Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
CYT 49


__ADS_3

Tio dan Vino turun dari mobil. Keduanya masuk ke kantor saat suasana bengkel masih ada beberapa mobil yang masuk bengkel.


Beberapa karyawan belum ada yang datang, hanya Sandi dan Reno yang nampak duduk di meja kerja mereka masing - masing.


"Selamat pagi Tio dan Vino?" sapa keduanya bertemu di depan ruangannya.


"Pagi juga Sandi dan Reno,"


"Pagi juga Mas Sandi dan Mas Reno," jawab kedua kakak dan adik tersebut langsung masuk ke dalam ruangan Tio.


"Vino, pagi ini tolong kamu handle pekerjaan kakak. Ada janji temu dengan Feni jam 9 pagi ini." titah Tio pada adiknya Vino.


"Waahh, sudah mulai ketemu nih ama mantan. Bukan mantan sih sebenarnya? Tapi gimana jelasinnya ya, pacaran tapi gak ada kata putus. Hadeh… bingung aku! Jadinya, cinta yang dulu tertunda apa karena keadaan." ujar Vino menatap kakaknya bingung. Sedang yang ditatap menatap datar adiknya agar gak tidak ikut campur urusannya.


"Sudah selesai bicara kamu!" tegas Tio dengan tatapan datar.


"Sudah Mas." Vino berucap dengan menatap berkas laporan yang diberikan kakaknya pada dirinya.

__ADS_1


"Kerjakan ini, Mas Tio keluar sebentar!" Tio berdiri mengambil kunci mobil di meja dan keluar dengan terburu - buru.


"Dasar kalau lagi bucin, semua diserahkan padaku!" kesal Vino menduduki kursi kakaknya yang empuk.


Dalam perjalanan, Tio menghubungi Feni untuk temu janjinya tersebut.


"Halo Fen, kamu masih dirumah?" Tio bertanya berharap menjemput Feni dan berangkat bareng.


"Feni baru sampai di lokasi Mas. Ya sudah sekalian aku sharelock tempatnya." sahut Feni di seberang telepon.


Telepon terputus, Feni langsung mengirim lokasinya pada Tio. Sambil menunggu, Feni memesan dua es jeruk pada pelayan tersebut.


"Maaf lama menunggu," ucap Tio saat menghampiri dan duduk di sebelah Feni.


"Tidak apa - apa Mas!"


"Oh ya, ini diminum dulu Mas. Mbak! Menu nya?" panggil Feni pada pegawai restoran.

__ADS_1


Tio langsung meminum Es jeruk yang telah tersedia di meja. Lalu, pegawai datang membawa buku menu.


"Pesan dua bebek goreng ya Mbak?" kata Feni dan pegawai tersebut mencatat pesanan dan Feni menyerahkan buku menu pada pegawai itu.


Pegawai berlalu pergi dan keduanya mengobrol membahas hal penting yang akan di katakan Feni.


"Mas, Ayah setuju Feni menikah denganmu. Ayah ingin, Mas Tio secepatnya datang kerumah untuk melamar." ucap Feni tersenyum bahagia dengan wajah berbinar.


"Benarkah Feni!" Tio terkejut dan tak menyangka berita penting yang dibawa Feni adalah Ayahnya setuju dan memintanya datang secepatnya.


Feni menganggukkan kepala dua kali seraya tertawa lebar. "Fen, Mas Tio akan membuktikan kepada Ayahmu bahwa Mas Tio mampu membahagiakanmu hingga kita tua kelak." papar Tio menggenggam jemari Feni lalu menciumnya lembut.


Tiga puluh menit berlalu, pegawai datang membawa pesanan mereka dan meletakkannya di meja satu per satu. "Silahkan dinikmati Mas dan Mbak." Pegawai tersebut berlalu setelah mengucapkannya.


Tio dan Feni menyantap hidangan dengan santai. Bahkan, tak segan mereka saling menyuapi satu sama lainnya. Terpancar kebahagiaan diantara kedua pasangan itu.


Hai semua, maaf ya 🙏 bila bab ini sedikit karena author dalam keadaan kurang enak badan habis hujan - hujanan tadi. Kepala dan tenggorokan rasanya gak enak banget.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, hadiah dan tip iklannya ya. Terimakasih sudah mampir ke karyaku gaes. Selamat Membaca 🥰


__ADS_2