
Sejak pertemuanku tempo hari dengan Ridwan, hari- hari ku sedikit berbeda, dia selalu memberikan support dan menghiburku dikala aku ada masalah. Meskipun statusku masih menjadi tunangan Mas Hendra
Aku terkadang datang dua kali seminggu ke kafenya Ridwan disaat makan siang tanpa sepengetahuan Mas Hendra disaat Mas Hendra cuti mengantarkan ibunya untuk cuci darah.
Terkadang aku merasa bersalah karena sudah mengkhianati tunanganku... tetapi disisi lain entah mengapa.. berada didekat Ridwan aku selalu merasa senang dan bahagia dan tentunya itu sangat berpengaruh pada kehidupanku
Aku bertambah semangat menjalani hidupku dan berpengaruh juga dengan karirku yang semakin berkembang pesat.
Sampai sekarang ini aku sudah punya cabang di Bandung walaupun masih terbilang baru sih.... cuma cukup membuat aku bahagia.
Kembalinya aku dari Bandung karena peresmian kantor baruku dan disamping itu juga aku harus merekrut beberapa pegawai untuk mengurus usahaku di sana.. jadi hampir dua Minggu lebih aku tidak bertemu dengan Ridwan. Walaupun dia sering menghubungiku selama aku di Bandung, tetapi tetap saja masih ada yang kurang kalo tidak bertemu langsung.
Mas Hendra juga sesekali menghubungiku sekedar mengingatkanku untuk makan....dan menjaga kesehatanku. Dia tidak bisa menemaniku karena dia harus mengurusi ibunya dan aku pun maklum. Lagian beberapa hari sebelum peresmian kantor baru dia pernah menemaniku dua hari di Bandung.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam.
tibalah aku di Bandara udara Juanda.
Dengan menaikkan taxi, akhirnya sampai juga aku di rumah.
"Sayanggg......kok kamu nggak nelpon ayah sih ?" Ucap ayah sambil memelukku Setelah pintu dibuka oleh ayah
" Aku nggak mau merepotkan ayah, lagian sekarang sudah gampang kok yah..
apa-,apa sudah ada..mau kemana tinggal telepon ajaa......" jawabku sambil melepaskan pelukan ayah.
" Ayah gimana Khabar ayah selama aku tinggal?" tanyaku lagi sambil duduk di sofa karena kakiku masih terasa pegal
"Baik Nak.... gimana acara grand openingnya di Bandung.....ada masalah ??? Tanya Ayahku penasaran.
"Nggak yah.... .....awalnya sih ada sedikit... karena ada beberapa penduduk di sana tidak terima aku punya cabang disana.. tetapi setelah aku bicara baik- baik...dan memberikan kesempatan kepada warga disana yang penggangguran untuk menjadi karyawanku... akhirnya mereka setuju." jawabku panjang lebar
" Kamu memang hebat nak, ayah bangga padamu. walaupun kamu masih muda tetapi kamu memiliki jiwa sosial yang tinggi
.sama seperti ibumu...itu yang Ayah suka."
__ADS_1
Ujar ayah sambil mengecup keningku
" Makasih yah....Merry juga sayang Ayah." ujarku lagi sambil memeluk laki- laki yang sudah tidak muda lagi.
Setelah kurang lebih satu jam aku ngobrol dengan ayah. aku pun pamit untuk kekamar sambil membawa travel bagku
Aku pun segera mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi, karena badanku sudah penat dan ingin segera mengguyurnya dengan air.
Setelah hampir dua puluh menit aku dikamar mandi... akhirnya badanku mulai ringan..dan fresh
Aaahhhh segarnya...." pikirku
Aku pun mengambil baju tidurku di lemari baju.
Dan setelah membersihkan mukaku dengan cleanser. aku mengambil ponsel ku di hand bag ternyata ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Mas Hendra dan Ridwan
Karena memang tadi sore sebelum ke bandara aku memang sempat ngabarin mereka bahwa hari ini aku mau balik ke Surabaya.
Ini sudah jam sebelas lebih hampir setengah dua belas malam apa masih pantas ya menghubungi mereka malam- malam" pikir ku
Belum sempat aku menaruh ponsel
Drrrtt .......drrrtt.... drrrtt ........Ridwan calling
"Malam Rid......." jawabku setelah telpon aku angkat
"Malam mer... kamu dimana ?? sahut orang diseberang
"Aku sudah dirumah, ini baru habis mandi. " jawabku
" Syukurlah.... kalo begitu .....dari tadi aku berusaha menghubungimu.... terus terang aku nggak bisa tidur sebelum bisa menghubungimu tetapi sekarang aku sudah tenang " ujarnya lagi
" Sorry ya...udah bikin kamu khawatir.." ujarku lagi
" Ya nggak apa-apa.... tapi besok kamu kerja kan... siangnya datang ke kafe ku ya..... aku akan siapkan masakan yang spesial untuk kamu ...ok " katanya lagi
__ADS_1
" Ya... benarkah !!" jawabku
" Tentu saja apa sih yang nggak buat kamu
he...he..
Ok... selamat tidur y....good night .
and see you tomorrow ...' Jawabnya lagi
" Good Night ." jawabku sambil menutup telpon
Entah mengapa aku selalu merasa bahagia setelah mendengar suara Ridwan... pikiranku jadi melayang... dia selalu bisa membuatku tersenyum dan bahagia
Drttt....drrrttt ... drrrtt " kembali ponselku berbunyi
........Mas Hendra calling
"Malam mas....." jawabku
"Malam dik...... Kamu udah di rumah dik..." tanya orang diseberang.
" Sudah mas baru aza.....ini juga mau tidur.." ucapku dengan sedikit lelah.
" Baiklah kalau begitu... kamu sebaiknya beristirahat ya... jangan begadang...
O ya besok.. aku harus nganter ibu lagi ke Rumah Sakit... jadi mungkin besok aku nggak bisa ke kantor.... berkas- berkas yang harus kamu tanda tangani sudah aku siapkan di ruang kerjamu... jadi besok bisa kamu cek " ucapnya lagi panjang lebar.
" Ya ok... makasih ya mas udah handle pekerjaanku selama aku nggak ada" ujarku lagi sambil membenarkan posisiku.
" Nggak masalah.. itu kan sudah tugas mas
"Ok selamat tidur y....bye " ucapnya lagi
"Bye....." ucapku sambil menutup telpon
__ADS_1
Aaahhhh... besok harus bergutat lagi dengan pekerjaan. sebaiknya aku tidur sekarang biar besok badanku bisa lebih fresh " pikir ku sambil menarik selimut.