
Pagi harinya Claudia terbangun dari tidurnya dengan Andrew yg sudah tidak ada lagi disampingnya, dia sedikit bingung kemana perginya dia sepagi tu, hingga terdengar suara langkah kaki yg semakin terdengar mendekat memperlihatkan susuk tinggi yang nampak sudah segar dengan mengenakan baju yg terlihat sudah rapi.
"Kamu sudah bangun?!" Dia mendekat dan duduk disamping tempat tidur disisi Claudia menatapnya Begitu sangat lembut
"Hhmm...
"Ayu aku akan mmbantumu mandi" ucap Andrew tanpa ragu, tanpa dia sadari perkataan nya membuat wajah Claudia memirah malu.
Sebelumnya dia juga pernah digantikan oleh Andrew pakaian namun saat itu kondisinya sangat tidak stabil hingga dia tidak menyadari apapun, tapi hari ini Claudia sudah lebih baek tentu saja hal itu membuatnya merasa sangat malu, bukankah merika belum pernah melakukan apapun selain sebatas berciuman layaknya anak muda yg dimabuk Cinta.
"Aku bisa sendiri" Sahutnya menundukkan kepalanya Claudia tidak ingin Andrew melihat wajahnya yang saat ini pasti merah.
"Tidak apa-apa Sayang'' Andrew menarik sudut bibirnya tersenyum saat mulai menyadari bahwa istrinya saat ini sedang malu dengan dirinya, merika sudah pernah menikah bahkan tidur bersama karna ulah Andrew, tetapi sekarang berbida merika tidak pernah sedekat atau seintim ini sebelumnya wajar saja jika Claudia merasa sangat malu
"kalau begitu bagaimana kalau kita mandi bersama, aku seperti nya berkeringat lagi dan kepanasan?!" ucapnya mengguda Claudia ingin sekali tertawa menertawai Istri nya
"Jangan..!! Claudia langsung mengangkat wajahnya menggeleng pelan menatap wajah Andrew yg nampak datar
Cup
Tiba-tiba Kecupan manis menerpa bibir merah merona Claudia sekilas dan kembali menjauh Begitu cepat "Aku hanya bercanda Sayang, ayu mandilah aku akan menunggu diruang makan kita sarapan dulu baru pergi, aku sudah sudah menyiapkan pakaian untukmu, Aunty sudah menunggu dibawah Sayang''
"Kita mau kemana?!" Tanya Claudia pada Andrew yg sudah berjalan mencapai pintu masuk kedalam kamar merika sambil membawa tas leptopnya
"Rahasia...
Kemudian Andrew berlalu pergi tanpa mengatakan apapun lagi menuruni tangga menuju dapur, dia menghela nafas semakin lega setelah mendapati istrinya yang sudah semakin membaek Andrew berencana membawa Claudia ketempat yang sudah lama dia rencanakan dia berpikir mungkin dengan cara menjauhkan nya dari semua ini untuk sementara waktu akan bisa membuat istrinya akan lebih tenang dan Seperti semula lagi.
"Aunty yakin tidak mau ikut?!" Tanyanya saat sudah memasuki ruang makan sambil menarik kursi untuk dia duduk
"Tentu... untuk apa Aunty disana, yg ada nanti Aunty akan mengganggu perjalanan calun cucu Aunty untuk hadir kedunia ini" SAHUT Aunty Amelia sambil terus mengetik gawainya
Andrew tersenyum saat mendengar penuturan Aunty Amelia, namun dia sedikit tidak yakin apa Semua nya akan berjalan lancar atau tidak, dia tidak ingin memaksakan kehendaknya jika Istrinya masih belum siap melakukannya, terlebih lagi Claudia masih dalam keadaan tidak terlalu baek dia tahu pikirannya masih belum pulih seutuhnya.
"Itu tidak mungkin... Aunty terlalu banyak berpikir" Kekeh andrew sambil memberikan selai pada roti miliknya dan untuk Claudia.
tidak berselang lama Claudia turun dengan mengenakan pakain yg sudah rapi berwarna senada dengan kemeja Andrew dia nampak lebih segar dari sebelumnya..
__ADS_1
"Hay Sayang.. Sapa Aunty Amelia dia merasa sedikit kasihan dengan saudara kandungnya yg tidak bisa menikmati bagaimana rasanya tinggal dengan menantunya, bahkan untuk bertemu saja Andrew menutup semua akses terlebih lagi Andrew sudah memiliki beberapa bodyguard yg berjaga dilingkungan rumahnya untuk melindungi Wanita nya dan hanya berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Maura dengan berani datang dan mengancam istrinya lagi.
"Aunty disini?!" Claudia tidak tahu bahwa ternyata Aunty Amelia juga menginap di mansion merika
''Iya Sayang... Aunty akan tinggal di sini dulu beberapa waktu.. Jangan lupa saat pulang nanti harus membawa kabar baek" Ucap Aunty Amelia sambil mengedipkan matanya, Sedangkan Andrew hanya tersenyum saat mendapati tatapan bingung dari Claudia.
"Ayu makan dulu baru setelah ini kita berangkat, waktu kita tidak banyak lagi, kita sudah ditunggu Sayang Sayang" Andrew meletakkan Roti dan susu dihadapan Claudia tanpa mengatakan apapun Claudia langsung mengambil Roti yg ada dipiring dia merasa perutnya sangat lapar saat sudah mulai bangun dari tidurnya.
.
.
.
.
Claudia terdiam tak bergeming saat menyadari bahwa saat ini Andrew membawanya kebandara dan tengah menaiki pesawat jet pribadi Andrew, dia bingung kemana andrew membawanya pergi.
"Andrew sebenarnya kita mau kemana?"
"Kamu seolah hidup itu tidak ada orang lain" kekeh Claudia mengusap wajah Andrew yg ada tepat disamping wajahnya
"Ya memang tidak perbah ada orang lain, tapi disini hanya ada kamu Sayang'' Andrew menunjuk dada dan Kepala sendiri Bahwa dia menunjukkan kesungguhan tidak ada yg lain selain dirinya yg ada dalam pemikiran Andrew....
"Ya aku percaya dengan mu" Sahut Claudi kemudia dia memejamkan matanya menikmati suasana
Tidak berapa lama setelah beberapa jam menempuh perjalanan merika sampai ditempat tujuan, Claudia menarik sudut bibirnya saat melihat pemandangan yg begitu indah ditambah lagi merika menaiki kapal untuk menuju tempat merika akan tinggal untuk sementara waktu
"Labuan baju?!" ucapnya tak henti melihat hamparan pemandangan indah dihadapannya
"Hhmm... apa kamu suka?!" tanya Andrew mengganding tangan Claudia
"Aku suka... Belia sering bercerita tentang tempat ini, bahkan aku pernah bermimpi melihat tempat ini bersama kamu"
"Benarkah..?! maka selamat kamu akan sangat puas dengan pelayanan suami kamu ini selama satu bulan di sini Sayang'' ucap Andrew tersenyum lebar
"_____"
__ADS_1
"Satu bulan?!" Claudia sangat terkejut saat mengetahui bahwa merika akan tinggal selama satu bulan, apa sebegitu kayanya suaminya hingga dia bisa meninggalkan pekerjaan miliknya Begitu lama, bahkan Claudia juga memiliki tanggung jawabnya dirumah sakit.
"ya satu bulan Sayang, tapi kita tidak hanya akan tinggal disini kita akan pindah kebeberapa tempat, kita hanya akan tinggal satu Minggu saja disini setelahnya kita akan pergi lagi" Sahut Andrew
"Andrew bukankah kamu juga harus bekerja?! bagaimana pekerjaan kamu jika kamu meninggalkan selama itu?!
"Hay tenanglah sayang Suami kamu ini bosnya, asal kamu tahu Sangat jarang bagiku untuk pergi meninggalkan pekerjaan hanya untuk bersantai seperti ini, tapi berbida dengan sekarang kau adalah segalanya untukku jadi hal seperti ini tidak akan mempengaruhi apapun apa lagi pekerjaan ku"
"ya... aku tahu.. sahut Claudia
Sesampainya di penginapan Andrew meminta Claudia langsung istirahat dikamar Merika sedangkan dia pergi untuk mengurus sesuatu keluar, saat Claudia membuka pintu kamar dia tersenyum saat melihat kamar merika sudah di hias layaknya kamar pengantin baru dengan berbagai hiasan bahkan taburan mawar putih dari lantai sampai diatas Ranjang yg dipenuhi kelupak mawar nampak sangat Cantik, bahkan Lilin yg beraruma harum sudah menyala dimana-mana dan saat Claudia membuka pintu kaca yg mengarah kehamparan lautan sungguh indah pemandangan saat ini yg dia lihat
"Sempurna.....
Claudia bukannya tidur dia lebih menikmati pemandangan alam disore hari sangat jarang baginya untuk bisa menikmati waktu seperti ini, menikmati udara segar pedesaan yg begitu tenang dan itu cukup baek mengalihkan pikirannya dari masalah dikota mereka saat ini.
"Aku memintamu untuk istirahat Sayang bukannya duduk disini" Tiba-tiba Andrew datang dan memeluk tubuh Claudia dengan perlahan dia menariknya keatas pangkuannya, Setelah cukup lama dia keluar dia memutuskan untuk kembali dan melihat istrinya tetapi dia malah mendapati bahwa Claudia ternyata duduk diam nampak melamun dipinggiran kulam renang sendirian.
"Aku tidak sengaja melihat pemandangan indah Disini, ini sangat indah" Ucapnya sambil memegangi pergelangan tangan Andrew yg melingkar diatas perut rata miliknya.
"Jadi istri Cantik ku ini mulai tidak ingin mendengar perkataan suaminya?!" Ucap Andrew mencubit hidung Claudia pelan
"Bukan begitu Andrew aku hanya merasa nyaman"
"Lalu apa kamu bahagia dengan Hanymon kita kali ini, walaupun ini bukan luar negara tetapi ini tidak kalah indah dari tempat wisata di luar negeri Sayang'' ucap Andrew tersenyum memberi tahu Claudia
"Jika di negara kita ada tempat yg lebih indah dan menarik kenapa kita harus keluar negeri?! bukankah Mencintai tanah air sendiri itu lebih baek?! bahkan negara kita memiliki Ribuan tempah indah yg tiada tara tandingannya.
Dan kita tahu sangat banyak turis yg berdatangan kenegara kita hanya sekedar untuk liburan, lalu bagaimana dengan kita?! mengapa kita harus meninggalkan tempat yg sudah jelas lebih indah dari tempat-tempat laennya" sahut Claudia
"Good..!!! istriku yang terbaek, kamu sangat benar sayang" Sahut Andrew tersenyum puas dia begitu bangga dengan istrinya yg begitu sederhana dan pintar, bukannya dia pelit pada istrinya tetapi Andrew sangat menyukai gaya hidup istrinya yg tergulung sangat sederhana itu, jika bukan karna dirinya Claudia tidak akan pernah mau mengganti gaya hidup dan berpakaian nya seperti sekarang, tetapi terkadang saat dirumah Claudia akan tetap kembali menjadi dirinya sendiri yg begitu biasa dan berpakaian seadanya.
Begitu pula dengan Andrew, tanpa dia sadari Claudia merubah banyak hal tentang dirinya yg hidup begitu tak terkontrol, maen Wanita minum-minuman menghamburkan uangnya untuk hal-hal yang tidak penting, bahkan dia pernah mempertaruhkan Lamburgini edisi terbatas dan Mansion kesayangannya hanya untuk taruhan yg tidak berguna.
Tetapi segala nya berubah drastis setelah Andrew melangkah mengambil keputusan untuk menikahi Claudia, Awalnya dia hanya mengajukan Kontrak dya tahun namun dia tidak pernah menduga bahwa akan timbul perasaan Menyukai dan sangat mencintai begitu dalam setelah perpisahan merika hingga membuat Andrew harus kembali berjuang untuk mendapatkan cinta wanita yg begitu sangat dia cintai itu.
__ADS_1