
Hari- hari yang aku lalui setelah acara pertunanganku dengan Mas Hendra tidak ada yang istimewa.
Kegiatanku masih sama. sesekali kalo tidak ada kesibukan kami selalu menghabiskan makan siang di sebuah kafe langganan kami yang tidak jauh dari kantorku...
karena tempat ini selain sangat strategis bagi kami yang tidak perlu menghabiskan cukup waktu untuk sampai di tempat ini karena hanya berjalan sebentar saja kita sudah sampai karena memang jaraknya cukup dekat dengan kantorku .
Di samping itu makanan yang disajikan sangat enak dan dengan berbagai menu yang tersedia yang cukup bervariasi membuat kami tidak bosan untuk menikmati makan siang di tempat ini.
Banyak anak muda yang sering nongkrong makan di tempat ini dengan tempatnya sedikit out door memberikan kesan tersendiri.
Siang ini dengan pekerjaan yang cukup melelahkan dibarengi dengan ketidakhadiran Mas Hendra karena dia harus mengantarkan ibu nya ke rumah sakit untuk cuci darah setiap dua kali seminggu karena penyakit gagal ginjal yang telah menyerangnya sejak enam bulan terakhir ini
Sedangkan adiknya yang melanjutkan studinya di Universitas di Jakarta karena mendapatkan beasiswa disana.
Jadi mau tidak mau Mas Hendra yang harus mengantarkan ibunya setiap dua kali
seminggu.
Walaupun dirumahnya sudah ada seorang pembantu yang sangat telaten dan setia menemani ibunya.
tetapi untuk mengantarkan ibunya tetaplah harus dia. karena memang sudah sewajarnyalah seorang anak yang harus selalu berbakti kepada orang tua apalagi dia hanya punya seorang ibu saja dan sekarang dalam keadaan sakit.
Rencananya hari ini aku ikut mengantarkan ibunya Mas Hendra ke rumah sakit seperti diawal - awal Ibunya melakukan cuci darah
tetapi karena ada beberapa berkas yang harus aku handle dan tanda tangani ..
__ADS_1
jadi terpaksa aku tunda dan meminta maaf sama Mas Hendra karena aku tidak bisa menemani ibunya dan dia pun memakluminya.
Waktu makan siang pun tiba. Aku memutuskan makan siang di sebuah cafe langgananku..
aku pun memesan menu seperti biasa karena pikiranku sekarang ini hanya ingin refresh otakku yang memang sudah bergelut dengan berkas- berkas
" Yang ...kamu mau makan apa ? tanya seorang pemuda yang duduk bersama seorang gadis yang masih kelihatan begitu muda sambil memeluk pinggang gadis itu.
Mereka duduk pas di depan mejaku..
" Ya terserah kamu aja yang..." Jawab gadis itu sambil menatap wajah tampan disampingnya.
" Mereka kelihatan begitu mesranya. Mungkin mereka seorang Mahasiswa yang lagi pacaran... karena dilihat dari pakaian mereka tidak menggunakan pakaian seragam sekolah tetapi mereka kelihatan masih muda" pikir ku
Melihat pemandangan itu.... aku menjadi sedikit sirik...
"Merry........
aku sedikit tersedak.. karena baru saja aku memasukkan makananku ada seseorang yang memanggilku.
Cepat- cepat dia mengambil orange juice yang berada di mejaku dan menyodorkanku sambil ikut duduk di depanku.
" Maaf... maaf aku sudah mengangetkanmu" ujar laki - laki tampan yang sudah duduk di depanku
" O ya ... nggak apa-apa ? Siapa ya ? Apakah kamu teman SMA ku ? " tanyaku asal karena sepertinya aku mengenalnya tetapi aku lupa dimana aku mengenalnya.
__ADS_1
Aku Ridwan Prasetyo, teman SMPmu ...tapi kita beda kelas..kamu kelas A aku kelas B. ingat nggak..kita dulu pernah ikut esktra music bareng...Khan kita pernah pentas bareng" jawabnya dengan nada sedikit keras.. sampai beberapa pengunjung cafe menoleh ke tempat kami.
" O ya aku ingat sekarang.... gimana khabarmu sekarang ? Tanya ku kembali
" Ya beginilah...masih jomblo sampai sekarang ?" jawabnya ketus..
"Ahhhh yang benar ..." ujar ku sedikit tidak percaya.
" Setahuku waktu SMP banyak gadis- gadis yang mengejarmu..... sampe - sampe mereka memakiku karena mereka mengira aku cewek mu...ah dasar kamu " ujar ku lagi sedikit kesal mengingatkan kejadian itu
" Sebenarnya kalau waktu bisa kembali aku ingin mengulang itu lagi. " Dimana aku masih bisa merasakan kebahagiaan bersama keluargaku." raut muka Ridwan mulai berubah sedih sepertinya ada sesuatu yang ...dia rahasiakan dan itu cukup membuat dia memendam kesedihan yang amat dalam
"Pak maaf pak.......Pak Jeremy ingin bertemu dengan bapak " suara salah seorang waiter yang memecah lamunanya
dan dengan segera Ridwan mengusap wajahnya agar tidak kelihatan kalau dia lagi sedih...
" O ya suruh dia tunggu di ruangan saya terus siapkan minuman untuknya." Ujar Ridwan
"Baik pak " Sahut waiter:itu dengan sopan
"Maaf ya mer...aku nggak bisa menemanimu
" O ya boleh aku tahu No Hp mu.? tanya Ridwan lagi sambil memberikan ponselnya
aku pun meraih ponselnya dan menuliskan no ponselku di Hpnya sambil mengembalikan ponsel nya.
__ADS_1
"Ok thanks ya Mer...see you " ujarnya lagi sambil berlalu meninggalkanku
Aku pun beranjak dari tempat itu... setelah membayar semua yang aku pesan.