponselku dengan chargernya .....
aku mulai merebahkan diriku di tempat tidur.
ingatanku kembali ke Ridwan....
aku segera meraih ponsel ku...dan menghidupkannya...
ternyata ada panggilan tidak terjawab sebanyak sepuluh kali dari Ridwan.
terus aku baca pesan dari Ridwan
Ridwan
"Mer...... apa yang terjadi padamu.
" tolong jawab aku Mer..
Ridwan
"Ingat Mer..... masalah ini kita akan selesaikan bersama-sama
"tolong jawab aku Mer....
"Aku nggak mau kehilangan kamu mer..."
"please jawab aku Mer...."
Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan.... aku tidak tau lagi.... pilihan ini sangat berat bagiku.
__ADS_1
Aku tidak mau kehilangan Ayahku...dan aku juga tidak mau kehilangan orang yang aku cintai...
Ya Tuhan... berikanlah petunjukmu ya Tuhan.. keputusan apa yang harus aku ambil....
Aku berjanji untuk menuruti keinginan ayahku untuk menikah dengan Mas Hendra.. karena aku tidak mau ayahku kena serangan jantung lagi.... dan itu pastinya akan membuat aku menyesal seumur hidupku... tetapi bagaimana dengan cintaku..dan perasaanku... apakah aku akan bahagia dengan Mas Hendra.....ini sebuah pernikahan sesuatu yang amat sakral bagiku. Ini bukan main-main
Kenapa hidupku begitu pelik....dan tidak ada satu orang pun yang bisa aku ajak bicara...dan mau mendengarkanku
Ibu.... seandainya kamu masih ada..... aku rindu denganmu ibu... aku ingin berbagi denganmu... uhukkkk uhukkk.. uhukkkk
Drrrtt ..... drrrtt....drttttt suara ponsel ku berbunyi
Ridwan calling.....
aku tarik nafasku dan membuangnya..
" Ya Rid......." ucapku serak
"Mer..... kamu dimana ?" tanya orang diseberang
" Rid....... tolong.....jangan hubungi aku lagi maafkan aku Rid" ucapku pelan dengan berusaha menutupi perasaanku
" Tidak...Mer... tolong katakan padaku... kamu dimana sekarang?" Tanya Ridwan lagi
" Aku dirumah...dan aku.... aku ..baik- baik saja Rid... jangan khawatirkan aku " ucapku sambil mematikan ponselku
Aku merebahkan tubuhku di ranjang...
Ya Tuhan kuatkanlah aku... mudah-mudah ini yang terbaik buatku....dan Ridwan.
Aku memejamkan mataku dan berusaha untuk melupakan semua yang terjadi....
tetapi tetap saja pikiran itu selalu muncul dalam benakku...
__ADS_1
Tokkk...tokkk....tokkk.." suara pintu kamarku ada yang mengetuk.
Ya sebentar ....". jawabku