
Saat ini andrew tengah menunggu kedatangan Claudia diparkiran dengan menyandarkan tubuhnya sambil sesekali melihat jam tangannya, Saat melihat ada sebuah Mobil mewah memarkirkan mobil disampingnya Andrew yg nampak Cuek dan tak melirik sama sekali hingga sang pengemudi keluar dari mobilnya dan membuat Andrew terperanjat kaget melungu melihat siapa yg turun bahkan dia beberapa kali mengusap matanya tidak percaya.
"Sayang?! ucapnya tak percaya
"APA kamu menunggu lama?!" tanya Claudia merasa bersalah.
"Tidak juga Sayang.. eemhh ini Mobil siapa yg kamu pakai sayang?!" tanyanya sambil mengambil tangan Claudia untuk dia pegangan saat ingin masuk kedalam Restoran
"Itu mobilku"
"____"
"Mobilmu? kapan kamu memiliki nya? aku sengaja tidak memberikan kamu mobil agar aku bisa mengantar dan menjemput mu jika kamu ingin pergi kemanapun Sayang" ucap Andrew nampak keciwa
"belum lama Setelah aku keluar dari rumah sakit!! Sayang ini pemberian seseorang" ucap Claudia mengedipkan matanya dan menarik Andrew agar cepat memasuki Restoran dia tidak ingin terus membahas tentang itu dia ingin menikmati kebersamaan merika dulu.
Andrew sudah memesan ruangan VIP untuk merika berdua dan sengaja membuat tempat itu seromantis mungkin agar Claudia merasa nyaman, namun gara-gara Mobil mewah itu Mut Andrew benar-benar berubah hancur dalam kepalanya terus saja berbagai macam pertanyaan terutama Siapa yg sudah memberikan Claudia Mobil mahal semewah itu, hanya dengan gajih Claudia yg baru bekerja kembali satu tahun dan mengingat dia baru menghabiskan tabungannya untuk membuka Klinik nya itu terasa sangat tidak mungkin Bahwa Claudia mendapatkan Mobil itu dengan Uangnya sendiri, Lalu siapa seseorang itu yg sudah memberikan nya Mobil Mewah Ini.
"Sayang aku tidak bisa menahannya!"
ucap Andrew menatap wajah Claudia lekat
Uhhukk uhhukk uhhukk
Claudia tersedak makanan yang dia makan dan segera mengambil minumannya "Andrew kamu bicara apa?!" Ucapnya sambil menghapus air matanya karna terlalu banyak tersedak makanan.
"Maksudnya... aku tidak bisa menahan untuk tidak bertanya Sayang!! Siapa yg sudah memberikan Mobil itu untukmu?! aku tidak suka wanitaku menerima pemberian orang lain! itu seperti aku tidak mampu membelikan kamu saja, bahkan sepuluh Mobil yg lebih dari itu aku mampu membelikan nya untukmu Sayang!!" Kesal Andrew melepaskan senduk dan garpu nya dan bersandar disandaran Kursi sambil bersedekap dengan raut wajah kesal.
Claudia tersenyum melihat tingkah Andrew dia dapat memahami kalau Prianya saat ini tengah cemburu, karna Wanita nya menerima barang mewah pemberian orang lain dan bukan dirinya.
"kamu tidak perlu khawatir Sayang, itu pemberian seorang wanita" Claudia ingin menarik tangan Andrew namun ditepisnya dan memalingkan wajahnya.
"Kamu Cemburu?!" ucap Claudia ingin tertawa
"Tidak!" sahutnya namun masih tidak mau menatap wajah Claudia
__ADS_1
"Kalau tidak kamu tidak akan seperti ini Sayang, apa kamu juga tidak terima jika seorang wanita memberiku Sesuatu?!" tanya Claudia lembut.
"Aku tidak suka!! itu seperti aku tidak mampu memberikan apapun pada Wanitaku! dan harus menunggu orang lain dulu memberikan nya baru kamu bisa memiliki!!" Kesal Andrew.
Ting
Andrew langsung menulih saat mendengar suara dentingan kerasa senduk dan garpu yg dilempar dipiring oleh Claudia, Andrew menganggkat Sebelah alisnya melihat Claudia yg nampak tidak senang mendengar perkataan nya itu.
"Andrew itu bukan orang lain, apa salahnya jika aku menerima itu jika aku menyukainya!"
"Jika aku tidak suka ya Tidak!!!" tambah Andrew membentak
"Kamu membentakku?!!" ucap Claudia tak percaya menatap Wajah Andrew yg terlihat tak bergeming dan hanya mendiamkan dirinya.
Claudia langsung berdiri dan mengambil tas dan Jas putih mulus miliknya "Aku rasa makan malamnya sudah Selesai dan tidak ada gunanya juga aku disini!" Kemudian Claudia berlalu pergi meninggalkan Andrew yg hanya diam tanpa ada niat ingin mengejarnya sama sekali.
"Semua wanita sama saja seperti itu, merajuk dan pergi meninggalkan pasangannya!!" kesal andrew kemudian dia juga pergi meninggalkan tempat dimana harusnya merika memadu kasih sayang dan menikmati makan malam Romantis sirna sudah.
********
"Kau?!! apa yg kamu lakukan disini?!!" kesal Davin dan ingin langsung menendang Siapa yg ada didepan pintunya saat ini.
"Sorry Aku sangat pusing!!" ucapnya berlalu masuk dan duduk di sofa ruang tamu
"Apa yg membuat mu datang dilarut malam seperti ini?!" ucap Davin ikut duduk
"Aku bertanya-tanya siapa yg sudah memberikan Mobil pada Claudia!" gumam nya yg masih dapat didengar oleh Davin
"Hahahaha jadi kau datang kesini hanya karna hal kecil itu?!" ucap Davin tertawa terbahak-bahak menertawakan Andrew ingin sekali dia menendang Pria yg tengah duduk nampak tidak senang itu dihadapannya karna sudah mengganggu istirahat nya.
"Apa yg lucu?! tidak ada yg lucu!!" kesal Andrew marah dan merebahkan tubuhnya diatas Sofa dan memejamkan matanya
"Tentu saja sangat Lucu!! kau ini bagaimana mungkin?! bahkan dengan Orang tuanya saja juga cemburu!! mana ada wanita yg mau denganmu jika kamu terus menerus cemburu dan terus Posesif seoertimu" ucapnya terpingkal menertawakan kebodohan Andrew, Andrew menatap jijik pada Davin yg terus menertawakan dirinya, bukankah Davin juga sangat posesif terhadap KIARA.
"Orang tua?! apa maksudmu?!" ucap Andrew tersenyum masam mendengar penuturan Davin sambil terus memejamkan matanya.
__ADS_1
''Aku harap kamu tidak akan terkejut!! asal kau tahu Claudia itu adalah Adiknya Kevin yg Sudah lama menghilang dan itu artinya Papa dan Mama nya juga adalah orang tua Claudia"
Andrew terdiam sejenak memikirkan dan mencerna semua perkataan yang Davin katakan "APA?!!" ucap Andrew langsung terduduk lemah tak percaya dengan Kenyataan yang didengarnya.
"Jadi perhatian Kevin selama ini?!" ucapnya tertahan menatap ke arah Davin yg hanya diangguki oleh Davin membenarkan apa yg dipikirkan oleh Andrew.
"Oh Tuhan apa yg sudah aku lakukan?!!" Andrew meremas rambutnya prustasi dia bingung harus bagaimana jika benar adanya kalau Kevin adalah Saudaranya maka akan semakin sangat sulit bagi Andrew untuk bisa menikah dengan Claudia mengingat bagaimana kelakuan dirinya dulu.
"Bagaimana mungkin?! Ceritakan Davin bagaimana bisa merika sangat yakin bahwa Claudia adalah putri merika?!" tanya andrew sangat penasaran dan dengan senang hati Davin menceritakan segalanya dari awal.
Andrew terdiam mematung menatap nanar pada lantai mansion milik Davin , dia sudah cemburu buta bahkan membuat Claudia marah dengannya bahkan makan malam yg merika rencanakan berubah berantakan.
Andrew membawa dirinya pulang dengan wajahnya yang nampak begitu prustasi saat ini bahkan tanpa dia sadari bahwa ada seseorang didalam mansion milik nya.
"Ini sudah tengah malam dan kamu baru pulang?!" terdengar suara seseorang yang nampak sangat kesal menyapa Andrew yg baru ingin menginjakkan kakinya menuju tangga lantau dua.
"Sayang?!"
Andrew tersenyum melihat Claudia yg tengah berdiri didinding pembatas antara ruang tengah menuju teras kulam renang sambil bersedekap.
"Tidak ada Sayang mu disini!!" Ucapnya sambil membuang muka dengan nafas beratnya.
Dengan langkah Cepat Andrew menuju Claudia dan Tiba-tiba saja dia langsung mendekati Claudia dan.....
Cup
"Terimakasih Sayang kamu kembali!!" Andrew kembali mengecup bibir Claudia dengan sangat lembut bahkan Andrew terus mendurung Claudia hingga punggungnya tertahan didinding pintu, sentuhan lembut Andrew mampu selalu membuat Claudia terhanyut dalam buaian merasa masih belum puas Andrew menganggkat tubuh Claudia dan menganggkat nya sambil terus menciumi Claudia dengan hasratnya yg sudah mulai tak tertahankan sungguh Claudia bagaimana Candu yang sangat menggoda bagi laki-laki manapun yg ingin mengecap rasa.
Andrew perlahan merebahkan tubuh Claudia diatas Ranjang dan menatapnya Lekat begitu pula dengan Claudia bahkan Dadanya nampak berdegup kencang napas nya yang tidak beraturan semakin membuat Andrew terguda untuk terus menyentuhnya.
Andrew kembali mengecup bibir Claudia dengan menindihnya dibawah kungkungan tubuhnya menghirup setiap inci dari harum tubuh Claudia dan meninggalkan jejak-jejak kepemilikan nya disetiap inci bagian tubuh Claudia dan itu berhasil membuatnya meremang.
"Andrewww.... desah Claudia menahan Nafasnya dia merasakan sesuatu yang sangat ingin keluar dari aria sensitif nya namun dia tahan dengan menggigit bibir bawahnya dan meremas kemija Andrew.
" Sayang Apa aku boleh?!" tanya Andrew menatap manik mata Claudia yg nampak berbinar dan sangat Cantik bagi siapapun yang melihatnya, tak pernah Andrew merasa melihat secantik ini wanitanya selama bersama dengan nya.
__ADS_1