
Pagi ini merupakan hari kepulangan ayahku dari rumah sakit setelah seminggu mendapatkan perawatan.
" Ayah.... sebaiknya. istirahat dulu di kamar ya" ucapku setelah sampainya kami di rumah.
" Nggak usah. Nak.... ayah capek tiduran terus.... ayah pingin duduk di bangku taman ", ucap ayah
' Baiklah yah....sini aku antar." ucapku lagi sambil memegang tangan ayahku
"Duduk disini.... Nak.. ayah ingin bicara sama kamu". ucap Ayahku
" Ya ...yah " ucapku
" Nak...ayah ingin kamu segera menikah .. biar ada yang menjagamu nak..... sudah saatnya kamu menikah." ucap Ayahku
" Yah.....ayah baru sembuh... ayah jangan berfikir terlalu berat dulu," ucapku lagi
" Nak...... justru kalau kamu tidak segera menikah ini beban buat Ayah.... karena ayah sudah tidak bisa lagi menjagamu. Inilah saatnya kamu harus punya pendamping yang bisa menggantikan posisi ayahmu...............
dan Ayah rasa Nak Hendra sangat pas buat kamu... dia anak yang baik... dewasa...dan pastinya bertanggungjawab... ayah yakin pilihan ayah tidak salah Nak." ucap Ayahku panjang lebar.
aku diam sejenak..... pikiranku mulai kacau lagi setiap ayah mengatakan Mas Hendra... aku tau Mas Hendra baik.... tetapi kenapa aku tidak bisa mencintainya.... hanya perasaan seorang adik terhadap kakak saja yang aku rasakan selama ini...
__ADS_1
karena memang dari dulu aku menginginkan untuk memiliki saudara kandung... sejak kehadiran Mas Hendra aku merasa kalau aku memiliki seorang kakak...... tapi sekarang ......
" Kenapa nak..... kamu setuju dengan pendapat ayah.?" tanya Ayahku
" Terserah ayah saja.... Merry nurut aja." sahut ku pasrah..... karena aku tidak ingin menyakiti perasaan ayahku lagi.
" Baiklah kalau begitu... bulan depan kalian akan menikah. ayah akan bicarakan ini sama Nak Hendra. ,.........ayah mau ke kamar dulu.. tolong antarkan ayah." ucap Ayahku.
" Ya ..yah...sini aku bantu....." ucapku sambil bangkit.
Setelah aku mengantarkan ayah ke kamarnya aku pun masuk ke kamarku
Aku masih diam.....dan memikirkan perkataan ayah barusan....
Ridwan POV....
Aku harus berbuat sesuatu... aku tidak mau kehilangan orang yang aku cintai...
Kenapa aku harus kehilangan kebahagiaan ku... dulu kedua orang tuaku..yang memilih bercerai... karena ayahku selingkuh dengan perempuan lain dan ibuku pun meninggalkan aku... karena tidak terima dengan perlakuan ayah.. dan setelah sekian lama Ayah pun pergi meninggalkan Aku dan lebih memilih bersama wanita itu daripada aku anaknya...
semua itu terjadi di saat aku baru duduk di bangku SMA .... aku tidak punya uang untuk biaya sekolah dan menghidupi diriku sendiri..... terpaksa. aku harus bekerja sebagai waiter di sebuah cafe di malam hari sambil melanjutkan sekolah ku di pagi hari...
__ADS_1
Dan sekarang aku sudah punya kafe sendiri dari pengalaman dan hasil dari jerih payahku sendiri.
Aku jadi ingat masa-masa sulitku dulu....dan sekarang kenapa aku juga tidak bisa mendapatkan kebahagiaan.
Sebenarnya waktu SMP.. aku sudah menyukaimu Mer... waktu kita duet bareng... tapi waktu itu aku tidak berani mengatakannya... karena aku rasa belum waktunya untuk pacaran
kita masih sekolah dan banyak hal yang harus aku lakukan.
Diawal... aku melihatmu datang ke kafeku bersama seorang laki-laki.... perasaanku sedikit kecewa...
tetapi setelah aku perhatikan kamu bersama laki-laki itu.. tidak selayaknya sepasang kekasih atau sepasang suami istri... aku mulai penasaran...
Aku pingin tau siapa sebenarnya laki-laki yang sering bersamamu...tapi aku tidak punya kesempatan...karena kamu sering datang berdua
Tetapi disaat kamu datang sendiri waktu itu... barulah aku berani menghampirimu.....
Ahhhh..... aku jadi ingat waktu kejadian pertama bertemu kamu...Mer.... dan ternyata kamu pun memiliki perasaan yang sama denganku....
Tapi sekarang......
" Maaf Pak.....ada Bapak Jeremy yang mau bertemu dengan bapak." ucap karyawanku membuyarkan lamunanku.
__ADS_1
" O ya suruh tunggu diruanganku." ucapku lagi sambil bangkit dari tempat dudukku.