Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Merasa iba


__ADS_3

"Apa yg terjadi?!"


Segelintir pertanyaan memenuhi kepala Davin untuk tidak bisa tidak bertanya apa yg sedang terjadi saat ini, kenapa bisa Claudia sampai seperti ini pikirnya.


"Dia mengabaikan kesehatannya, sebelumnya dia terus memfokuskan perhatian nya terhadap Kakek menyibukkan diri dirumah sakit dengan menemui setiap Dokter untuk berkonsultasi dan meracik obat-obatan buatannya sendiri, sampai hari dimana operasi akan berlangsung aku sudah memintanya untuk menunda karna aku melihat kondisinya yg tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan yg menguras energinya, tetapi dia bersikeras Hingga Akhirnya dia jatuh pingsan setelah operasi selesai hingga hari ini dia belum sadar"


Davin langsung menatap wajah Kevin dengan ke terkejutnya "Bagaimana mungkin?!" ucapnya tak percaya


"Aku juga berpikir begitu Davin, tapi aku menyadari satu hal!! mungkin ini berkaitan dengan Andrew yg tidak lagi peduli dengan dirinya semenjak merika tiba disini.


Sejak hari merika tiba Andrew mulai berubah hingga hari dimana operasi akan berlangsung dia semakin tak menganggap keberadaan Claudia bahkan tak sedikitpun dia memberikan semangat untuk Claudia yg akan membantu kelangsungan hidup kakeknya sendiri!"


"Jadi ini alasan kamu marah padanya?!"


"Ya...aku merasa Iba dengan Claudia, dia hidup sebatang kara bahkan tidak memiliki keluarga! jika dia hanya ingin mempermainkan perasaan Claudia saja seharusnya dia tidak melakukan itu, dia wanita yang berbida!"


Davin dapat memahami apa maksud dari perkataan Kevin sekarang bahkan dirinya juga ikut keciwa dengan sikap andrew yg sekarang, namun tersirat dalam hatinya pertanyaan yang sangat mendalam tentang Kevin, kenapa dia Begitu peduli dengan Claudia? apa dia menyukainya? namun Davin sangat mengenal Kevin dia bukan Pria Seperti itu yg dengan mudah terguda dan menghianati Orang yg dia sangat cintai dan dia yakin jika hal itu sampai terjadi istrinya pasti adalah orang pertama yang akan mengamuk Kevin adalah Kiara istrinya.


bayangan itu berhasil membuat Davin menarik sudut bibirnya manakala terbayang amukan istrinya Kiara mengamuk pada Kevin yg sudah dianggap kakak itu baginya.


"Hhmm kamu ada benarnya! lalu apa yg akan kamu lakukan?!" tanya Davin penasaran dengan keputusan temannya itu.


"Aku akan memberinya satu pelajaran lebih dari ini, hanya pukulan tidak akan menyadarkan dirinya"


********


"Hay Bong!! apa yg terjadi dengan kalian berdua? kalian tidak pernah Seperti ini sebelumnya, apa yg membuat kalian saling baku hantam Seperti itu?!" tanya Roy yg sudah mendudukkan Andrew dikursi taman rumah sakit.


"Dia yang memulai!" ucapnya masih dalam emosi yg tinggi menstabilkan napasnya sambil menghapus darah disudut bibirnya dengan kasar.


"Aku rasa Kevin tidak akan melakukan hal yang bodoh, dia sama dengan Davin selalu melakukan hal apapun dengan serius dan dia tidak akan menyakiti orang terdekatnya jika tidak ada alasan nya!"

__ADS_1


Andrew langsung menoleh pada Roy


"apa maksudmu aku yg salah disini?"


"Mungkin saja..!! kau tahu setelah Davin Kevin dan kaulah yg paling bijak diantara kita bertiga kau tahu jika aku yg berkata serius pun tidak pernah dianggap karna aku selalu mengada-ngada jika kita berkumpul bersama"


"Tapi bercandaan nya kali ini sungguh tidak lucu sama sekali Roy!! dia ingin Claudia, dia ingin mengambilnya dariku!" bentak Andrew


"Hahahaha... mana mungkin! jikapun itu nyata Claudia juga tidak akan pernah mau dengan Pria yg sudah beristri apa lagi memiliki anak seperti dirinya! apa kamu serendah itu menilai wanitamu?!" tanya Roy mulai serius


Andrew terdiam sejenak benar yg dikatakan Roy tidak seharusnya dia berpikir sempit dan berpikir bahwa yg dikatakan Kevin benar, dan tak seharusnya juga dia tidak semudah itu percaya, dia sangat tahu bagaimana kepribadian wanita nya, harusnya dia tidak meragukan kepribadian Wanita nya Atau pun sahabatnya sendiri sejauh itu.


"Saranku lebih baek kamu berbaekan dengannya dan cari tahu apa yg menyebabkan dia berkata seperti itu, kau tahu persahabatan kita tidak sependek anak-anak TK, kita sudah meliwati lika-liku kehidupan bersama-sama sejak dulu, jangan sampai hanya karena ini persahabatan kita berantakan" saran Roy mencuba melakukan sebisa yg dia mampu agar para sahabatnya kembali berbaekan.


"Tapi...


" Tidak ada kata tapi Andrew, lebih cepat lebih baek agar tidak ada dendam diantara kita"


"Baeklah ayu!" ucapnya kembali berdiri dan beranjak pergi bersama dengan Roy, saat dilurung rumah sakit dia berpapasan dengan Alina mantan Asisten Claudia yg baru keluar dari salah satu ruangan VIP.


"De'derektur? dia.. dia... Suster Alina nampak sangat gugup dan Roy dapat menangkap itu bahakan dia tidak sama sekali melepaskan gagang pintu masuk kedalam ruangan VIP itu.


"Apa Kevin didalam?!" tanya Roy ikut menahan pandangan matanya


"Ti'tidak.. aku.. A'ku tidak tahu!" ucapnya semakin gugup


Merasa semakin penasaran Roy langsung menerubus masuk dan tidak menemukan apapun selain seorang wanita yang terbujur kaku dengan oksigen yang menutupi wajahnya dia hanya samar melihat wajah orang itu dan kembali keluar.


""Bagaimana?!" tanya Andrew


"Merika tidak ada! Hayy tunggu?!!! aku seperti mengenali wajah yang ada diranjang rawat tadi!" ucapnya terkejut Roy kembali ingin masuk dengan menarik tangan andrew namun dengan cepat dicegah Alina

__ADS_1


"Maaf Tuan ini ruangan Pribadi" ucapnya


"Minggir!! apa kamu tidak mengenal kami?!" ucap Roy dingin, kemudian dia menyingkirkan tubuh suster Alina dan berlalu masuk bersama andrew yg dia tarik kedalam.


"Kenapa kamu membawaku kesini? apa kamu sudah gila, kita bisa diseret penjaga keamanan mengganggu kenyamanan pasien" Kesal Andrew mencuba ingin keluar namun langkah Andrew terhenti saat mendengar penuturan Roy.


"Oohh tuhan!!.. Andrew lihat siapa ini!!" Roy langsung kembali menarik punggung Andrew agar melihat siapa yg terbaring di atas ranjang itu.


"CLAUDIA..?!!!!!


Andrew terperanjat kaget ketika melihat wajah siapa yg ada diatas ranjang, tiba-tiba saja kepanikan melandanya dengan Panik andrew memegangi kaki tangan dan terakhir kepala Claudia sungguh dia tidak menduga kalau akan melihat Claudia seperti ini.


"ADA APA INI?!!!"segelintir pertanyaan berkecamuk di dalam kepala Andrew dengan rasa panik nya " sebelumnya Claudia baek-baek saja tetapi kenapa bisa begini?!"


"Itu karena salah kamu Andrew!!" sahut Kevin begitu dinginnya menatap tajam ke arah Andrew yg memasuki Ruangan dimana Claudia dirawat, Suster Alina dengan panik mendatangi ruangan Kevin setelah dipaksa Roy untuk tetap masuk kedalam Ruangan itu.


"KAMU?!! KAMU TAHU?!! KENAPA KEVIN?!"


"Aku rasa tidak ada gunanya aku memberitahu kamu, bukankah kamu tidak lagi peduli dengan dirinya? lalu untuk apa kamu bersikap panik Seperti itu?! cukup aku yg merawatnya kamu tidak perlu lagi mengurusnya, aku masih mampu untuk menghidupi dan merawatnya"


"Beringsik!!!! APA maksudmu Kevin Apa kamu masih belum puas? katakan apa sebenarnya yang terjadi pada nya? bagaimana bisa dia seperti ini?!" Amarah andrew semakin meluap dia mengepalkan tangannya dan ingin melayangkan tinjunya kembali, namun tiba-tiba saja pelukan hangat seperti terbakar membuat Andrew menenang dan mengurung kan niatnya dengan cepat dia memegangi tubuh lemah yg ada dalam dekapannya.


"Cukup Andrew Kumohon!! suara serak dan lemah nampak jelas terdengar ditelinga andrew, Claudia dengan lemah menumpu tubuhnya di pelukan Andrew.


"Ya sayang''sahut Andrew dengan cepat dia kembali mengangkat tubuh Claudia keatas ranjang, Begitu pula dengan Kevin dia cepat memeriksa Claudia kembali dan memasangkan Oksigen di mulutnya yg terlihat sulit bernafas.


"Kamu berhasil melaluinya Claudia!" salut Kevin padanya


"Berapa lama?!" hanya itu yang keluar dari mulut Claudia.


Kevin yg memahami langsung menjawab tanpa menghiraukan andrew yg ada disampingnya "Empat... empat hari kamu tidak sadar! bagaimana perasaan kamu Sekarang? sungguh aku tidak menduga dengan keributan yang ada membuat kamu terbangun dari Koma!" ucapnya terkekeh

__ADS_1


"KOMA?!!!"


Tanya Andrew yg terkejut setelah mendengar penuturan Kevin yg nampak biasa saja padanya, namun berbida dengan Claudia dia nampak tersenyum ramah.


__ADS_2