Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Kecurigaan Kevin


__ADS_3

"Apa yg kamu maksud Nyonya Tamara itu adalah ibu dari Pria tadi?!" tanya Kevin terkejut dan Kevin mendapatkan anggukan dari Claudia membenarkan pertanyaan nya.


"Benar-benar keterlaluan!!


Manusia seperti apa dia hingga terus menerus melukai adikku!!" Kevin beranjak berdiri dan ingin pergi meninggalkan Claudia yg masih menangis.


"Kak kamu mau kemana?!" tanya Claudia mengejar Kevin menghentikan langkahnyayg sudah ingin pergi lagi.


"Aku tidak bisa membiarkan ini terus terjadi Keyra!! sudah cukup merika menyakiti kamu kakak tidak bisa jika merika terus menghantuimu dan terus melukai kamu!! sudah cukup dengan yg dia lakukan terakhir kali, dia sudah dengan berani ingin membunuh kamu!!


Kakak rasa alasan dibalik dia melakukan itu bukan hanya tentang kau dan sahabatmu itu sepertinya dia memiliki mutif lain keyra" Ucapnya dingin dan tanpa mengatakan apapun lagi Kevin berlalu pergi meninggalkan Claudia yg terus mengejarnya bahkan saat sudah menaiki Mobilnya.


"Aku hanya tidak ingin kamu terluka kak merika sangat berbahaya!!!" ucap Claudia dalam isak tangisnya menatap kepergian Kevin yg semakin menjauh dari Mansion Keluarga besarnya


*********


Tak tak tak


Suara langkah berat memasuki Mansion yg cukup besar dan nampak terdengar sangat cepat sehingga membuat pemilik rumah saling menatap heran dan setelah nya merika baru menyadari bahwa yg datang bukanlah orang asing.


"Ada apa Kak?!" tanyanya heran dan duduk di samping nya


"Kiara Davin aku tidak bisa ini terus dibiarkan, ini sudah meliwati batas kita harus menangkap orang itu!"


"Apa yg terjadi?!" tanya Davin menatap lekat wajah Kevin yg begitu kalut dan masih berantakan sama seperti saat dia meninggalkan Davin direstoran disiang hari.


"Pria yg tadi kupukul ibunya juga yg membuat kecelakaan terjadi pada Keyra dan Andrew hingga membuat dirinya menghilang saat itu!! aku tidak ingin hal yg sama terulang lagi Davin, aku merasa dia memiliki mutif lain karna rasanya sangat tidak masuk akal jika hanya karna persahabatan Angga dan Claudia sehingga membuat ibunya berbuat nekat ingin membunuh orang lain sekeji itu!!"


"APA MEMBUNUH?!!!" ucap Kiara terkejut


"Apa Claudia punya saksi saat kejadian itu? kita bisa memberatkan tersangka jika kita memiliki Saksi saat kejadian itu"


"Aku belum tahu pasti! Tapi apa dengan Keyra yg Melihat nya tidak cukup untuk menjadi saksi akan kejadian itu?!"


"Ya itu sudah cukup tapi dengan adanya saksi lain itu akan semakin membantu untuk memberatkan tersangka dalam kasus ini, dan Sepertinya kamu jangan gegabah dulu! kita selidiki dugaan benar apa sebenarnya yang terjadi sehingga kita dapat mengetahui mutifnya" ucap Davin sambil terus berpikir kemungkinan besar apa yg sebenarnya terjadi


"Baeklah.. aku akan menanyakan lagi pada Keyra apa dia punya Saksi lain saat itu dan untuk penyelidikan aku serahkan kepada kamu! karna aku percaya kamu lebih leluasa dalam hal semacam ini Davin" ucap Kevin mulai tenang kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Mansion Davin dan Kiara.


*******

__ADS_1


Hari ini adalah hari pertama Claudia akan bekerja lagi dirumah sakit, jarak antara rumah sakit dan Mansion orang tuanya memamkan waktu 30 menit dan itu cukup memakan waktu sehingga Claudia harus membawa mobilnya sendiri menuju ke arah rumah sakit.


"Wooooo... Adikku sudah sampai ternyata!!" sapa Seseorang yg tengah berdiri sambil bersandar di pintu mobilnya sambil bersedekap Menatap kearah Claudia


"Kenapa Kakak tidak masuk!" ucapnya Cuek


"Menunggu adikku yang sangat imut ini" ucapnya sambil memagangi dagu Claudia gemas kemudian mencubit kedua pipinya


"Jangan suk manis!!" kesal Claudia kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Kevin yg menatapnya terkejut karna diabaikan adik kesayangannya itu


"Hayy kamu marah dengan kakak?!" Kevin mengejar Claudia dan merangkulnya dengan cepat Claudia melepaskan pegangan Kevin yg merangkul bahu nya


"Tidak!!"


"Tapi kenapa kamu mengabaikan Kakak?!" rayunya dengan leluasa merangkul bahu Claudia kembali.


"Tidak ada!!"


"Heyy ayulah kakak minta maaf!" ucapnya lemah kemudian menghadapkan Claudia kearahnya dengan memagangi kedua belah bahunya.


"Kenapa harus minta maaf?!"


"Astagaaaaa....!!! adikku ini ternyata tidak pernah berubah sedikitpun, jika dia marah pada kakaknya ini dia akan mengabaikan Kakak nya ini dan tidak mau bicara!" gemas Kevin mengacak-acak rambut Claudia.


"Hahahaha.. ini lebih baek daripada kamu mendiamkan ku Sayang''


Cup


"Bekerja dengan benar kalau tidak aku akan memutung gajihmu..Okey?!!" Kevin mengecup kening Claudia Sayang dan meninggalkan nya yg begitu kesal dia sangat malu pasalnya saat ini Merika ada dirumah sakit dan bukan dirumahnya sehingga menarik begitu banyak perhatian.


"____"


"Astagaaaaa dia seorang Presiden Derektur Tapi Kenapa dia berubah jadi sangat menyebalkan?! apa benar dia kakakku yang dulu sangat menyayangi ku?!" gumamnya sambil mengusap rambutnya yang berantakan.


Claudia tidak menduga bahwa ruangan kerjanya akan diatur kevin sedemikian rupa sehingga membuat nya Merasa sangat nyaman bahkan itu adalah ruangan yg sama saat dia pertama kali Bekerja disana bahkan Asisten yg diberikan Kevin Adalah Alina mantan Asisten nya dulu sehingga membuat Claudia merasa sangat senang.


"Selamat datang kembali Dr.Claudia ihh maaf salah maksud saya Dr.Keyra" ucap Alina merasa canggung


"Tidak apa-apa.. jika hanya kita berdua kamu bisa memanggil ku dengan nama Claudia saja Alina aku sendiri saja masih tidak terbiasa dengan nama itu" ucapnya lembut sambil duduk di kursi meja kerjanya

__ADS_1


"iya.. kalau begitu saya permisi Dokter dan ini daptar pasein yg harus Dokter pelajari" Alina memberikan mep besar dan cukup banyak dan menaruhnya di atas meja kerjanya dan berlalu pergi.


Untuk hari ini Claudia hanya memeriksa semua berkas yg diberikan Alina dan mempelajari nya tentang apa saja yg diderita pasien nya dan Claudia memutuskan untuk melakukan tindakan bedah keesokan harinya jika sang pasien dalam keadaan stabil untuk melakukan Operasi.


hingga tidak dia sadari dia mengerjakan pekerjaan nya sepanjang hari bahkan panggilan Andrew pun dia abaikan saking fokus dengan pekerjaan nya


Dreettt Dreettt Dreettt


" Sayang'' ucapnya lembut tersenyum lebar saat melihat wajah seseorang yang ada dilayar ponselnya


"Kamu dimana Sayang?!" tanya Andrew yg melihat Claudia Seperti didalam ruangan


"Diruangan kerja!! apa kamu lupa aku harus bekerja hari ini?!" tanya Claudia sedikit membuang Nafas beratnya


"Aku ingat!! tapi bagaimana lagi aku sangat merindukanmu Sayang, bagaimana dengan pekerjaannya?!"


"Baek ini sangat bagus! tapi untuk beberapa hari kedepan mungkin kita tidak bisa bertemu karna operasi akan sangat banyak!"


"Oohh tuhan..!!!! Andrew menepuk dahinya sangat kencang hingga membuat Claudia tergelak tertawa terbahak-bahak melihat wajah Andrew yg nampak tersenyum masam


"Sayang aku membantu untuk kelangsungan hidup pasien ku! jika hanya menunda untuk bertemu itu tidak akan menjadi masalah bukan? lalu bagaimana dengan nyawa merika merika bisa kapan saja kehilangan nyawa jika terlambat mengambil penanganan!" ucapnya lembut memberikan pengertian kepada Andrew.


"Hhmm.. aku mengerti Sayang! lalu bagaimana dengan ku? apa aku hanya akan terus menahan Rindu ini?!" ucapnya menaik turunkan Alisnya


"Hahahaha Sayang kenapa kamu sangat lucu? kamu bertingkah layaknya seorang anak kecil" gelak tawa Claudia mampu meruntuhkan tembok besar keangkuhan Andrew selama ini dan mengubah membuat dirinya bersikap seperti remaja yg dimabuk cinta.


"Awas ya jika nanti kamu disini" Ucap Andrew tersenyum nakal


"Baeklah bagaimana kalau kita makan malam bersama sebagai gantinya kita yg tidak akan bisa bertemu beberapa hari kedepan Sayang? Kita kencan bagaimana?!" bujuk Claudia


"Ide bagus!! tunggu aku jemput kamu!" ucapnya ingin segera mematikan panggila


"Andrew tunggu!! ucap Claudia cepat


"Ada apa Sayang''


"Kita bertemu ditempat kita akan makan malam saja aku akan datang kesana sendiri!"


"Tapi berbahaya naek Taxi sendiri Sayang''

__ADS_1


"Tidak aku naek Mobil sendiri, kamu tidak perlu khawatir tunggu saja dan sherluk saja tempatnya!" ucapnya lembut kemudian Claudia mematikan panggilan nya


Andrew terdiam mematung menatap kearah layar ponselnya ''Pergi sendiri? dengan Mobil miliknya sendiri? apa dia membeli Mobil?" berbagai macam pertanyaan muncul dikepala Andrew merasa bingung namun dengan cepat dia mengambil kunci mobil dan Jasnya dia tidak ingin terlambat dan membuat Wanita nya menunggu lebih lama lagi.


__ADS_2