Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Sungguh aku tak pernah menduga kalian Sangat dekat


__ADS_3

Pandangan Kosong terlihat jelas dimanik mata indah yg terlihat begitu sayu dan tak tahu entah kemana pergi dengan pemikirannya, jiwa dan raganya terasa terbang melayang dan begitu cepat pula terhempas jatuh, buliran bening tak henti-hentinya membasahi pipi putih bersih kemerah-merahan itu.


Cukup lama Claudia memandangi foto yg terlihat sudah lusuh bahkan sudah mulai buram itu, namun dia mengingat semua dengan jelas bahwa gadis kecil yg berada dalam gendungan Papa Candra adalah gadis kecil dulu yg pernah kehilangan orang tua kandungnya dan berakhir dengan dipungut dua orang pasangan suami-istri yang tak memiliki keturunan.


"Sungguh aku tak pernah menduga bahwa kalian sangat dekat!" hanya kata itu yg mamapu Claudia ucapkan, namun dari apa yg dia katakan semua menyiratkan bahwa dia tahu dan telah lama mencari Merika.


"kamu tahu bahwa kamu bukan anak kandung dari orang tua kamu Sebelumnya?!" tanya tuan Candra terkejut


"Sejak kecil, sejak itulah saya tahu! saya ingat dengan benar saya memiliki kakak laki-laki dan Papa yg begitu menyayangi saya dengan Mama wanita yg begitu cantik selalu lembut dalam tutur katanya.


tapi saya tidak pernah bisa mengingat bagaimana wajah merika hingga sampai saat ini" ucap nya tertunduk sedih


Semua orang terdiam memandangi Claudia tidak berkedip merika tidak pernah tahu bahwa ternyata dia mengetahui segalanya bahkan dia hanya menyimpan itu sendiri, Sendiri Sedari dulu hingga sekarang sama halnya tak memiliki Siapapun dalam hidupnya, sungguh kehidupan putri merika sangatlah terpuruk dalam keadaan yang tidak pernah merika inginkan.


Tuan Candra sebelumnya sudah menceritakan tentang apa yg terjadi sebelum nya pada putrinya dan Claudia hanya mendengar dan menyimak semua cerita Tuan Candra hingga di akhir Ceritanya beliau mengeluarkan satu foto berbingkai dimana keluarga kecil merika terlihat tersenyum bahagia bersama dan membuatnya terkesiap tak percaya dengan apa yg dia lihat.


"Nak merika adalah kami Papa dan kakak kamu Kevin, kami adalah keluarga kamu" ucap Papa Candra pelan menatap lekat wajah Sayu Claudia.


"I'ini.. ini tidak mungkin?! bagaimana bisa?!" ucapnya tak percaya mendengar penuturan Tuan Candra.


"Tapi inilah kenyataan nya Sayang, kamu adalah putri kami putri kedua dari keluarga Meyriska yg artinya kamu adalah putri dari keluarga kami yg pernah hilang dulu!" sahut Mama Nadila sambil terus terisak.


"Bagaimana kalian begitu sangat yakin? bahkan kalian baru bertemu dengan saya beberapa kali, kenapa kalian sangat yakin akan hal itu?!" selanya


"Karna kami sudah melakukan tes DNA!" Sahut Kevin kemudian dia mengeluarkan map yg sejak tadi dia taruh di atas meja dan memberikan nya pada Claudia yg mengambilnya perlahan dengan tangan nampak gemetar.


"Semuanya sudah jelas kalau kamu memang adikku Claudia, dan nama kamu Adalah Keyra Meyriska" tambah Kevin lagi yg menjelaskan

__ADS_1


Claudia menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat"Kapan kalian melakukan Tes DNA bagaimana bisa?!"


"Saat kamu Sakit, aku mengambil Simpel darahmu saat itu dan mengujinya dengan darah Mama dan papa secara diam-diam dan tidak pernah terduga olehku bahwa semua akan seperti ini dan kamu adalah adikku" ucap Kevin tersenyum senang dia mendekati Claudia dan mengusap lembut kepala Claudia penuh kasih Sayang.


********


Sedangkan ditempat lain Andrew nampak gelisah dan gusar, bagaimana tidak pasalnya saat dia mendatangi Ruangan dimana Claudia dirawat dia tidak lagi mendapati Siapapun didalam nya bahkan sudah rapi.


"Roy bantu aku!!!"


"____"


"Ada apa denganmu? katakan dengan jelas!" kesal Roy yg ada diseberang panggilan


"Claudia tidak ada dikamar rawatnya dia pergi lagi dan tidak memberikan kabar denganku kemana dia pergi!!" ucapnya dengan begitu panik terus berlarian dilurung


"____"


"Rumah Kevin?! Sial apa yg dia lakukan disana?!" Andrew menghentikan langkahnya


"Entahlah mungkin merika akan menikah hahahaha!!"


T_______T


Andrew benar-benar ingin menangis Rasanya mendengar penuturan Roy yg asal bicara saja bahkan jelas saat ini temannya sedang dilanda kepanikan dia dengan intengnya mengatakan bahwa wanitanya akan menikah dengan sangat kesal Andrew mematikan panggilan nya dan bergegas pergi meninggalkan rumah sakit.


Sedangkan Claudia kini tengah berada didalam kamarnya yang sudah tertata rapi bahkan terlihat jelas semua barang-barang yang ada adalah barang baru bahkan pakain miliknya sudah tersusun rapi didalam ruangan Walk in closed.

__ADS_1


"Ini terlalu banyak, Saya tidak pantas mendapatkan semua ini" Ucapnya tertunduk lemah.


"Sayang mulai hari ini kamu kembali kerumah dan ingat jangan pernah merasa kamu adalah orang lain dirumah ini karna kamu adalah putri Mama papa apapun yang ada didalam rumah ini juga milik kamu Sayang, kamu harus mulai terbiasa tinggal disini dan ini ambilah Kunci mobil ini sudah disediakan Papa kamu buat kamu pergi kemanapun Sayang, mama harap kamu tidak menulak semua ini Sayang, semua ini adalah bentuk kasih Sayang dari Papa Mama untuk kamu dan ini hanya hal kecil yang tidak ada artinya dibandingkan dengan apa yang telah kamu lalui sendiri tanpa mama papa Sayang'' Mama Nadila menggenggam tangan Claudia dengan erat dan mengusap lembut kepala putrinya, Setelah mengecup kening Claudia dia berlalu pergi sambil menutup pintu pelan.


Saat Andrew tiba dirumah Kevin dia sangat kesal karena tidak menemukan apapun disana bahkan Kevin dan Sahara saja nampak tidak ada disana dia berpikir apa temannya semua dengan sengaja membodohi dirinya dan dengan sengaja merahasiakan sesuatu darinya.


Dreettt Dreettt


Melihat ID pemanggil dengan Cepat Andrew menekan tombol Hijau "Sayang?!" ucapnya tersenyum senang


"Hay... ada apa? kenapa kamu nampak bernafas berat? apa kamu sedang juging?!" tanya Claudia pulus


"Sayang bagaimana bisa aku tidak ngus-ngusan sejak pagi aku mencari-cari kamu dirumah sakit dan tidak menemukan kamu dimana-mana!" ucapnya sambil menghempaskan Nafas beratnya.


"Maafkan aku Andrew aku lupa mengabari kamu dulu, aku baek-baek saja dan kamu tidak perlu mencariku"


"Apa?! Sayang aku ini apa bagimu apa begitu tidak ada artinya kah aku untukmu sampai kamu bisa melupakan aku begitu saja?! Sayang ayulah katakan dimana kamu sekarang aku akan menjemput sekarang"


"Andrew apa yg kamu katakan barusan itu tidak benar, kamu tidak perlu khawatir dan mencari ku lagi besok kita ketemu yah untuk hari ini aku tidak bisa pergi dulu" bujuknnya


"Katakan saja kamu dimana aku akan menjemput mu Sayang" desaknya memaksa


"Andrew kenapa kamu sangat Ceriwit?! kesal Claudia mulai marah


"Ya baeklah aku pulang!" ucapnya lemah "Tapi kamu janji Sayang besok akan menemuiku keperusahaan ya?!"


"Iya aku Janji!" ucapnya lembut kemudian Claudia mematikan panggilan nya

__ADS_1


Tanpa bisa menulak lagi Andrew dengan terpaksa harus kembali dan bukan kerumahnya melainkan pergi keperusahaan untuk bekerja karena pekerjaan nya sudah menunggu nya.


Andrew merasa lega bahwa Claudia baek-baek saja dan lebih bahagia lagi saat andrew tahu bahwa dia tidak lagi mencuba untuk meninggalkan dirinya sama seperti sebelumnya sungguh Andrew tidak lagi ingin menunda semuanya dia ingin dengan cepat kembali menikahi wanita Nya, Tanpa dia tahu bahwa rintangan yang akan menanti dirinya akan semakin besar yaitu Sahabatnya Kevin dan sang Papa yg begitu posesif terhadap Claudia putrinya, putri kesayangannya yg baru kembali kedalam keluarga nya.


__ADS_2