Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Jangan menjadi penghalang


__ADS_3

Kevin melangkah memasuki ruangan yang nampak sangat besar dan tertata rapi dengan berbagai macam hiasan didalam ruangan itu, tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk dan duduk disofa dengan raut wajah yg masih sangat kesal.


"Ada apa dengan mu?!" tanya davin heran saat melihat Sahabatnya yg sudah tiba di kantor miliknya dengan wajahnya yang nampak ditekuk.


"Keyra tidak pulang tadi malam dan aku menebak ini pasti perbuatan sisialan itu dan saat aku menyusul kemansion miliknya aku menemukan merika sedang tidur bersama..!! Asal kau tahu tanpa rasa bersalah sama sekali dia bertingkah seolah tak terjadi apapun" Dengus Kevin membuang Nafasnya kesal.


"Hahahaha... aku pikir apa?! Tadi malam merika bertengkar hebat dan aku rasa hanya Pergulatan Ranjang saja yg mampu membuat merika berbaikan lagi!!" Davin memegang perutnya menahan tawanya yang tak bisa berhenti.


"___"


"Sial?!! Awas saja jika dia berani melakukan nya dengan adikku!!" tambah kesal Kevin


"Jika kamu tidak suka kenapa tidak kamu nikahkan saja merika?! Adikmu sudah dewasa dan Andrew sudah jelas bahwa dia sangat pantas untuk menikah bahkan kita para Sahabatnya saja sudah saling memiliki anak cuma dia yg belum dan tentunya dia mapan dan kaya, adikmu tidak akan kekurangan apapun" kekeh Davin


"Itu karna dia terus bermaen perempuan dan mendapatkan ganjaran atas apa yg dia perbuat!! Sual menikahi adikku rasanya itu terlalu mudah jika aku menikahkan merika begitu saja! aku ingin tahu seberapa besar dia menyayangi adikku!"


"Bukankah apa yg sudah merika liwati membuktikan bahwa Andrew bersungguh sungguh menginginkan Keyra?! bahkan dia tidak lagi berprilaku seperti dahulu saat dia menikah dan mengenal adikmu, aku rasa semua itu sudah cukup membuktikan kebenaran bahwa Andrew sangat mencintai Claudia, jangan menjadi penghalang hubungan merika Kevin" ucap Davin mengingatkan.


"Aku tidak bermaksud Seperti itu, aku hanya ingin tahu seberapa jauh dia bersungguh-sungguh dalam hubungan ini!"


"Aku sangat memahami apa maksudmu Kevin tapi ingat jangan bertindak terlalu jauh, bagaimana pun merika sudah dewasa dan merika bisa menentukannya jalan hidup merika masing-masing!!


dan kamu harus ingat kalian pernah kehilangan Keyra jangan hanya karena ini membuatnya pergi lagi dari keluarga kalian!!


Keyra memiliki perasaan yang sangat rumit sangat mudah baginya untuk merasakan kegundahan dan rasa tidak dikasihi karna kau tahu sendiri, selama ini dia hidup sendirian dan itu membuatnya bisa sangat mampu hidup sendiri tanpa Siapapun disamping nya, kau tentu ingat bukan bagaimana Andrew kehilangan Claudia berkali-kali dia sangat pintar menyembunyikan keberadaan nya"


"Hhmmm... aku mengerti!" sahut Kevin terus mencerna semua apa yg dikatakan Davin, sangat jarang Davin mau berbicara panjang kali lebar seperti ini dan mau memberikan petuah, hanya pada orang tertentu saja dia sangat jarang banyak bicara seperti ini.


"periksa ini!" Davin memberikan map yg berisi beberapa catatan pada Kevin yang tidak dia tahu apa isinya dengan Perlahan Kevin membuka dan membaca setiap lembaran dan Foto-foto dimana kasus-kasus yang sudah lama tidak tahu lagi bagaimana kelanjutannya.


"Ini?!" Kevin menatap wajah Davin penuh dengan pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya dan meminta kejelasan dari Davin.

__ADS_1


"Semuanya adalah dimana kejahatan Nyonya Tamara lakukan dan Asal kamu tahu untuk menutupi Kesalah suaminya dia dengan sengaja merikayasa Kecelakaan maut pada keluarga Claudia yaitu ayah dan ibu angkatnya, dan kau pasti mengerti kenapa dia mengincar nyawa Claudia karna dia adalah satu-satunya Korban yang selamat dalam kecelakaan maut itu dan dia bisa kapan saja menuntut semua itu jika dia mau hanya saja mungkin Claudia tidak memiliki bukti dan semuanya tertata rapi sangat tidak mungkin jika orang lain berpikir itu adalah kecelakaan yg sudah direncanakan.


Merika sudah menyusun segalanya dengan sangat matang dan rapi hingga tidak pernah ada yg menduga bahwa kecelakaan itu bukan murni kecelakaan pada umumnya"


"Lalu apa yg harus kita lakukan?!" Kevin benar-benar murka setelah mengetahui segalanya, bagitu ingin sekali dia menemukan Nyonya Tamara dan membunuhnya ditangannya sendiri karna sudan membuat adiknya menderita begitu Lama.


"Apa kamu sudah menanyakan tentang Saksi yg aku sebutkan sebelumnya?!"


"Belum.. aku belum sempat menanyakan kepada Keyra"


"Lebih Cepat lebih baek Kevin, kita tidak tahu apa lagi yg direncanakan Wanita itu ditambah lagi Angga Sepertinya memiliki minat dengan adikmu bukan hanya sekedar Sahabat" Ucap Davin mengingatkan.


"Kenapa kamu sangat yakin?!" tanyanya heran


"Aku juga tidak tahu! tapi aku merasa Angga menatap adikmu bukan hanya sekedar Sahabat melainkan pandangan rasa seorang pria terhadap wanita"


Sepulang dari perusahaan Davin Kevin langsung melajukan mobilnya menuju Mansion orang tua nya dan saat memasuki Mansion dia hanya menemukan Mama Nadila yg sedang menyirami bunga hias kesayangannya diteras belakang Mansion.


"Dia pergi kerumah sakit ada Operasi yang harus dia lakukan, dan Keyra bilang untuk beberapa hari kedepan dia akan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit karena dia akan banyak melakukan operasi pada pasien yang sudah lama menunggu jadwal merika dan ada kemungkinan malam hari dia baru pulang"


"Oohh begitu?!!" ucapnya merasa lemah Kevin mengusap rambutnya merasa bingung.


"Ada apa?!" tanya Mama Nadila meletakkan wadah tempat untuk menyiram bunga nya.


"Bukan apa-apa, Kevin hanya merindukan nya saja mah!" Kevin tidak ingin membuat sang Mama khawatir dan lebih memilih untuk merahasiakan nya saja kecuali pada papa Candra nantinya.


"Kamu ini!! baru juga mengantar adik kamu siang tadi dan sekarang sudah merindukan adikmu lagi" Ucap Mama Nadila menggelingkan kepalanya heran dengan tingkah putranya.


Keesokan harinya Claudia berangkat menuju Rumah sakit dengan Mobil miliknya, dia berangkat agak siangan dan akhirnya terjebak macet cukup lama.


Tok tok tok

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada yg mengetuk kaca Jendela Mobil Claudia dan membuatnya terperanjat kaget pasalnya orang itu mengenakan topi masker dan kacamata hitam sehingga membuat Claudia merasa takut.


"Buka!"


"Kamu Siapa?!" ucapnya menggeleng tak mau mengikuti perkataan orang yang ada diluar didepan kaca jendila mobil miliknya


"Sayang ini aku!"


Claudia membulatkan matanya sempurna saat melihat Bahwa ternyata itu adalah Andrew yg membuka maskernya sebentar kemudian menutup wajahnya kembali setelah Claudia sudah Melihat dengan jelas, dengan Cepat Claudia membukakan pintu penumpang disamping nya dan membiarkan Andrew masuk, dia terus menatap bingung pada Andrew yg terlihat bernafas tersengal.


"Kenapa kamu menatap seperti itu Sayang?! aku tahu aku Tampan" Ucapnya dengan begitu Pede


"____"


"Sungguh kamu sangat Exis!!" sahutnya kesal


"Tapi kamu suka bukan?!" Guda Andrew mendekat ke arah Claudia


"Andrew aku sedang menyetir!!" ucap Claudia mengingatkan


"Sayang lihat bahkan Mobilnya tidak bergerak lebih dari tiga meter Sayang" Andrew terkekeh dengan Cepat dia mengecup bibir Claudia dan duduk lagi dengan menatap kedepan seolah tak terjadi apapun.


"Andrew!!" kesal Claudia


"Ya Sayang ada apa?!! ucapnya menoleh pada Claudia sehingga membuat Claudia marah pada dirinya.


"Hay... jangan cemberut Sayang! kamu makin Cantik kalau mukanya ditekuk" kekehnya lagi


"Halah rayuannya tidak mempan!! kenapa kamu tiba-tiba disini?!" tanyanya sambil mulai menjalankan Mobilnya.


"Mungkin kebetulan!" ucapnya Cuek padahal tanpa sepengetahuan Claudia Andrew sudah melacak keberadaan Claudia lewat GPS diponsel Claudia dan saat dia mengetahui bahwa Ternyata Claudia berada tidak jauh dari mobilnya dengan cepat Andrew turun dari mobilnya dan meninggalkan Mobilnya dengan dibawa sopir, beruntung dia pergi keluar dari kantor dengan dibawa Sopir hari ini.

__ADS_1


"Sungguh aku tidak percaya!" ucap Claudia tersenyum dia sendiri sangat senang karna kehadiran Andrew yg tiba-tiba saja muncul dengan menghampiri Mobilnya.


__ADS_2