
Vino masuk ke kamar dan meletakkan tas juga melepas seragam sekolahnya. Kemudian, Vino berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan kakinya.
Namun saat tepat di depan kamar mandi terdengar suara air dari dalam menandakan ada seseorang. Vino pun berhenti dan bertanya - tanya siapa gerangan orang tersebut.
"Apa mungkin pembeli yang sedang menumpang ke kamar mandi?" Vino bertanya dalam hatinya.
Tio yang sekalian mandi di kamar mandi, tak mengetahui kalau Vino adiknya sudah pulang sekolah dan kini tepat berada di depan pintu menunggu seseorang keluar.
Sepuluh menit menunggu, akhirnya Vino mengetuk pintu tersebut beberapa kali.
"Hei, kamu! Kenapa lama sekali di dalam! Cepat keluar! Gantian dong!" seru Vino meminta orang tersebut keluar.
Tio hanya diam tak menjawab atas lontaran Vino padanya.
"Gawat! Itu 'kan suara Vino! Kapan dia pulang sekolah? Oh iya, sudah siang ternyata, pantas saja cepat pulangnya." Tio berucap dalam hati saat memakai handuk di badannya.
Vino yang tak mendapat jawaban dari dalam menggedor pintu lagi meminta orang tersebut segera keluar.
"Iya tunggu! Sebentar lagi selesai."
Tak lama pintu terbuka dan Tio keluar kamar mandi memakai handuk adiknya yang kebetulan berada di kamar mandi.
"MAS TIO…!" Vino terkejut dan terdiam beberapa saat melihat orang tersebut adalah Kakaknya sendiri.
Tio hanya tersenyum lebar melihat adiknya yang semakin tinggi setelah 2 tahun berpisah.
Vino langsung memeluk Tio dengan erat bahwa ini semua bukanlah mimpi. "Ini beneran Mas Tio 'kan?" ucap Vino memastikan bahwa lelaki yang dipeluknya adalah Kakaknya.
__ADS_1
Tio pun membalas pelukan adiknya dengan erat dan mengusap punggung Vino.
"Apakabar adikku yang ganteng? Makin tinggi saja kamu Vino!" Tio berucap dengan mata berkaca - kaca. Rasa rindunya kepada Ibu dan adiknya beberapa hari yang lalu, kini telah terbayar sudah.
"Mas Tio, kapan pulang? Kok gak ngasih kabar bila mau pulang!" Vino menangis haru di pelukan Tio dan membuat baju Tio sedikit basah.
"Sudah sejam yang lalu Mas pulang dan Mas Tio ingin memberi kejutan pada kalian." kata Tio menepuk bahu Vino seraya tersenyum bahagia.
"Jadi, Mas Sandi yang menjemput Mas Tio?"
Tio menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan adiknya.
"Lalu, Ibuk apakah sudah tahu kalau Mas Tio sudah pulang?" Vino bertanya pada Tio yang mengambil air minum di kulkas.
"Ibuk belum tahu Vin, Mas tadi berpura - pura menjadi pembeli saat datang." tukas Tio memberitahu kedatangannya memang ingin memberi kejutan pada mereka. Tapi malah sudah ketahuan Vino saat Tio sedang mandi.
Tio pun kembali memeluk adiknya dengan hangat dan rasa rindunya yang besar pada adiknya membuat Tio semakin ingin menyekolahkan Tio sampai ke universitas.
"Sebentar Mas, Vino mau ke kamar mandi dulu!" pamit Vino.
Tio hanya menganggukkan kepala dan memandang suasana ruangan yang tak berubah sama sekali sejak kepergiannya ke Riau.
"Ternyata masih sama saja, gak ada yang berubah. Mulai besok, akan aku perbaiki segala isi ruangan ini menjadi lebih baik." gumam Tio duduk di kursi meja makan yang dekat dengan dapur.
Vino keluar kamar mandi dan mengajak Kakaknya keluar menemui Ibu di depan.
"Ayok Mas Tio, temui Ibuk di depan. Ibuk pasti senang melihat Mas Tio sudah pulang." ajak Vino.
__ADS_1
"Ayo,"
Vino tersenyum senang dan berjalan menemui Ibunya yang sedang mengobrol dengan Sandi diikuti Tio dari belakang.
"Kenapa Tio lama sekali ke kamar mandinya?" Sandi bingung dan melihat ke rumah Tio karena dari tadi belum keluar.
Tak lama Vino berteriak memanggil Ibunya.
"Ibuuk…Maas Tio sudah pulang!" seru Vino memeluk Ibunya dari samping.
"Hah…Mas mu pulang! Mana mungkin? Kalau pulang harusnya mengabari Ibu Vin?" tukas Bu Nani yang belum menyadari bahwa Tio berdiri di pintu rumah dengan mengulum senyum.
"Gak Buk, Mas Tio sudah di dalam dan kebetulan ketemu di kamar mandi." jawab Vino memegang bahu Ibunya.
Bu Nani mendengar hal tersebut dari Vino seketika menoleh saat ada seseorang berdiri dengan tangan bersendekap seraya tersenyum.
"Tio…!"
Bu Nani seketika beralih menuju putra sulungnya dan memeluknya erat.
"Jadi orang yang duduk pakai masker itu kamu Tio!" Bu Nani memastikan apa yang dilihatnya adalah benar.
Tio mengangguk tersenyum membalas pelukan Ibunya.
"Lalu, Sandi yang mengantarmu kesini?"
Lagi - lagi Tio mengangguk membenarkan perkataan Ibunya. Bu Nani tersenyum dan terharu senang bahwa putranya pulang tanpa disadarinya tadi.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir ke karyaku. Jangan lupa like komen hadiah dan tip iklan ya. Selamat Membaca 😘