
"Ayeyeye.... ada Acara apa ini? sudah berjam-jam kami menunggu kamu didalam sana! kami pikir kami akan menankap basah pasangan yang tak terduga yg sedang berselingkuh dan itu bukan orang yg sama pastinya, ternyata aku salah kau lelaki yang setia sekarang!" ucap Roy menghamapiri Andrew dengan wajah penuh keciwa.
Sedangkan Claudia menatap Kevin takut dengan susah payah dia menelan ludahnya sendiri "Kami hanya mengubrul didalam dan tidak melakukan apa-apa" ucapnya tertunduk takut.
"hay gadis Kamu tidak usah malu Seperti itu kami tidak akan ada yg marah jika itu benar adanya" tambah Roy lagi suntak dia mendapatkan tepukan tangan dari Davin dipundaknya agar tidak bersuara lagi, Sejak tadi dia sudah menangkap wajah datar Kevin saat merika masuk mendengar gelak tawa dari dalam Andrew dan saat merika keluar, Roy seolah menambahkan bahan bakar yg siap membakar segalanya kapan saja.
Davin tahu Roy tidak mengetahui bahwa Claudia adalah adik Kevin karna itulah dia dengan leluasa mengatai Sahabatnya tanpa tahu bahwa Kevin benar-benar terbakar amarahnya pada Andrew saat ini.
"Tidak ada yg perlu dijelaskan tuh kami tidak melakukan apapun disini! ayu kalian belum makan siang bukan? kami akan pergi makan siang" ucap Andrew cuek dengan sikap Kevin dan terus menarik tangan Claudia bersama dengannya.
"Tenanglah dia tidak akan lagi melakukan hal diluar batas, dia sudah berubah dan bertanggung jawab atas apa yg dia lakukan bukankah sebelumnya mereka pernah menikah dan Andrew tidak pernah menyentuh adikmu dia sungguh menjaganya" ucap Davin menenangkan Kevin yg ada disampingnya.
"Tetap saja aku tidak akan pernah membiarkan dia bertindak semaunya dengan adikku!" sahut Kevin
Davin hanya bisa tersenyum melihat Kevin yg terlihat jelas tidak suka melihat adiknya yg selalu saja terjerat dengan Andrew yg seperti perangku padanya.
Sepanjang makan siang tidak ada yg mengeluarkan Suara apapun hanya ada dentingan senduk dan garpu yg bersentuhan dengan piring, saat Claudia menatap wajah Kevin tanpa dia sadari Kevin juga sudah menatap dirinya sejak tadi.
"haaaaa... apa ini? apa dia sedang marah denganku" gumamnya dalam hati Claudia sungguh merasa tidak enak.
"Claudia!"
Tiba-tiba saja seseorang menepuk pundak Claudia dari belakang dengan sapaan akrab dan suara yg sangat Claudia kenali.
"Angga?!"
tanpa mengatakan apapun lagi Claudia langsung berdiri dan memeluk Angga sahabat lamanya itu, suntak semua orang yang ada dimeja makan menatap kearah Andrew yg terlihat begitu dingin saat melihat Claudia berpelukan dengan Pria lain walau dia tahu itu hanya sebatas pelukan saling menyapa dan Angga adalah Sahabat nya Sebelum merika saling mengenal tentu Claudia hanya beranggapan bahwa hal itu biasa karna merika sahabat.
"Angga kamu apa kabar?!" tanya Claudia sambil melepaskan pelukannya
"Aku baek.. kamu sendiri bagaimana Natasha sudah sangat lama kita tidak bertemu aku merindukan kamu!" ucapnya terang terangan mengatakan nya dihadapan Andrew dan suntak itu membuat Andrew menatap tajam pada Angga.
''Aku juga baek, Maaf aku tidak bisa mengabari kamu lagi Angga kau tahu bukan Mama kamu sangat tidak menyukai nya jika kamu terus dekat dengan ku, karna itulah aku menghindar dari kamu"
__ADS_1
"Eemhh... aku tahu itu aku bisa mengerti, harusnya akulah yg minta maaf dengan kamu karna perlakuan Mamaku yg selalu mengganggu kamu"
"Itu sudah dimasa lalu jangan meminta maaf itu bukan salah kamu" sahut Claudia
"Tentu itu salahnya Sayang! jika dia menjauhi kamu hal sebesar yg terjadi saat itu tidak akan terjadi jika dia menghindari kamu dan tidak akn mengakibatkan kamu harus masuk rumah sakit untuk dirawat!" sahut Andrew menarik Claudia kedalam dekapannya.
"Apa maksudnya Andrew?!" Kevin langsung menganggkat suaranya mendengar penuturan Andrew
"Apa kamu masih ingat saat pertama kali aku membawa Claudia untuk kau obati dan mengharuskan Nya konseling?!"
"Ya aku ingat dia mengalami luka-luka dan trauma karna Syuk berat atas penganiayaan itu" ingat Kevin
"Dan asal kamu tahu ibunya lah yg melakukan semua itu karna ibunya tidak terima putranya dekat dengan Claudia!!"
"APA?!!! Jadi semua itu karena nya" ucap Kevin menatap penuh kebencian terhadap Angga yg tengah berdiri di hadapannya dan mendapatkan anggukan dari Andrew, dengan langkah Cepat Kevin mendekati Angga dan...
BUUGGH
"______________"
"Aku rasa yg kekasihnya itu bukan dia Tapi kenapa dia yg mengamuk?!" ucap Roy dalam lamunannya menatap penuh rasa kasihan pada Angga yg tersungkur.
"Karna Kevin Kakak Keyra!!" Sahut Davin dengan wajah datarnya
Suntak Roy dan Andrew langsung memalingkan wajahnya kearah Davin menatap penuh tanda tanya besar saling menatap bingung tanpa menghiraukan Kevin yg terus menerus memukul Angga tanpa hentinya.
"Siapa Keyra?!" tanya Roy
"Kalian akan segera tahu, cepat hentikan Kevin Pria itu bisa mati ditangannya!!" ucap Davin berlari mendekati Kevin yg masih dengan kemarahannya menghajar Angga yg sudah nampak babak belur bahkan dia tidak menghiraukan Claudia yg tengah menagis memeluknya erat agar menghentikan pukulannya.
"Kak aku mohon hentikan, dia tidak salah apapun disini biarkan dia pergi!" bujuk Claudia namun Kevin seolah menulikan pendengaran nya dan terus menerus memukul Angga hingga akhirnya pegangan tangan yg memeganginya tiba-tiba adavyg menahannya, Kevin menoleh pada pemilik tangan yg tengah memegang lengannya.
"Sudah Cukup Kevin, dia bisa mati ditanganmu!" ucap Davin dan itu berhasil menghentikan Kevin kemudian dia baru menyadari bahwa Claudia tengah terisak dengan air matanya yang mengalir deras mendekapnya.
__ADS_1
"Maafkan Kakak!!" ucapnya membalas pelukan Claudia mengusap lembut mencuba menenangkan dirinya dengan mengecup kening Claudia Suntak Andrew langsung terbakar emosi lagi.
"Hayy apa yg kau lakukan?!!!" teriak Andrew ingin melepaskan pelukan kakak beradik itu yg tiba-tiba tersulut emosi melihat Kevin yg dengan beraninya mengecup kening Claudia.
"Andrew biarkan merika!" ucap Davin menghentikan langkahnya
"APA?!! apa kamu sudah gila?!! bagaimana mungkin aku terus membiarkan Wanita ku dipeluk orang lain?!!!" kesal andrew dengan pemikiran Davin sahabatnya yang selalu bijak dalam mengambil keputusan.
"Sebaiknya kamu mendengar perkataan ku Andrew kalau tidak aku tidak akan bisa membantu mu setelah ini" Ucap Davin menekankan pada perkataan nya
"Kami pulang duluan..!! Davin bisakah kamu membantu mengurus segalanya?!" ucap Kevin tersenyum getir setelah melihat tempat yang sekula rapi berubah menjadi seperti tak karuan setelah perbuatannya
"Tentu pergilah!" sahut Davin enting
"_____" Andrew benar-benar tak habis pikir dia seperti orang ediot yg hanya menonton saat melihat kekasihnya dibawa pergi
Setelahnya Kevin benar-benar pergi dengan membawa Claudia yg terlihat begitu Sendu karna habis menangis.
"Sungguh aku merasa jika ada Kevin disisi Claudia kau bagaikan sebuah hiasan dinding tak berharga sama sekali, aku turut berduka kawan" ucap Roy turut bersedih karena Claudia pergi begitu saja bahkan Tanpa menoleh ke arah Andrew sedikitpun dan terus menundukkan kepalanya.
"_____"
Sesampainya di rumah Claudia langsung berlari menuju kamar mengambil kotak P3K miliknya dan mengobati tangan Kevin yg nampak berdarah, Claudia membawa Kevin untuk duduk disofa diruang tengah dan mulai mengubatinya. ''berjanjilah Kak kamu jangan pernah melakukan hal itu lagi!" ucapnya Sendu.
"Dia pantas mendapatkan semua itu"
"Tapi aku tidak ingin Kakak terluka lebih dari ini, Mamanya Angga sangat berbahaya aku tidak ingin hal serupa juga terjadi pada kakak'' Ucap Claudia dalam isak tangisnya sambil terus menguleskan obat di luka lebam di sudut bibirnya Kevin.
Kevin menatap lekat wajah Claudia dan dia menangkap ada seseuatu yg terpendam sangat mendalam dan Kevin dapat melihat itu karna dia seorang Dokter yg dapat membaca pikiran pasein nya.
"Apa kecelakaan besar yg menimpa kamu dan Andrew juga ada hubungannya dengan orang tua Pria itu?!!" tanya Kevin menatap lekat wajah adiknya dan itu berhasil membuat Claudia terdiam mematung bahkan terlihat begitu jelas kegugupan dari tangannya yg gemetaran.
"Jangan sembunyikan apapun lagi dari kakak Keyra! kita keluarga sudah cukup kamu menyimpan segalanya sendiri!"
__ADS_1
"Aku melihatnya saat itu, saat sebelum kehilangan kesadaran aku melihat Nyonya Tamara turun dari mobilnya menghampiri Mobil kami yg terbalik dan dia begitu bahagia saat melihat kami yg tengah berada dalam keadaan antara hidup dan mati!" ucapnya lemah sambil menyandarkan kepalanya dikedua belah telapak tangannya terisak.
Deeegggggg