
Di pagi yang cerah seperti biasa aku mulai melakukan aktivitas ku di pagi hari dan tidak terasa ini hari keempat aku bekerja sebagai CEO. aku sudah menyiapkan diri dari kemarin bahwa hari ini aku harus mengadakan rapat dengan semua karyawanku dan aku pun sudah meminta Mas Hendra untuk mengumumkan semua karyawan bahwa hari ini jam sembilan ada meeting penting.
Aku pun bergegas masuk ke ruangan setelah aku sampai di kantor.
Mas Hendra pun sudah siap dengan beberapa file data karyawan yang aku minta. setelah aku masuk ke ruanganku. dia menjelaskan sedikit latar belakang pendidikan dan CV dari karyawanku. Dirasa sudah cukup dan waktu pun sudah menunjukkan pukul sembilan. aku pun beranjak dari tempat dudukku dan tentunya diikuti oleh Mas Hendra memasuki ruang rapat.
Di sana sudah ada karyawanku yang sudah menungguku.
Rapat pun mulai..aku mulai berbicara setelah sekretarisku Mas Hendra memberikan kesempatanku untuk berbicara.
Dari aku mulai memperkenalkan diri sampai aku meminta karyawanku untuk memperkenalkan dirinya secara sepintas.
Aku pun mulai untuk menyampaikan beberapa hal penting untuk bisa memajukan perusahaan... karena aku ingin para karyawanku juga harus merasakan bahwa dia adalah bagian dari perusahaan ini dan setiap permasalahan yang ada
__ADS_1
harus selalu dibicarakan dengan baik dan mereka pun harus punya tanggungjawab atas pekerjaan mereka .....dan aku pun tidak tanggung- tanggung akan memberikan bonus akhir tahun dari hasil penjualan properti walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. karena aku ingin mereka selalu merasa nyaman bekerja denganku.
Setelah ku rasa apa yang aku sampaikan sudah cukup dan tidak ada pertanyaan dari mereka aku pun mengakhiri rapat dan meminta mereka kembali ke ruang kerja masing-masing.
Akupun kembali ke ruangan ku.... setelah beberapa jam aku berada di ruangan...aku menelepon Mas Hendra untuk masuk ke ruangan.
Tok....tok...tok..
Mas Hendra sudah berdiri di dekatku.
"Bisakah hari ini Mas mengantarkan saya ke proyek ? saya ingin meninjau beberapa proyek yang ada" ujarku sambil melihat tab yang ada di depanku
" O bisa... dengan senang hati." jawabnya
__ADS_1
Berapa tempat yang ingin anda kunjungi ? Tanya lagi dengan nada sopan.
"Ya kalo memungkinkan cukup dua saja dan itupun cari yang tidak terlalu jauh agar kita tidak kemalaman pulang nya " jawab ku lagi
" Baiklah kalau begitu." saya akan bersiap-siap saya tunggu anda di ruangan saya". ujarnya lagi karena memang ruangan sekretaris berada di luar ruangan CEO
Tidak menghabiskan banyak waktu aku pun sudah siap dan keluar dari ruangan menghampiri ruangan sekretarisku. Kami pun melangkah pergi.
Dalam perjalanan menuju lokasi aku mulai berani bertanya banyak hal tentang Mas Hendra. mulai dari pekerjaan dan sampai ke hal pribadi. yang aku tahu hanya sepintas dari ayahku. Tidak ada kecanggungan lagi yang aku rasakan selama perjalanan.
Setengah hari itu aku habiskan bersama Mas Hendra. dari peninjauan proyek perumahan ,makan siang
Tidak terasa hari sudah mulai gelap setibanya kami kembali ke kantor. aku pun langsung pamit sama Mas Hendra karena badanku yang sudah terasa sangat lelah dan sedikit lengket mengharuskan aku untuk cepat- cepat pulang untuk menetralkan kembali tubuhku. Mas Hendra menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang. tapi aku menolaknya Secara halus karena aku tidak mau merepotkan orang lain semasih hal ini bisa aku kerjakan sendiri.
__ADS_1