Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Sejarah kelam terulang lagi


__ADS_3

"Lalu aku harus bagaimana mana?! aku tidak mungkin membiarkan anak tidak berdosa hidup sendirian sebatang kara tanpa orang tua sedangkan orang tua nya sudah meninggal walaupun bagaimana pun kita tidak bisa meninggalkan dirinya sendiri"


"Tapi Kenapa harus kita?!! masih banyak orang lain diluar sana, kau lihat sendiri bukan sejarah kelam kita terulang lagi dia bahkan dengan sadar ingin menghancurkan Kakaknya sendiri bahkan pernikahan nya belum genap satu hari Melia" Tuan Geordan benar-benar merasa tidak bisa mengerti dengan jalan pikiran istrinya


"Aku tahu tapi aku harus bagaimana lagi?! semuanya sudah terjadi"


"Katakan saja yang sebenarnya!! kita tidak bisa menyimpan segalanya lebih lama lagi, Maura sudah dewasa dan dia juga bisa menjalani hidupnya sendiri tidak sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan dengan pendidikan yg dia miliki sekarang"


"Tapi..


"Maa....!!! Cukup sudah Papa diam selama ini, tapi tidak lagi setelah kejadian hari ini, kau tahu Andrew sangat mencintai istrinya dan jika keluarga Tuan Chandra tahu semuanya itu karna ulah Maura apa kamu pikir merika akan tetap membiarkan putri merika tetap bersama dengan anak kita?!!"


"Aku tidak bisa pah!!" nyonya Melia tetap pada pendiriannya dan ingin tetap menutupi semua rahasianya yg dia sembunyikan Begitu lama itu.


"jadi kamu lebih memilih anakmu sendiri hidup menderita?!" Tuan Geordan mulai meninggikan suara , dia merasa Istri nya kini benar-benar tengah menguji dirinya


"Tidak..!!! bukan itu pah.. bukan itu yg Mama inginkan, apa Papa lupa Mama sudah membesarkan Maura Begitu lama bahkan dia masih belum mengerti apapun saat itu Mama hanya sangat menyayangi dirinya"


"Tapi apa mah?! apa balasan yg dia berikan atas kasih sayang yang kamu berikan?! kamu terlalu memanjakan dirinya kamu selalu mengabulkan apapun yang dia inginkan bahkan pertunangan itu bukankah kamu juga tahu bahwa saat itu Hery memiliki kekasih?! tapi apa yg kamu lakukan kamu menghalalkan segala cara agar Maura dapat bertunangan dengan anak itu bukan?!!"


"Ak'ku aku..... Nyonya Melia tidak dapat mengatakan apapun saat mengingat bagaimana perlakuan Maura saat memaksanya untuk pergi menemui keluarga Hery dan meminta melangsungkan perjodohan dan pertunangan saat itu.


"Maaa pikirkan tentang Claudia?!! kamu lihat sendiri bagaimana keadaan Claudia saat ini, dia menantu kita anak kita istri dari Andrew putra kita satu-satunya, aku sendiri tidak tahu bagaimana nanti harus menjelaskan pada Candra kita sangat tahu bagaimana jasa keluarga Meyriska di keluarga kita selama ini, Candra memiliki kekuasaan yg tidak bisa kita tandingi merika bukan dari keluarga sembarangan Ma, merika bisa saja menghancurkan hubungan antara anak-anak kita jika merika tidak terima dengan apa yg telah Maura lakukan dan aku tidak bisa menerima ini kebahagiaan putra ku adalah segalanya untukku!!


bahkan saat ini Andrew menutup akses untuk kita agar bisa mengetahui bagaimana keadaan istrinya, apa Mama tahubapa artinya itu?! dia sangat marah dengan kita saat ini!!" Kemudian Tuan Geordan berlalu pergi meninggalkan Nyonya Melia yg masih terisak dalam tangisannya dia menggeleng sambil terus menatap kepergian suaminya yang nampak sangat murka dan tak lagi mau menoleh kebelakang menatap dirinya.


Braakkk


Suara bantingan pintu kamar terdengar sangat keras hingga membuat Nyonya Melia terperanjat kaget menyertai kegundahannya hingga membuat Nyonya melia melemah dan terbaring terbujur kaku di atas ranjang terus terisak dalam isak tangisnya.

__ADS_1


.


.


.


.


Aunty Amelia perlahan mengintip dari sudut pintu kamar yg sedikit terbuka dia melihat dengan jelas bagaimana Andrew tengah membersihkan tubuh Claudia dengan perlahan yg masih terlelap dalam tidurnya, dia begitu telati dan hati-hati saat mengelap bagian tubuh Claudia.


Tok tok tok


"Masuk...


"Andrew bagaimana?!" tanya Aunty Amelia hati-hati sambil meletakkan semangkuk bubur untuk Claudia jika dia sudah bangun.


"Dia hanya tidur, Kevin memberikan dia obat penenang siang tadi bisa saja sebentar lagi dia akan bangun"


"Hhmm... Andrew hanya dapat menyahut dengan anggukan dan suara lemahnya, dia sendiri merasa sangat tertekan dengan keadaan Istrinya saat ini.


"Ya sudah... istirahat saja, sudah seharian kamu tidak istirahat Andrew kau juga perlu merelexkan tubuh, besok kita tidak tahu apa yg akan terjadi"


"Hhmm... terimakasih Aunty, karna sudah mau menemani ku merawat istriku!" Andrew menarik Aunty Amelia yg berdiri tidak jauh darinya dan melingkarkan tangannya di pinggang aunty Amelia sambil menyandarkan kepalanya diperut dia sedikit merasa tenang saat mendapat usapan lembut dari Aunty nya dibagian punggung kepalanya.


Setelah kepergian Aunty Amelia Andrew mulai naek keatas Ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Claudia yg nampak tidur dengan menghembuskan nafas tenang, dia menatap wajah istrinya yg nampak begitu tenang dan damai itu, tetapi Andrew masih bisa merasakan rasa sakit yg di alami istrinya saat ini bahkan wajahnya masih sangat pucat.


"Aku berharap setelah kamu bangun, mimpi buruk ini akan menghilang seiring berjalannya waktu hingga kamu terbangun Sayang'' ucapnya sambil jari tangannya menyelipkan Rambut Claudia dibelakang kupingnya.


"Hhmm... aku juga berharap seperti itu Andrew, tapi ini nyata aku tidak bisa!! semuanya benar-benar telah terjadi"

__ADS_1


Andrew langsung menarik tangan nya terkejut, dia menatap wajah Claudia lekat yg nampak masih menutup matanya.


"Aku mendengar segalanya Andrew" Perlahan Claudia mulai membuka matanya, tidak lagi terlihat pandangan Kosong Seperti sebelumnya yg terlihat hanya buliran bening tertahan yg menunjukkan betapa terluka nya dirinya saat ini, bahkan Andrew dapat melihat rasa sakit itu langsung dari mata indahnya.


"Keluarkan Semua Sayang, aku akan mendengarkan segala keluh kesah mu jika kamu mau membaginya dengan ku?! aku tidak akan pernah keberatan jika pundakku akan kamu jadikan sandaran seumur hidupmu karna aku tidak akan pernah bisa melihatmu sebegitu terlukanya Seperti ini" Andrew mengusap lembut wajah Claudia, kina merika berbaring sambil saling menghadap kearah satu sama laen.


"Andrew aku takut kamu akan terluka aku tidak bisa lagi melihat orang-orang yang mengasihi ku akan mengalami hal buruk terlebih lagi itu kamu" lirihnya begitu memilukan hingga mampu membuat Andrew yg ada bersama dengan dirinya merasakan sakit yg luar bisa didadanya.


"itu tidak akan terjadi Sayang''


"Tapi kamu pernah terluka saat itu"


"Ssttt.... itu kecelakaan Sayang''


"Tidak... itu sudah direncanakan, orang itu sengaja ingin membunuh kita"


pendangan Andrew menggelap saat mendengar penuturan Claudia, kilatan kemarahan tiba-tiba saja muncul kembali mengingat bagaimana kejadian kecelakaan yg membuat Claudia menghilang dari hidupnya lagi, entah berapa banyak orang yg telah mengancam hidup Claudia hingga membuatnya tidak bisa bernafas dengan lega selama ini.


"Ya aku tahu itu Sayang tapi aku minta kamu jangan lagi memendamnya sendiri, katakan saja semua padaku kita Suami Istri, bukankah suami istri harus saling berbagi walau hanya sekedar hal kecil?!"


"iya...


"Dan ingat jangan oernah mencoba melakukan hal bodoh seperti siang tadi lagi, kamu hampir membuat suami kamu ini gila sayang" keluh Andrew cemberut dan menarik Claudia diledalam dekapannya


"Kamu terlalu banyak berpikir, aku hanya terpelisit" Sahut Claudia lemah dia tidak pernah berniat melakukan hal bodoh seperti itu namun semuanya mengartikan hal yg berbida dia hanya ingin menyendiri dan menenangkan pikiran nya


"_____"


"Ohh tuhan... tapi kamu lihat sendiri bukan kami hampir jatuh Sayang''

__ADS_1


"Hhmm... Maaf" ucapnya lembut sambil melingkarkan tangannya di tubuh kekar Andrew.


__ADS_2