
pagi harinya Setelah berangkat dari mansion menuju perusahaan nya Andrew turun dari Mobilnya melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan nya dan saat dia ingin memasuki Lift tiba-tiba saja ada tangan yg menutup matanya dengan sangat lembut hingga membuat nya tersenyum lebar ketika mendengar suara siapa yang tengah menutup matanya.
"Kejutan... ucapnya sambil menenguk wajah Andrew dari samping Dengan senyuman yang begitu indah, senyuman yang selalu Andrew rindukan saat dia tidak ada disampingnya, dengan cepat andrew menarik pinggangnya kedalam pelukannya dan membawanya masuk kedalam Lift.
"Kamu membuat ku gila Sayang'' Andrew membenamkan wajahnya kesamping leher Claudia dan membaui aruma harum Claudia yg selalu menjadi candu.
"Benarkah?! tapi aku pikir kamu baek-baek saja! dan kamu masih terlihat sangat waras!" ucapnya manja sambil mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Andrew.
"Sayang jika aku sudah benar-benar gila maka aku jamin kamu tidak akan lagi pernah bisa keluar dari kamar!" bisiknya lagi
"Wooo... Priaku tidak sepicik itu!! Priaku laki-laki baek yg menjaga kehormatan Wanita nya Sebelum dia menikahi nya!"
Suntak perkataan Claudia membuat Andrew terdiam, dia teringat akan dirinya yg dulu yg begitu Brengseknya, bahkan setiap hari berganti pasangan hanya untuk memuaskan hasrat dan itu membuat Andrew merasa sangat keciwa pada dirinya sendiri karna tidak akan pernah bisa memberikan pengalaman pertama nya hanya untuk wanita yg dia cintai karna dia sudah melakukan nya dengan banyak wanita yang tidak pernah dia ada perasaan sedikitpun.
"Maafkan aku Sayang'' Ucap Andrew sedih namun dia tidak mau melepaskan pelukannya pada tubuh Claudia.
"Hey... kenapa kamu minta maaf?!" tanya Claudia terkejut dan ingin melepaskan pelukannya melihat wajah Andrew yg suara nya nampak sangat sedih dan itu membuat Claudia merasa Khawatir.
"Aku dulu lelaki beringsek!!
sebelum mengenalmu, Aku sangat menyesal sayang karna bukan kamu orang pertama yang merasakan nya dan itu bukan kamu hanya kamu.
harusnya aku menjaganya dan tidak melakukan tindakan Bodoh yg Akhirnya membuat ku sangat menyesali perbuatan ku dulu" Kini Claudia memahami maksud dari perkataan Andrew dan dia mengusap lembut punggungnya.
"Sayang dengarkan aku baek-baek, itu hanya di masa lalu kamu dan jangan pernah mengingat hal itu lagi, aku bukan yg pertama itu tidak akan pernah menjadi masalah bagiku untukmu, Tapi jika kau jadikan aku menjadi wanita terakhir dalam pencarian Cintamu dan menjadi pendamping hidup kamu memiliki anak-anak yg kita Sayang aku akan dengan senang hati menerima itu.
__ADS_1
Bukankah Sebelumnya aku sudah menerima kamu sedari awal?! dan ingat Sayang asal kamu tahu sejak pertama kali bertemu aku sudah jatuh hati denganmu, namun aku mengubur rasaku karna aku tahu keberadaan ku saat itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk bersama dengan kamu bahkan untuk berkuliah saja kamu yg membantuku!" ucapnya berbinar teringat akan masa sulitnya
Andrew sangat terkejut mendengar penuturan Claudia yg tidak pernah dia duga bahwa dia ternyata juga sudah Mencintai dirinya sejak awal merika bertemu, bahkan dia mau menerima segala kekurangan yang dimiliki oleh nya, dia bertanya-tanya apa yg membuat Claudia memintanya untuk perceraian saat itu.
Dengan cepat Andrew membawa Claudia kedalam ruang kerjanya saat pintu Lift sudah terbuka dan sesampai di dalam ruangan kerjanya Andrew membawa Claudia kekamar pribadinya "Kenpa kamu membawa ku kesini?" Claudia nampak kebingungan saat andrew mendudukkan dirinya disisi Ranjang kemudian Andrew juga duduk disana.
"Katakan Sayang?! jika selama ini kamu mencintaiku lantas kenapa kamu meminta cerai dariku? asal kau tahu hari itu aku datang untukmu! dan aku ingin kita melanjutkan pernikahan dengan menghapus segala surat perjanjian kontrak kita yg pernah ada kala itu dan kau tiba-tiba memberikan berkas untuk perceraian kita? sungguh saat itu aku sangat terluka Sayang!! tapi aku tidak ingin eguis dengan mu karna aku tahu dan yakin kalau kau tidak akan pernah bersama dengan ku dengan mengurbankan Cita-citamu dengan terjerat pernikahan yg tidak pernah kamu inginkan!" Andrew benar-benar terperengah saat ini dia tidak pernah tahu jalan apa yang tuhan gariskan untuk dirinya, seandainya saat itu dia tetap mengutarakan semuanya mungkin hari ini merika akan sangat bahagia bersama dengan anak-anak merika dan bukan perpisahan yg terjadi di Antara merika.
"Tidak semudah itu Andrew, kadang Cinta terlihat dari sudut pandang yang berbida! aku mencintaimu tapi aku tidak serakah dan ingin mengikatmu dalam satu hubungan yg harus aku genggam, jika kamu menikahi wanita lainpun aku mungkin akan sangat terluka tapi aku akan lebih bahagia jika kamu bahagia bersama dengan wanita yang kamu cintai.
"Tapi nyatanya aku mencintaimu Sayang''
"ya dan itu membuat ku merasa sangat-sangat beruntung hidup di dunia ini, dengan memiliki segalanya aku merasa sangat bahagia sekarang" Claudia langsung memeluk Andrew bahagia, Andrew merasa sangat bahagia dengan sikap Claudia yg tidak lagi merasa canggung ataupun menahan dirinya untuk bersikap manja ataupun menyembunyikan apapun dari dirinya.
"Sudah... sebelum kesini aku sudah sarapan! bagaimana dengan kamu?!"
"Anak pintar... aku juga sudah sarapan walaupun aku tidak sarapan sekalipun dan jatuh sakit akan ada yg merawatku nantinya" guda Andrew mencubit hidung Claudia
"Tidak seperti itu juga, jika kamu nanti sakit lalu siapa yg akan menutupi uang belanja istri yg suka belanja ini!" ucapnya ketus pura-pura tidak suka.
"_____"
"Hahahaha.... apa benar istriku yang manis ini akan kehabisan uang?! aku rasa tidak!!!
Yang ada jika aku tidak lagi bekerja mungkin aku akan dengan tangan memohon agar istriku yang cantik ini mau merawatku hingga aku tua nanti"
__ADS_1
"Hahahaha.... Siapa yg mau dengan orang yang sudah tua seperti mu?! ingat cuma aku yg mau memungutmu Sayang'' ledek Claudia, Andrew menganggkat Sebelah alisnya tidak percaya dengan Candaan Wanita nya itu yg terlihat begitu cantik.
"Yayayayaya... hanya kamu dan tidak ada yg lain Sayang''Andrew memeluk tubuh Claudia dan merebahkan tubuh merika berdua menikmati mumen kebersamaan merika hingga tidak merika sadari hari sudah menjelang siang, bahkan Andrew tidak mengerjakan pekerjaan nya sama sekali.
"Andrew aku sudah tidak bekerja diJogja mulai besok mungkin aku akan bekerja dirumah sakit yg dulu lagi disini"
Andrew langsung memalingkan wajahnya kearah Claudia dan menatapnya heran
"Kenapa?!" tanyanya
"Kamu tidak suka?!
"Bukan begitu Sayang malah aku sangat senang, tapi kenapa tiba-tiba sekali?!"
"Aku juga tidak mengerti sebelumnya,tapi ya sudahlah itu lebih baek jadi aku punya alasan untuk mengawasi kamu agar tidak melakukan tindakan yg tidak aku inginkan!"
"Apa itu?!" tanya andrew menarik sudut bibirnya dia mulai menyadari kalau Claudia ternyata punya sisi Posesif terhadap pasangannya, namun dari apa yg dia tahu sebelum nya Claudia bukanlah gadis yg pencemburu dengan pasangannya, apa itu hanya setelah bersama dengan nya saja pikir Andrew.
"tidak ada apa-apa!! ucap Claudia menutupi perasaannya kemudian dia memalingkan muka
"Ya sudah ayu sekarang kita makan siang dulu setelah itu kita jalan-jalan bagaimana?!"
"Baek... bersiap aku akan menguras dompet tuan Andrew Geordan ini!! Kekeh Claudia kemudian merika berjalan keluar dari kamar pribadi Andrew namun tak pernah merika duga bahwa ternyata Kevin Davin dan Roy merika bertiga ternyata ada didalam ruang kerja Andrew dan terlihat jelas wajah tidak senang dari Kevin yg menatap tajam pada andrew dan tatapan kesal dari Davin dan Roy yang tak kalah kesalnya dengan Kevin yg seperti sudah ingin menerkam dirinya.
"___________"
__ADS_1