
Kini tibalah saatnya pernikahan yang ditunggu - tunggu
Pernikahan yang sebenarnya membuat si mempelai wanita dan pria berbahagia... tetapi berbeda denganku sedikit pun tidak membuat aku bahagia...
aku duduk seorang diri di pinggir tempat tidurku. setelah selesai berdandan...
Dengan berbalut kebaya putih yang aku kenakan... sedikit pun tidak memancarkan aura karena pikiranku yang sangat kacau..
Aku teringat dengan ibuku
" Ibu.... tolong restui aku ibu... sepertinya aku tidak sanggup....tapi aku tidak tau lagi....,," pikirku....dan air mataku pun mulai menetes...
Tok....tok....tok...
" Non..... silahkan keluar... " ucap bi Inah
" Ya bi.... sebentar." ucapku sambil menghapus air mataku dan merapikan riasanku
Aku pun keluar dari kamarku.... menuju tempat akad nikah....
Setelah aku duduk.... aku melihat ada yang aneh... kok tidak ada orang di sampingku Mas Hendra kemana...kok belum datang....
" Pak Penghulu mohon ditunggu sebentar... kami masih menunggu mempelai prianya.." terdengar suara ayah....
" Benar dugaanku. Mas Hendra belum datang.." pikirku
Tiba- tiba...
" Oooo Nak Ridwan... silahkan masuk." sapa Ayahku
" Ridwan..... benarkah...." pikirku bingung
" Nak Ridwan silahkan duduk disini... " ucap ayah sambil menyuruh duduk di sampingku
Ridwan pun duduk dengan muka bingung tidak mengerti
__ADS_1
ini maksudnya apa....
" Nak...... kamu tidak ingin menikah dengan Ridwan." Ayahku membuka suara lagi
" Maksud Ayah....? " Tanyaku tidak mengerti .
" Nak... kamu berhak bahagia...ini kejutan dari ayah.... maafkan ayah selama ini terlalu egois dan tidak pernah memikirkan perasaanmu.. sekarang Ayah sadar.. menikahlah dengan Ridwan.. ayah akan merestui hubungan kalian....dan kamu Ridwan.... bahagiakan anak gadis Bapak ya..." ucap Ayahku
" Makasih ayah...... aku tidak menyangka ayah melakukan ini untukku..aku sangat bahagia..maafkan aku juga yah...," ucapku sambil memeluk ayahku..
aku sangat terharu serasa tidak percaya akan semua ini
" Ya.... ayah juga......," ucap Ayahku
"Pak penghulu silahkan dimulai acaranya.....," ucap Ayahku lagi...
Akhirnya
Sah.....
Sah.....
Ridwan memelukku dengan erat....
kami benar-benar bahagia..
kami tidak menyangka sama sekali kalo kami sekarang sudah menjadi suami istri....
Ehhhmmm......
kami pun melepaskan pelukan...
"Selamat ya Mer..." ucap Mas Hendra
"Mas.... maafin aku.... aku tidak tau kalo ayah merencanakan ini semua." ucapku
__ADS_1
" Ya.... ayahmu sudah menceritakan semuanya pada Mas.... dan meminta Mas untuk merahasiakan ini darimu.. Maafin Mas juga ya.." ucap Mas Hendra
" Tapi Mas....mas tidak apa-apa ? " tanyaku lagi
"Tidak apa-apa.... Mas ikut senang melihat kamu bahagia." Ucap Mas Hendra lagi
" Makasih banyak ya Mas..." ucapku lagi
" Ya...," ucap Mas Hendra
" o ya bro.... tolong jaga dia ya ...jangan pernah kamu sakiti dia." ucap Mas Hendra lagi kepada Ridwan
" Baik...Mas. saya akan selalu menjaganya ," jawab Ridwan
kami pun akhirnya menikmati makanan yang sudah disediakan....
Kami memang tidak mengadakan acara resepsi karena memang dari awal tidak ada rencana... tetapi itu tidak masalah bagiku
Setelah semua para tamu undangan pulang... akhirnya aku dan Ridwan masuk ke kamarku
"Rid aku mandi duluan ya." ucapku setelah sampai di kamar
" Ya sayang...... jangan lama- lama ya ," jawab Ridwan menggoda
" Ok....." jawabku asal
" Kamu mandi sana..." ucapku ke Ridwan setelah keluar dari kamar mandi
"Ok. sayang....," ucap Ridwan sambil mencium pipiku
" Kamu....... sudah berani ya...." ucapku
Selang beberapa lama aku keluar dari kamar menuju kamar ayahku. dan meminta ayah untuk meminjamkan piyamanya untuk Ridwan... karena dia sama sekali tidak membawa baju ganti..
akhirnya setelah ayah memberikan bajunya aku pun balik ke kamarku.
__ADS_1