
dimalam harinya Andrew memenuhi janjinya untuk membawa Claudia ke kediaman lama, Walau dia merasa sedikit khawatir namun dia juga tidak bisa menulak permintaan Claudia.
benar yg dikatakan bahwa dia tidak mungkin terus menjauhkan Claudia dari keluarganya, cepat atau lambat merika juga akan tetap bertemu dan selalu akan berkumpul bersama.
Nyonya Melia nampak sangat bahagia saat mengetahui bahwa Andrew akan membawa Claudia pulang kekediaman lama, dia sibuk didapur untuk menyiapkan semuanya sejak disore hari sampai malam menjelang, dan Saat nya tiba Claudia dan Andrew Nyonya Melia langsung menyambut kedatangan Andrew yg baru turun dari mobilnya didepan pintu masuk kedalam Mansion.
"Sayang.... ucapnya nampak berbinar ada kebahagiaan yang tak terlukiskan dari mata sayu Nyonya Melia saat melihat wajah Claudia dengan perlahan dia mengulurkan tangannya.
"Mama apa kabar.... Claudia menyambut uluran tangan dari Nyonya Melia dan menarik sang mertua kedalam pelukannya dengan sangat lembut Andrew yg Melihat itu hanya dapat tersenyum melihat kedekatan sang istri dengan ibu yg sudah melahirkan dirinya
"Mama tidak baek... bagaimana bisa kalian tidak kemari selama berbulan-bulan lamanya?! apa kalian tidak merindukan kami disini?! keluh Nyonya Melia nampak tidak senang.
"Maaf mah... Kami baru kembali beberapa hari terakhir dan belum sempat berkunjung... sahut Claudia beralasan.
kemudian Nyonya melia membawa Claudia masuk kedalam Mansion tanpa peduli dengan Andrew yg sejak tadi menunggu kedua wanita yang sangat dia sayangi itu saling melepas Rindu.
.
.
.
"Pah apa kabar?! sapa Andrew pada Tuan Geordan yg sudah duduk di sofa ruang tengah bersama Kakek Tetua yg sudah menunggu kedatangan Andrew
"Begitulah...kamu lihat sendiri Papa kamu ini sudah semakin beruban dan tua tapi anaknya sama sekali tidak mau datang dan menjenguk situa ini" sahut Tuan Geordan tersenyum menyeringai melirik pada Andrew sedangkan Kakek Tetua hanya dapat tertawa melihat tingkah kedua anak dan ayah
"bagaimana mungkin aku melupakan situa ini.. tentu saja tidak!!" sahut Andrew tertawa lepas dan memeluk sang ayah begitu rindunya.
"kau ini.. apa sekarang kamu sudah melupakan kami semenjak sudah menikahi istri kamu kembali? Papa tahu kalian saat ini masih sangat menikmati hari-hari baru kalian, tapi harus ingat juga kami yg disini berharap kedatangan kalian"
"hhmm... aku tahu" sahutnya acuh yg membuat Tuan Geordan hanya dapat menggeleng melihat kelakuan Andrew yg sudah kembali seperti dirinya yg dulu.
kemudian dia mendekati Kakek Tetua dan memberikan pelukan hangat yg sama seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Aku merindukan Kakek"
"Kau hanya berucap tapi sama sekali mengabaikan Kakek mu ini... apa sekarang ini sudah ada kabar baek?!" tanya Kakek menepuk pundak Andrew dengan menatap pebuh harapan.
"Tentu... sahut andrew samar kemudian dia melirik pada Claudia yg tengah asik berbincang dengan sang ibu mertua
"Sayang kemari!" panggil Andrew pada Claudia yg terlihat sangat sibuk dengan pembicaraan.
"Heehh... ada apa?" tanyanya bingung melangkah mendekati Andrew dan tanpa diduga Andrew melangkah kebelakang Claudia dan langsung memeluk tubuh nya dari Belakang.
"Andrew apa yg kamu lakukan?!" Claudia sangat malu dengan kelakuan Andrew yg tanpa malu memeluknya dihadapan semua orang yang ada.
Perlahan Andrew meletakkan tangannya di atas perut Claudia dan mengusapnya perlahan dengan sangat lembut "Kakek tahukah Kakek sebentar lagi Kakek akan menjadi Kakek buyut?!" ucapan Andrew membuat Tuan Geordan dan Kakek Tetua saling menatap satu sama lain dalam diam merika.
"benarkah? apa ini benar-benar nyata?!"
tiba-tiba saja Nyonya Melia langsung berhambur menuju Claudia dan Andrew ingin memeluk, namun dengan cepat Andrew menaruh Claudia kebelakang nya.
"apa yang ingin Mama lakukan" kesalnya
"Andrew aku tidak apa-apa" ucap Claudia yg berada dibelakang nya
"Tapi Sayang...
"Mama hanya akan memeluk saja tidak melakukan apapun yang akan membahayakan anak kita" putung Claudia akan perkataan Andrew dan Andrew hanya bisa bernafas lemah dan membiarkan istrinya dipeluk secara bergiliran oleh Tuan Geordan Kakek Tetua dan sang Mama yg nampak sangat bahagia mengetahui bahwa ternyata Claudia saat ini tengah mengandung.
Tanpa menunggu lagi semua orang berkumpul di ruang makan, ini adalah pertemuan pertama Andrew dan Maura setelah kejadian tempu hari.
Bahkan Andrew tak sedikitpun menatap wajah Maura, dia hanya memberikan sikap dinginnya tanpa berniat untuk menyapanya sungguh dia masih belum bisa memaafkan perlakuan buruk Maura pada Claudia.
ditambah lagi tentang kisah lampau yang pernah dilakukan orang tua Maura terhadap keluarganya itu sudah cukup bagi Andrew mentolerir segalanya, namun tidak lagi jika dia melakukan hal yg sama pada Istrinya.
.
__ADS_1
.
.
Di kediaman keluarga Davin nampak semua orang tengah berkumpul, Davin berhasil menjebloskan Nyonya Tamara kedalam penjara atas segala perbuatannya dimasa lalu dan sekarang, atas bantuan Hery yg mau bersaksi dengan bukti-bukti yang sudah Davin dan Kevin kumpulkan.
"Aku sangat senang sekarang semuanya sudah selesai" ucap Roy nampak sangat bahagia sambil meminum minuman nya disofa, tapi berbida dengan Davin dan Kevin merika nampak masih terlihat khawatir.
"Jangan terlalu senang dulu Roy... kita masih tidak tahu dimana Angga, dia menghilang bersamaan dengan Nyonya Tamara saat dia masuk penjara" ucap Davin yg nampak sedang berpikir
"Hhmm... kita harus hati-hati dan ini sudah saat nya kita memberikan kabar pada Andrew agar dia lebih berhati-hati karena bisa saja Angga bersikap implosif setelah apa yg menimpa Nyonya Tamara dan menyakiti Claudia, kita tahu Claudia sangat peduli dengan Anggad apapun yang berhubungan dengan Angga Claudia selalu mencuba untuk melindungi nya sama seperti sebelumnya" sahut Kevin dan di setujui Davin yg mengangguk membenarkan ucapan Kevin.
"Ini rumit" sahut Roy yg terlihat kulai khawatir
*******
Saat diperjalanan pulang dari kediaman lama Andrew dan Claudia mampir sebentar dimini market untuk berbelanja, Claudia menggerutu kesal mana kala melihat keranjang belanja merika penuh dengan kotak susu untuk ibu hamil dngan parian rasa, busan dengan perdebatan kecil Claudia memutuskan untuk keluar dan menunggu Andrew diparkir.
"Claudia...
Claudia merasa mengenal suara yg memanggil dirinya dan saat melihat Mobil yg tidak jauh darinya dia mengenali itu adalah milik sahabat lamanya.
"Angga sedang apa kamu disini?!" Claudia melangkah mendekati Angga dengan senyuman kecilnya, senyuman yang selalu Angga rindukan tentang wanita yang selalu mengisi relung hati nya.
"Aku baek... sudah sangat lama aku merindukan mu" Sahut Angga dia turun dari mobilnya dan mendekati Claudia.
Merasa Angga semakin dekat dengan dirinya Claudia merasa tidak aman dan memundurkan langkahnya kebelakang, namun semakin cepat Angga melangkah dan tiba-tiba membekap mulutnya dengan Sapu tangannya.
"Hhmmm...... Claudia menggeleng kuat melakukan perlawanan terhadap Angga yg memeluk tubuhnya sambil terus meletakkan tangannya didepan mulutnya.
"Kamu milikku!!" Ucapnya menyeringai, setelah pergerakan Claudia mulai melemah Angga langsung menggendung Claudia dan memasukkan kedalam Mobilnya meninggalkan tempat parkir.
Andrew tidak menyadari bahwa sejak dia membawa Claudia pergi dari Mansion mobil merika sudah di ikuti oleh Angga, Angga tidak tahu bahwa semua yg menimpa Keluarganya adalah perbuatan Kevin dan Davin.
__ADS_1
Dia berbuat nekat dengan berani mengambil apa yg merasa sudah menjadi haknya sejak awal, dialah yg lebih dulu mengenal Claudia tetapi apa yg dia dapatkan adalah Claudia telah diambil orang lain dan bahkan menikah dengan lawan bisnisnya.
Angga terus melajukan mobilnya meninggalkan kota, dia sesekali melihat Claudia yg ada disampingnya dan membelai lembut wajah Claudia, Sekalipun Angga tidak perbah memperlakukan Claudia kasar apa lagi sampai menyakitinya namun hari ini adalah pengecualian dia dengan terpaksa melakukan hal itu agar dia dengan mudah membawa Claudia kembali bersama dengan dirinya pergi meninggalkan Kota.